{"id":43693,"date":"2026-05-22T13:52:57","date_gmt":"2026-05-22T06:52:57","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=43693"},"modified":"2026-05-22T13:54:14","modified_gmt":"2026-05-22T06:54:14","slug":"akselerasi-lima-program-unggulan-kemenpar-gelar-dialog-strategis-libatkan-unsur-pentahelix","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/akselerasi-lima-program-unggulan-kemenpar-gelar-dialog-strategis-libatkan-unsur-pentahelix\/","title":{"rendered":"Akselerasi Lima Program Unggulan, Kemenpar Gelar Dialog Strategis Libatkan Unsur Pentahelix"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN<\/strong> &#8211; Rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berlanjut dengan dialog interaktif bersama unsur pentahelix sebagai langkah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, komunitas, akademisi, dan media dalam mengakselerasi lima program unggulan sektor pariwisata.<\/p>\n<p>Rakernas yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (21\/5\/2026), menjadi bagian dari Rakornas bertema \u201cTransformasi Ekosistem Kepariwisataan Nasional Menuju Pencapaian Tahun 2026\u201d.<\/p>\n<p>Melalui Sesi 6: Panel Industri dan Masyarakat bertajuk \u201cPerspektif Industri dalam Kolaborasi Mendukung Akselerasi 5 Program Unggulan\u201d, forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah-langkah taktis dalam mengintegrasikan program pemerintah dengan kebutuhan dan arah pengembangan industri pariwisata nasional.<\/p>\n<figure id=\"attachment_43694\" aria-describedby=\"caption-attachment-43694\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-43694 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2026\/05\/LET2-e1779432675616.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\"><figcaption id=\"caption-attachment-43694\" class=\"wp-caption-text\">Rangkaian Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Pariwisata juga berdialog interaktif bersama unsur pentahelix untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, komunitas, akademisi, dan media dalam mengakselerasi lima program unggulan sektor pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (21\/5\/2026).<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Integrasi Transportasi dan Kemudahan Akses Wisatawan<\/strong><\/p>\n<p>Direktur Sistem dan Layanan Integrasi Transportasi Antarmoda Kementerian Perhubungan RI, Amirullah, menjelaskan pemerintah terus memperkuat integrasi transportasi publik guna mendukung kemudahan mobilitas wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.<\/p>\n<p>Menurut Amirullah, sejumlah daerah mulai menghadirkan sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan ramah wisatawan.<\/p>\n<p>Di Balikpapan, misalnya, angkutan umum telah terhubung langsung dengan terminal kedatangan bandara dan tersedia layanan menuju IKN dengan tarif terjangkau. Sementara di Purwokerto, akses bus kini semakin dekat dengan area stasiun kereta.<\/p>\n<p>Ia juga menyampaikan pemerintah terus mempermudah akses pembayaran transportasi umum bagi wisatawan mancanegara yang belum memiliki uang elektronik lokal. Saat ini, wisatawan sudah dapat menggunakan kartu Visa maupun Mastercard untuk memperoleh barcode pembayaran transportasi umum seperti kereta dan layanan trans.<\/p>\n<p>\u201cHarapannya para wisatawan tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi. Karena itu, kami mengajak seluruh pelaku industri pariwisata untuk bersama-sama memastikan penggunaan kendaraan wisata yang resmi dan laik jalan,\u201d ujar Amirullah.<\/p>\n<p><strong>Perkuat Ketahanan Industri Pariwisata<\/strong><br \/>\nWakil Ketua Umum Bidang Organisasi DPP GIPI, Maulana Yusran, menekankan pentingnya membangun ketahanan industri pariwisata nasional agar mampu beradaptasi terhadap perubahan tren pasar dan dinamika global.<\/p>\n<p>Menurutnya, penguatan ekosistem industri melalui inovasi model bisnis dan kolaborasi lintas pelaku usaha menjadi fondasi penting dalam menciptakan sektor pariwisata yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cPenguatan ekosistem asosiasi industri melalui inovasi model bisnis dan kolaborasi lintas pelaku usaha adalah fondasi utama untuk menciptakan pariwisata yang kompetitif dan inklusif dalam jangka panjang,\u201d kata Maulana.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan pentingnya penyusunan cetak biru pembangunan destinasi agar pengembangan pariwisata tetap menjaga keberlanjutan budaya lokal sebagai daya tarik utama Indonesia.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menilai sektor pariwisata kini menjadi fokus utama banyak negara karena kontribusinya terhadap ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Ia menyebut Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat daya saing pariwisata di tingkat global. Berdasarkan hasil riset, setiap tambahan satu juta kunjungan wisatawan mancanegara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 1 persen.<\/p>\n<p>Menurut Herdy, persaingan dengan negara-negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand hanya dapat dimenangkan melalui kolaborasi berbasis ekosistem antarpemangku kepentingan. \u201cEkosistem dan kolaborasi adalah rumus utama pariwisata,\u201d kata Herdy.<\/p>\n<p><strong>Dorong Desa Wisata yang Adaptif dan Berkelanjutan<\/strong><\/p>\n<p>Dari sisi dunia usaha, Vice President Corporate Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Nona Faletta Aryuni Sumanang, menjelaskan transformasi program CSR Bakti BCA yang kini berfokus pada penguatan sistem dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.<\/p>\n<p>\u201cKami percaya bahwa individu yang berdaya akan membentuk komunitas yang mandiri dan berkelanjutan. Ketika fondasi ekonominya kuat, kesadaran menjaga lingkungan dan budaya akan tumbuh secara alami,\u201d ujar Nona.<\/p>\n<p>Founder Desa Wisata Institute, Hannif Andy Al Anshori, memaparkan tantangan pengembangan desa wisata di Indonesia. Meski jumlah desa wisata yang tercatat di platform Jadesta telah mencapai 6.201 desa pada 2026, hampir 80 persen masih berada pada tahap rintisan, sementara desa wisata mandiri jumlahnya belum mencapai 1 persen.<\/p>\n<p>\u201cMasa depan pariwisata Indonesia berada di tangan desa-desa yang adaptif, berkualitas, dan berkelanjutan,\u201d ujar Hannif.<\/p>\n<p>Creative Director NAVA+, Stevie Sulaiman, menambahkan bahwa kekuatan pariwisata Indonesia tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada keunikan cerita dan identitas setiap daerah.<\/p>\n<p>Menurut Stevie, penguatan branding berbasis cerita lokal akan memperkuat pengalaman wisatawan sekaligus membangun citra pariwisata Indonesia yang semakin berkelas.<\/p>\n<p>\u201cJika setiap daerah mampu menggali dan mengangkat cerita uniknya sendiri, maka seluruhnya akan menyatu menjadi kekuatan besar bagi pariwisata Indonesia,\u201d kata Stevie.<\/p>\n<p>Menutup sesi panel, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan turut memaparkan kebijakan visa terbaru yang dirancang untuk mempermudah akses wisatawan sekaligus menjaga keamanan lalu lintas orang yang masuk ke Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN &#8211; Rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berlanjut dengan dialog interaktif bersama unsur pentahelix sebagai langkah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, komunitas, akademisi, dan media dalam mengakselerasi lima program unggulan sektor pariwisata. Rakernas yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (21\/5\/2026), menjadi bagian dari Rakornas bertema \u201cTransformasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":43695,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,88],"tags":[],"class_list":{"0":"post-43693","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-metropolitan"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/43693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=43693"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/43693\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43696,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/43693\/revisions\/43696"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/43695"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=43693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=43693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=43693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}