{"id":42960,"date":"2026-03-27T23:00:08","date_gmt":"2026-03-27T16:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=42960"},"modified":"2026-03-27T23:01:10","modified_gmt":"2026-03-27T16:01:10","slug":"jual-jiwa-demi-harta-film-horor-aku-harus-mati-siap-menghantui-bioskop-2-april-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/hiburan\/film\/jual-jiwa-demi-harta-film-horor-aku-harus-mati-siap-menghantui-bioskop-2-april-2026\/","title":{"rendered":"Jual Jiwa Demi Harta, Film Horor &#8220;Aku Harus Mati&#8221; Siap Menghantui Bioskop 2 April 2026"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN<\/strong>\u2013 FILM bergenre psychological horror berjudul\u00a0<em>Aku Harus Mati<\/em>\u00a0segera tayang di Bioskop mulai 2 April 2026.<\/p>\n<p>Film produksi Rollink Action ini mengangkat isu sosial yang dekat dengan realita masyarakat urban, tentang upaya memperkaya diri demi validasi sosial lewat sebuah perjanjian dengan iblis.<\/p>\n<p>Disutradarai Hestu Saputra yang terkenal lewat deretan film seperti <em>Hujan di Bulan Juni<\/em> hingga <em>Air Mata Surga<\/em>, film\u00a0<em>Aku Harus Mati<\/em>\u00a0menawarkan kengerian yang bukan sekadar teror kasat mata, melainkan gelapnya ambisi manusia demi validasi sosial.<\/p>\n<p>\u201dKami itu punya keresahan yang sama terhadap situasi sosial masyarakat kita saat ini, di mana masyarakat tidak sedikit melakukan seperti pinjaman online atau upaya memperkaya diri demi validasi sosial semata. Keresahan-keresahan ini yang menjadi motivasi kuat kami untuk berangkat membuat cerita di film\u00a0<em>Aku Harus Mati,<\/em>\u201d ujar Hestu saat konferensi pers film &#8216;Aku Harus Mati&#8217; di Jakarta, Kamis (26\/3\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Hestu, upaya memperkaya diri sampai harus menjual jiwa dinilainnya telah banyak terjadi di masyarakat saat ini bahkan bukan hanya di kalangan strata sosial kelas bawah melainkan hampir di seluruh level sosial. Sehingga Film ini dirasa relatable untuk semua jenis penonton<\/p>\n<p>\u201cDari kalangan menengah ke atas, menengah ke bawah, ataupun kalangan menengah itu sendiri, itu tuh terjadi ya. Perilaku menjual jiwa demi harta dalam bentuk apapun. Praktek (pesugihan) di Gunung Kawi masih ramai misalnya, tumbal-tumbal di perempatan-perempatan juga saya masih sering liat,\u201d ungkap Hestu.<\/p>\n<p>Hestu mengatakan,&#8221;Kami ingin memperlihatkan bahwa teror sesungguhnya dimulai ketika manusia kehilangan kendali atas dirinya sendiri demi memuaskan gaya hidup dan validasi diri oleh lingkungan sekitar&#8221;.<\/p>\n<p>Diproduseri oleh Eksekutif Produser Irsan Yapto dan Nadya Yapto, film\u00a0&#8220;Aku Harus Mati&#8221; menawarkan kengerian yang bukan sekadar teror kasat mata, melainkan gelapnya ambisi manusia demi validasi sosial.<\/p>\n<p>\u201cAku Harus Mati\u201d adalah film Horor yang ceritanya paling dekat dengan kehidupan manusia<br \/>\nmodern jaman sekarang fenomena Jual Jiwa Demi Harta, banyak masyarakat modern<br \/>\nsekarang rela mengorbankan diri dan jiwa demi validasi dan harta sampai terlilit hutang pinjol, paylater, dan lain-lain,\u201d ujar Irsan Yapto, Eksekutif Produser.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-42961\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2026\/03\/HJ1-1-e1774618263862.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"551\"><\/p>\n<p><strong>Sinopsis: Harga Sebuah Validasi<\/strong><br \/>\nCerita yang ditulis oleh Aroe Ama ini mengikuti perjalanan Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terjebak dalam gaya hidup hedonistik. Demi mengejar kemewahan semu, Mala terjerumus dalam lingkaran setan hutang pinjaman online (pinjol) dan paylater yang melilit hidupnya.<\/p>\n<p>Dalam keputusasaan untuk menemukan kembali jati dirinya, Mala memutuskan pulang ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Di sana, ia kembali bertemu dengan sahabat masa kecilnya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jago (Bambang Paningron), pemilik panti yang sudah dianggapnya sebagai ayah sendiri.<\/p>\n<p>Namun, ketenangan yang dicari Mala justru menjadi awal dari petaka. Setelah mata batinnya terbuka secara misterius, Mala terlempar ke dalam serangkaian pengalaman mistis yang mengerikan. Ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tentang asal-usulnya dan rahasia kelam keluarganya: sebuah perjanjian iblis yang menjadikan nyawa orang-orang terdekat sebagai tumbal kesuksesan.<\/p>\n<p>&#8220;Aku Harus Mati&#8221; membawa penonton pada klimaks yang menyesakkan dada. Mala harus<br \/>\nmenghadapi pilihan mustahil yang tidak bisa ia tolak, karena ada nyawa yang harus dibayar.<\/p>\n<p><strong>Daftar Pemeran &amp; Produksi<\/strong><br \/>\nProduksi: Rollink Action<br \/>\nEksekutif Produser: Irsan Yapto &amp; Nadya Yapto<br \/>\nSutradara: Hestu Saputra<br \/>\nPenulis Naskah: Aroe Ama<\/p>\n<p><strong>Pemeran Utama:<\/strong><br \/>\nHana Saraswati sebagai Mala<br \/>\nAmara Sophie sebagai Tiwi<br \/>\nPrasetya Agni sebagai Nugra<br \/>\nMila Rosinta sebagai Nilam<br \/>\nBambang Paningron sebagai Ki Jago<\/p>\n<p>Siapakah yang akhirnya akan dikorbankan? Siapa sebenarnya pemegang perjanjian iblis<br \/>\ntersebut? Temukan jawabannya dalam &#8220;Aku Harus Mati&#8221;, hanya di bioskop mulai 2 April 2026.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN\u2013 FILM bergenre psychological horror berjudul\u00a0Aku Harus Mati\u00a0segera tayang di Bioskop mulai 2 April 2026. Film produksi Rollink Action ini mengangkat isu sosial yang dekat dengan realita masyarakat urban, tentang upaya memperkaya diri demi validasi sosial lewat sebuah perjanjian dengan iblis. Disutradarai Hestu Saputra yang terkenal lewat deretan film seperti Hujan di Bulan Juni [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42965,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82,80],"tags":[],"class_list":{"0":"post-42960","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-film","8":"category-hiburan"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/42960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=42960"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/42960\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42966,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/42960\/revisions\/42966"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/42965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=42960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=42960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=42960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}