{"id":5603,"date":"2017-09-26T16:11:09","date_gmt":"2017-09-26T09:11:09","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=5603"},"modified":"2017-09-26T16:11:09","modified_gmt":"2017-09-26T09:11:09","slug":"bitung-gelar-festival-pesona-selat-lembeh-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/bitung-gelar-festival-pesona-selat-lembeh-2017\/","title":{"rendered":"Bitung Gelar Festival Pesona Selat Lembeh 2017"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> Melanjutkan sukses tahun lalu, Pemerintah Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut)\u00a0 didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali akan menggelar Festival Pesona Selat Lembeh 2017 di Kota Bitung pada 6-10 Oktober 2017 mendatang.<\/p>\n<p>Penyelenggaraan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2017 merupakan upaya mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bitung yang ditetapkan sebagai <em>international hub sea port\u00a0<\/em> dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta menjadi kawasan industri dan perdagangan, kota pelabuhan internasional, kota perikanan, kota konservasi alam, serta kota pariwisata dunia.<\/p>\n<p>\u201cSelat Lembeh memiliki potensi pariwisata kelas dunia berupa; pesona bahari, persona flora, pesona fauna, pesona industri, pesona budaya, dan pesona sejarah yang kesemuanya gencar dipromosikan di tingkat nasional dan mancanegara,\u201d ujar Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban pada jumpa pers persiapan penyelenggaraan FPDL 2017 di Kemenpar, Jakarta Pusat, Senin (25\/9\/17).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5605 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2017\/09\/IMG-20170926-WA0019-e1506417031414.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\">Lembeh menurutnya ibarat putri cantik yang sedang tidur dan\u00a0 saatnya dibangunkan dengan event FPSL.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, \u201cSebagai kota bahari Selat Lembeh memiliki 95 titik selam dan\u00a0 ekowisata mangrove yang akan melengkapi destinasi wisata bahari Bunaken Manado yang sudah mendunia, sedangkan pesona flora dan fauna\u00a0 Lembeh memilih taman Nasional Tangkoko terdapat 233 spesies burung, mamalia, reptil dan amphibi\u00a0 serta binatang langka lainnya, termasuk primata langka tarsius yang menjadi perhatian masyarakat dunia\u201d.<\/p>\n<p>\u201cKeragaman obyek dan daya tarik wisata menjadi keunggulan pariwisata Bitung,\u201d kata Maximiliaan.<\/p>\n<p>Untuk wisata leisure Kota Bitung memiliki keindahan pantai, resort dan hotel berbintang, homestay yang dikelola masyarakat dan pemandangan memukau dari Gunung Dua Sudara.\u00a0 Begitu juga untuk pesona bawah laut Selat Lembeh memiliki 95 titik selam dengan aneka biota langka berukuran kecil atau endemik dan tidak ditemukan di tempat lain seperti <em>pigmy seahorse, hairy frogfish,\u00a0 <\/em>dan<em> mimic octopus <\/em>. Biota langka dan edemi ini membuat Selat Lembeh mulai populer sebagai surga macro photography bagi para <em>divers<\/em>.<\/p>\n<p>Kota Bitung juga menjadi tujuan wisata adventure dengan mengandalkan Cagar Alam Nasional Tangkoko sebagai rumah bagi ratusan mamalia, burung, reptil serta amfibi termasuk\u00a0 dua jenis\u00a0 primata endemik Sulut yang terancam punah yaitu Yaki dan Tarsius, serta tiga\u00a0 kawasan ekowisata; Ekowisata Pintu Kota, Ekowisata Kareko, dan\u00a0 Ekowisata Pasir Panjang dengan\u00a0 menyusuri hutan mangrove.<\/p>\n<p>Sementara Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara (BP3N),\u00a0 Esthy Reko Astuti mengatakan, FPSL 2017\u00a0 merupakan event unggulan Kota Bitung yang penyelenggaraannya dalam rangka mendukung Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia yang tahun ini mentargetkan kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 265 juta pergerakan wisatawan nusanatara (wisnus) di Tanah Air.<\/p>\n<p>Posisi Kota Bitung yang strategis menurutnya sebagai <em>international hub sea port\u00a0<\/em> menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Bitung yang tahun 2016 lalu sebanyak\u00a0 13.019 wisman dan 20.133 wisnus, sedangkan yang berkunjung ke Sulut sebanyak 1,8 juta wisnus dan 30 ribu wisman.<\/p>\n<p>Sisi lain mudahnya aksesibilitas ke Bitung, berjarak hanya 40 kilometer atau sekitar 1 jam dengan berkendara dari Bandara Sam Ratulangi, membuat\u00a0 wisman yang datang ke Manado dari China, Makau, dan Hong Kong, atau pun Davao dan Cebu, Filipina yang dilayani Lion Air, Citilink, dan Sriwijaya Air\u00a0 mudah melanjutkan perjalanannya\u00a0 ke\u00a0 Kota Bitung.<\/p>\n<p>Penyelenggaraan FPSL 2017 akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan antara lain;\u00a0 lari 10K, lomba\/pentas seni budaya, photograpy competition bawah air dan landscape, festival kuliner, lomba renang Selat Lembeh, parade\/ lomba perahu hias, rekor MURI menari Manekin terbanyak (kabasaran pato), parade yacht, festival tuna, dan perayaan menyambut HUT Kota Bitung sebagai puncak acara.<\/p>\n<p>\u201cSebagai puncak acaranya pada hari pembukaan, karena ada Sail Pass, jika tahun lalu hanya ada kapal hias, tahun ini lebih beragam. Ada tiga kapal perang dari TNI Angkatan Lalu dan kapal-kapal lainnya,\u201d tambah Sekretaris Daerah Kota Bitung, Audi. (evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- Melanjutkan sukses tahun lalu, Pemerintah Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut)\u00a0 didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali akan menggelar Festival Pesona Selat Lembeh 2017 di Kota Bitung pada 6-10 Oktober 2017 mendatang. Penyelenggaraan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2017 merupakan upaya mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bitung yang ditetapkan sebagai international hub [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5604,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,124],"tags":[],"class_list":{"0":"post-5603","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/5603","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=5603"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/5603\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/5604"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=5603"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=5603"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=5603"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}