{"id":5689,"date":"2017-10-09T05:57:41","date_gmt":"2017-10-08T22:57:41","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=5689"},"modified":"2017-10-10T12:35:15","modified_gmt":"2017-10-10T05:35:15","slug":"kini-masyarakat-kampung-cimerak-aman-meniti-jembatan-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/kini-masyarakat-kampung-cimerak-aman-meniti-jembatan-hati\/","title":{"rendered":"Kini Masyarakat Kampung Cimerak Aman Meniti  \u201cJembatan Hati\u201d"},"content":{"rendered":"<p><strong>LEBAK, ITN\u2013<\/strong> RATUSAN masyarakat Kampung Cimerak, Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tumpah ruah di lokasi peresmian \u201cJembatan Hati\u201d, Sabtu (7\/10\/17) siang. Terik panas matahari tidak menghalangi mereka untuk\u00a0 menghadiri hari bersejarah di kampung itu.<\/p>\n<p>Tim qasidah ibu-ibu, irama tabuhan dari lesung yang dipukul dengan alu oleh ibu-ibu, tari-tarian, dan atraksi pencak silat siswa-siswi pelajar berderet memanjang di kampung itu. Bapak-bapak dan para pemuda desa juga memamerkan\u00a0 hasil kebun mereka.<\/p>\n<p>Masyarakat patut bersuka-cita, sebab sudah puluhan tahun mereka yang tinggal di kampung terpencil harus was-was jika harus menuju kampung tetangganya. Hanya ada jembatan bambu yang menghubungkan dua desa melintang di atas sebuah sungai. Melalui jembatan\u00a0 bambu itulah masyarakat saling berinteraksi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5691\" aria-describedby=\"caption-attachment-5691\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-5691 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2017\/10\/IMG-20171009-WA0001-e1507503157504.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\"><figcaption id=\"caption-attachment-5691\" class=\"wp-caption-text\">Ketua IK2MI Laksamana Madya TNI (Purn) Y Didik Heru Purrnomo memberikan buku-buku bacaan untuk &#8220;Rumah Baca&#8221; diterima oleh Kepala Sekolah Otang Syafei. Foto ori<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kini jembatan bambu yang sering rusak dan hilang ketika banjir menerjang, sudah tidak ada lagi. Sebagai penggantinya di lokasi itu terbentang jembatan baja yang membuat\u00a0 masyarakat merasa aman dan nyaman untuk meniti.\u00a0 \u201cJembatan puluhan tahun terbuat dari bambu. Saya sudah mencari bantuan kemana-mana, termasuk ke luar negeri; tapi tidak ada yang bereaksi,\u201d kata Kepala Desa Margamulya, Wawan Irawan ketika memberikan sambutan pada acara peresmian \u201cJembatan Hati\u201d itu. Untuk itu, ia atas nama masyarakat Desa Margamulya menyatakan rasa syukur dan terima kasih.<\/p>\n<p>Jembatan dengan konstruksi sangat kokoh itu dibangun sebagai\u00a0 wujud kolaborasi alumni STAN 82, tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).\u00a0 \u201cAwalnya kami alumni STAN 82 saweran, tapi belum tahu apa yang harus dilakukan,\u201d jelas perwakilan dari alumni STAN 82 Egi Sutjiati. Kemudian dirinya bertemu dengan seorang Guru Besar ITB dan menceritakan tentang dana hasil saweran itu dan akhirnya diperoleh ide cemerlang untuk membangun jembatan-jembatan di kampung atau desa terpencil yang masyarakatnya sangat membutuhkan jembatan.<\/p>\n<p>Hingga kini sudah empat jembatan yang dibangun di Provinsi Banten. Jembatan-jembatan itu diberi nama \u201cJembatan Hati\u201d, karena memang dibangun melalui hati oleh penggagas, penyandang dana, pelaksana, dan masyarakat setempat yang bergotong-royong.\u00a0 Dalam waktu dekat segera dibangun \u201cJembatan Hati\u201d yang kelima juga di Kecamatan Cileles.<\/p>\n<p>Selain jembatan, para alumni STAN 82 juga mendirikan \u201cRumah Baca\u201d yang hingga kini sudah ada enam \u201cRumah Baca\u201d, termasuk yang ada di Bekasi, Jawa Barat. \u201cRumah Baca ini bukan hanya indah ruangannya, cantik rak-rak bukunya, dan berbagai macam buku bacaannya; tapi yang sangat penting adalah buku-buku yang ada di dalamnya dibaca oleh para siswa, siswi, dan masyarakat di sini; agar mereka bertambah ilmu pengetahuannya,\u201d ucap Egi Sutjiati.<\/p>\n<p>Peresmian \u201cJembatan Hati\u201d dan \u201cRumah Baca\u201d yang berada di Madrasah\u00a0 Margamulya dilakukan oleh Ketua Institut Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (IK2MI) Laksamana Madya TNI (Purn) Y Didik Heru Purnomo didampingi Camat Cileles Dartim, SSos dan pejabat kecamatan setempat.