{"id":5600,"date":"2017-09-24T15:38:21","date_gmt":"2017-09-24T08:38:21","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=5600"},"modified":"2017-09-26T16:04:10","modified_gmt":"2017-09-26T09:04:10","slug":"tim-crisis-center-kemenpar-terus-pantau-situasi-gunung-agung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/tim-crisis-center-kemenpar-terus-pantau-situasi-gunung-agung\/","title":{"rendered":"Tim Crisis Center Kemenpar Terus Pantau Situasi Gunung Agung"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> SEJAK muncul tanda-tanda erupsi Gunung Agung Bali, Menteri Pariwisata Arief Yahya memerintahkan Ketua Tim Crisis Center Kemenpar untuk memantau menit per menit perkembangan situasi di Bali. Terutama menyangkut kepariwisataan, di Pulau Dewata itu.<\/p>\n<p>Menpar Arief masih belum angkat bicara soal peristiwa alam itu. Dia berpesan agar warga Bali, yang mengalami dampak langsung fenomena vulkanik ini, agar tetap bersabar, dan sama-sama berdoa kepada Tuhan YME agar senantiasa diberi keselamatan. \u201cKami turut prihatin,\u201d kata Arief Yahya dalam keterangan resminya, Sabtu (23\/9\/17).<\/p>\n<p>Ia juga menghimbau para wisatawan agar menghindari daerah-daerah yang berpotensi terkena dampak erupsi. \u201cKepada wisatawan, harap waspada, ikuti saran dan anjuran pemerintah, agar menghindari daerah-daerah yang berpotensi terkena dampak seandainya terjadi erupsi,\u201d ujar Arief Yahya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5601\" aria-describedby=\"caption-attachment-5601\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-5601 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2017\/09\/Gunung-Agung-1.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"373\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2017\/09\/Gunung-Agung-1.jpg 600w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2017\/09\/Gunung-Agung-1-300x187.jpg 300w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2017\/09\/Gunung-Agung-1-356x220.jpg 356w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5601\" class=\"wp-caption-text\">Foto. istimewa<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sementara itu, laporan Ketua Tim Crisis Center Kemenpar, Ngurah Putra, sekarang sudah pada posisi Level 4 yaitu posisi awas. Radius jarak pantau dari 9 km diperluas menjadi menjadi 12 km.<\/p>\n<p>Menurutnya, pemerintah Provinsi Bali bersama BPBD telah mengantisipasi dengan melakukan pengungsian tehadap penduduk yang berada dekat gunung agung sejumlah kurang lebih 15.000 orang di tenda dan tempat pengungsian lainnya yang berada di jarak aman.<\/p>\n<p>Gubernur Bali Made Mangku Pastika menginstruksikan kepada semua instansi dinas Provinsi Bali untuk memberikan bantuan pada pos-pos yang telah ditentukan dan telah dilaksanakan mulai hari ini.<\/p>\n<p>Dispar Bali bersama Dispar kabupaten\/Kota dan stakeholder pariwisata dilaporkan juga akan mengadakan pertemuan untuk membantu saudara-saudara kita melalui pos-pos yang sudah ditentukan.<\/p>\n<p>Yang pasti, kata Ngurah Putra yang berdarah Bali itu menyampaikan bahwa Bandara Ngurah Rai sampai malam ini, Sabtu, 23 September pukul 19.00 WIB tetap aman, berjalan normal, tanpa ada pembatalan penerbangan. \u201cSemoga tetap lancar dan aman,\u201d ungkap Ngurah putra.<\/p>\n<p>Tim Crisis Center juga mencatat, belum ada wisman yang melakukan pembatalan ke Bali. Juga belum ada laporan wisman yang mempercepat kepulangan karena erupsi gunung agung itu. \u201cMohon doa semua pihak, agar situasi Gunung Agung segera normal, kembali seperti biasa,\u201d tutup Ngurah Putra. (*\/evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- SEJAK muncul tanda-tanda erupsi Gunung Agung Bali, Menteri Pariwisata Arief Yahya memerintahkan Ketua Tim Crisis Center Kemenpar untuk memantau menit per menit perkembangan situasi di Bali. Terutama menyangkut kepariwisataan, di Pulau Dewata itu. Menpar Arief masih belum angkat bicara soal peristiwa alam itu. Dia berpesan agar warga Bali, yang mengalami dampak langsung fenomena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5601,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,124],"tags":[],"class_list":{"0":"post-5600","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/5600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=5600"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/5600\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/5601"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=5600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=5600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=5600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}