{"id":4635,"date":"2017-05-19T19:59:02","date_gmt":"2017-05-19T12:59:02","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=4635"},"modified":"2017-05-20T01:35:32","modified_gmt":"2017-05-19T18:35:32","slug":"tingkatkan-potensi-produk-melalui-konvensi-kopi-teh-dan-cokelat-indonesia-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/tingkatkan-potensi-produk-melalui-konvensi-kopi-teh-dan-cokelat-indonesia-2017\/","title":{"rendered":"Tingkatkan Potensi Produk Melalui Konvensi Kopi, Teh, dan Cokelat Indonesia 2017"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> KOPI, teh, dan cokelat bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri yang membuat wisatawan berkunjung ke Indonesia. Apalagi setiap daerah di Indonesia memiliki kopi, teh, atau cokelat khasnya masing-masing.<\/p>\n<p>Untuk mewujudkan Indonesia sebagai penghasil kopi, teh, dan Kakao terbaik di dunia, serta mewujudkan Indonesia sebagai destinasi wisata agro dunia, Kementerian Pariwisata RI bekerjasama dengan PT Kayoemi Brothers, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UKM, dan Kementerian Perdagangan menggelar Konvensi Kopi, Teh, dan Cokelat (KKTC) Indonesia 2017.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-4637\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2017\/05\/kopikonvensi3.jpg\" alt=\"\" width=\"809\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2017\/05\/kopikonvensi3.jpg 809w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2017\/05\/kopikonvensi3-225x300.jpg 225w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2017\/05\/kopikonvensi3-767x1024.jpg 767w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2017\/05\/kopikonvensi3-696x929.jpg 696w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2017\/05\/kopikonvensi3-315x420.jpg 315w\" sizes=\"(max-width: 809px) 100vw, 809px\" \/>Konvensi yang digelar selama empat hari mulai 18-21 Mei 2017 di Main Purpose Hall La Piazza Kelapa Gading, Jakarta Utara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya meningkatkan mutu dan penjualan ketiga komoditas tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKonvensi ini merupakan ajang yang mempertemukan petani, pengusaha, asosiasi, dan pemerintah terkait pengembangan ketiga komoditas tersebut,\u201d ujar Ketua Pelaksana KKTC 2017, Kuntari Sapta Nirwandar dalam sambutannya pada acara pembukaan KKTC 2017 di Jakarta, Kamis (18\/5\/17).<\/p>\n<p>Diharapkan melalui konvensi ini akan ada wadah untuk menjalin jejaring yang luas antara petani, pelaku bisnis, konsumen, dan investor kopi, teh, dan cokelat sehingga produktivitas meningkat.<\/p>\n<p>Selain itu menurutnya melalui konvensi ini juga diharapkan tercipta etalase menjanjikan bagi pengusaha lokal dan investor asing.<\/p>\n<p>\u201cDari kopi, teh, dan cokelat dapat kita tarik menjadi empat angel yang saling berkaitan, yakni potensi, presentasi, kebijakan, dan pariwisata. Indonesia mempunyai potensi dalam komoditi kopi dan cokelat, dan ini menjadi potensi yang luar biasa sehingga Indonesia menjadi eksportir,\u201d ujar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintahan Kemenpar RI, Tasbir.<\/p>\n<div>Forum ini akan menjadi tempat untuk mempresentasikan produk kopi, teh, dan cokelat. \u201cDi kaki Gunung Rinjani, Gayo, Sidikalang, Toraja kita pasti ketemu kopi, tapi tidak dikenal secara nasional, malah sebaliknya kopi-kopi tersebut dipakai oleh negara lain yang kemudian di branding lalu dibeli lagi oleh negara kita. Untuk itulah event ini dapat menjadi wadah untuk mempresentasikannya,\u201d ungkapnya.<\/div>\n<p>Ia mengatakan \u201cUntuk mendatangkan buyer dari luar negeri tentunya kita harus mempersiapkan presentasi yang berkualitas yang cukup meyakinkan\u201d.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-4638\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2017\/05\/kopikonvensi2-e1495198557216.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\">Sedangkan kebijakan, melalui event ini kita duduk bersama dengan pembicara dari berbagai Kementerian bagaimana kopi, teh, dan cokelat ini disepakati menjadi satu gerakan ekonomi besar yang betul-betul dapat menggerakan semua potensi itu menjadi menyejahterakan bangsa, \u00a0dengan memperhatikan bagaimana kemasan, kualitas, dan pesaingnya. Hingga akhirnya masyarakat Indonesia dapat mencintai dan membeli produknya sendiri.<\/p>\n<p>Yang terakhir dari segi pariwisata, event ini merupakan bagian dari wisata MICE, kegiatan exhibition untuk menggerakan ekonomi nasional. \u201cDiharapkan dapat mendatangkan buyer dari luar negeri dua atau tiga tahun kedepan,\u201d jelas Tasbir.<\/p>\n<p>Minum kopi dan teh sudah menjadi gaya hidup, saat ini pemakaian alat atau mesin kopi manual kembali digunakan. \u201cBagi yang mempunyai produk kopi usahakan hal itu menjadi produk wisata dan menjadi tempat singgah tamu, perlihatkan bagaimana mulai membuat kopi (atraksinya). Kalau bisa dilakukan, akan muncul paket-paket wisata agro tourism,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Event ini diikuti dari berbagai kalangan antara lain,\u00a0 Pemerintah Kabupaten Oku Selatan, Pemerintah Kabupaten Lahat, PTPN VIII, produsen dan UKM di bidang usaha kopi, teh, dan cokelat.<\/p>\n<p>Selain itu digelar acara seminar dan talkshol bertema \u201cPerkembangan Komoditi Kopi, Teh, dan Kakao serta pengembangan Wisata Agro Indonesia\u201d.<\/p>\n<p>Pengunjung dapat menyaksikan berbagai macam kegiatan diantaranya roasting class workshp, lomba kreasi cokelat untuk SMK se-Jakarta serta workshop teh Nusantara.\u00a0 (evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- KOPI, teh, dan cokelat bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri yang membuat wisatawan berkunjung ke Indonesia. Apalagi setiap daerah di Indonesia memiliki kopi, teh, atau cokelat khasnya masing-masing. Untuk mewujudkan Indonesia sebagai penghasil kopi, teh, dan Kakao terbaik di dunia, serta mewujudkan Indonesia sebagai destinasi wisata agro dunia, Kementerian Pariwisata RI bekerjasama dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4636,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,123,124],"tags":[],"class_list":{"0":"post-4635","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-nasional","9":"category-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/4635","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=4635"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/4635\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/4636"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=4635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=4635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=4635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}