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya Didik Heru Purnomo mengatakan\u00a0 jembatan dengan konstruksi baja itu akan meningkatkan kehidupan masyarakat di Kampung Cimerak, kian terjalinnya tali silaturahim, meningkatkan perekonomian, memudahkan masyarakat berkomunikasi, bersosialisasi, beriteraksi,\u00a0 dan mencerdaskan para generasi muda setempat. Dengan adanya jembatan permanen itu, masyarakat di kampung sebelah bisa dengan mudah mencapai Kampung Cimerak, termasuk mereka yang akan bersekolah.<\/p>\n<p>\u201cDan jembatan itu dapat diwujudkan karena adanya bentuk kebersamaan dan gotong-royong masyarakat di sini. Untuk itu saya menyampaikan rasa bangga dan ucapan terima kepada Bapak Camat, Bapak Danramil, Bapak Kapolsek,\u00a0 Bapak Kepala Desa, tokoh masyarakat,\u00a0 tokoh agama, dan seluruh masyarakat di sini. Saya berpesan agar jembatan ini dirawat dengan baik, sehingga akan dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Camat Cileles mengatakan bahwa di wilayahnya masih banyak jembatan gantung yang menghubungan kampung satu dengan kampung lainnya. Pemerintah belum mampu membangun jembatan-jembatan permanen yang sangat dibutuhkan masyarakat, karena anggaran yang terbatas dan luasnya wilayah. Untuk itu ia menyatakan terima kasih kepada Alumni STAN 82, Tim ITB, dan PT SMI yang telah membangun \u201cJembatan Hati\u201d di wilayahnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5690\" aria-describedby=\"caption-attachment-5690\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-5690 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2017\/10\/IMG-20171009-WA0002-e1507503107977.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\"><figcaption id=\"caption-attachment-5690\" class=\"wp-caption-text\">Susaai meresmikan &#8220;Jembatan Hati&#8221;, Ketua IK2MI Laksamana Madya TNI (Purn) Y Didik Heru Purnomo berbincang dengan Camat Cileles Dartim, SSos di ujung jembatan. Foto. ori<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dartim menyatakan pembangunan \u201cJembatan Hati\u201d merupakan wujud jatidiri dan itegritas Bangsa Indonesia yang peduli terhadap masyarakat.\u00a0 \u201cIni merupakan bentuk nasionalisme dan pengamalan sila-sila dari Pancasila,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Tim ITB yang diwakili Ir Ramdana menjelaskan jembatan itu\u00a0 dibangun dengan konstruksi yang mudah dirawat dan dibersihkan.\u00a0 Dengan demikian masyarakat akan\u00a0 dengan mudah merawat jembatan yang bentangannya\u00a0 mencapai 12 meter lebih.\u00a0 Dengan adanya gotong-royong dari masyarakat, jembatan itu mampu dibangun dalam waktu satu bulan. Dukungan masyarakat dinilainya sangat luar biasa, sehingga pembangunan jembatan cepat selesai. Ia berpesan agar jembatan dirawat seperti masyarakat merawat diri mereka masing-masing.<\/p>\n<p>Sementara Koordinator CSR PT SMI Hendriko Leonard Wiremmer\u00a0 mengemukakan dengan adanya jembatan itu, maka membuka konektivitas antar-wilayah. Jembatan itu dapat membantu kemandirian masyarakat dan simbol pemersatu warga desa atau kampung, sehingga kegiatan masyarakat lebih hidup.<\/p>\n<p>Peresmian \u201cJembatan Hati\u201d dan \u201cRumah Baca\u201d yang merupakan program dari Alumni STAN 82 dengan \u201cDesaku Keren\u201d itu,\u00a0 ditandai dengan peninjauan ke jembatan dan rumah baca. Pada kesempatan itu, Didik Heru Purnomo juga menyerahkan buku bacaan siswa-siswi madrasah yang diterima kepala sekolah Otong Syafei. (ori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LEBAK, ITN\u2013 RATUSAN masyarakat Kampung Cimerak, Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tumpah ruah di lokasi peresmian \u201cJembatan Hati\u201d, Sabtu (7\/10\/17) siang. Terik panas matahari tidak menghalangi mereka untuk\u00a0 menghadiri hari bersejarah di kampung itu. Tim qasidah ibu-ibu, irama tabuhan dari lesung yang dipukul dengan alu oleh ibu-ibu, tari-tarian, dan atraksi pencak silat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5690,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,123],"tags":[],"class_list":{"0":"post-5689","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-nasional"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/5689","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=5689"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/5689\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/5690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=5689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=5689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=5689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}