{"id":40867,"date":"2025-11-11T19:35:35","date_gmt":"2025-11-11T12:35:35","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=40867"},"modified":"2025-11-11T19:36:27","modified_gmt":"2025-11-11T12:36:27","slug":"kemenpar-dorong-destinasi-wisata-naik-kelas-dengan-prinsip-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/kemenpar-dorong-destinasi-wisata-naik-kelas-dengan-prinsip-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Kemenpar Dorong Destinasi Wisata Naik Kelas dengan Prinsip Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN\u2014<\/strong> Kementerian Pariwisata terus memperkuat arah promosi pariwisata Indonesia menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan dan bernilai tambah.<\/p>\n<p>Melalui strategi komunikasi yang menekankan pengalaman, kebersihan, dan tanggung jawab sosial, Kemenpar ingin memastikan promosi pariwisata tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas destinasi dan citra Indonesia di mata dunia.<\/p>\n<p>\u201cKe depan, tren pariwisata adalah tentang pengalaman. Wisatawan mencari experience, bukan sekadar tempat. Karena itu, pelayanan dan ekosistem pariwisata kita harus naik kelas,\u201d kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, dalam sesi live talkshow bersama Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) di akun\u00a0 Instagram Forwaparekraf.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-40586\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2025\/10\/FG1-e1761298159330.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\">Perbincangan itu menjadi bagian dari Forwaparekraf Tourism Week yang berlangsung sejak 22 Oktober. Dalam sesi yang dipandu Ketua Forwaparekraf, Tiara Maharan, Ni Made menyoroti pentingnya kebersihan dan higienitas sebagai fondasi dasar industri pariwisata.<\/p>\n<p>\u201cKebersihan itu keharusan. Orang berwisata ingin mendapatkan pengalaman terbaik. Kalau tidak bersih, berarti belum naik kelas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Ni Made, keberlanjutan tidak bisa dilepaskan dari keseimbangan antara alam, budaya, dan kesejahteraan masyarakat. \u201cPariwisata yang baik adalah yang menjaga lingkungan, melestarikan budaya, dan memakmurkan masyarakat. Tiga hal itu harus jalan bersama,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kemenpar kini berfokus pada Program Unggulan Kementerian Pariwisata 2025 yang menjadi arah transformasi menuju pariwisata masa depan.<\/p>\n<p>Ada lima fokus utama. Pertama, transformasi digital melalui Tourism 5.0 dengan penerapan kecerdasan buatan untuk membantu wisatawan menemukan destinasi berkelanjutan. Kedua, penguatan subsektor gastronomi, bahari, dan wellness tourism yang menjadi bagian dari inisiatif Pariwisata Naik Kelas.<\/p>\n<p>Ketiga, penyelenggaraan event bertaraf global dengan kekayaan intelektual Indonesia untuk memperkuat identitas dan daya saing kreatif bangsa di panggung dunia. Keempat, pengembangan desa wisata berbasis komunitas yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Kelima, penguatan kebersihan dan higienitas destinasi sebagai kelanjutan dari Gerakan Wisata Bersih yang kini telah menjadi praktik baku di banyak daerah wisata.<\/p>\n<p>Menurutnya, pariwisata dunia sedang mengalami perubahan arah. Wisatawan tak lagi sekadar mencari tempat indah, melainkan juga nilai, makna, dan kontribusi. \u201cKita inginpariwisata Indonesia dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga karena cara kita menjaga dan menghargai yang kita miliki,\u201d kata Ni Made.<\/p>\n<figure id=\"attachment_40868\" aria-describedby=\"caption-attachment-40868\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-40868\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-11-at-5.43.46-PM-e1762863718107.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\"><figcaption id=\"caption-attachment-40868\" class=\"wp-caption-text\">Kiri ke kanan, Ketua Forwaparekraf Tiara Maharani Kusuma dan Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, dalam sesi live talkshow bersama Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) di akun\u00a0 Instagram Forwaparekraf.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kemenpar juga memperkenalkan kampanye komunikasi baru bertajuk <em>Go Beyond Ordinary<\/em>. Kampanye ini mengajak semua pihak untuk melihat pariwisata dengan cara baru, lebih sadar, lebih menghargai, dan lebih berdampak. Ni Made menjelaskan bahwa inisiatif ini menekankan pentingnya berwisata dengan kesadaran, di mana pengalaman tak lagi diukur dari seberapa jauh perjalanan, melainkan dari seberapa besar dampak positif yang ditinggalkan.<\/p>\n<p>Semangat ini menjadi benang merah dengan kampanye Keep the Wonder di bawah payung Wonderful Indonesia, yang mengingatkan bahwa keajaiban alam dan budaya Nusantara hanya bisa bertahan jika dijaga bersama. \u201c<em>Sustainability<\/em> itu bukan tren. Ini komitmen jangka panjang. Kita ingin wisatawan, masyarakat, dan industri sama-sama peduli,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Untuk mendukungnya, Kemenpar menyiapkan inovasi berbasis kecerdasan buatan yang dapat membantu wisatawan memilih destinasi dan produk wisata ramah lingkungan. \u201cWisatawan bisa mencari destinasi yang pro kelestarian. Kalau mereka paham nilainya, meski harganya sedikit lebih tinggi, mereka akan tetap memilih,\u201d kata Ni Made.<\/p>\n<p>Ia menutup perbincangan dengan refleksi yang sederhana tapi kuat. \u201cTren wisata ke depan adalah keseimbangan antara pengalaman, keberlanjutan, dan tanggung jawab. Harga menjadi nomor dua ketika wisatawan sadar akan nilai dari pilihannya.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN\u2014 Kementerian Pariwisata terus memperkuat arah promosi pariwisata Indonesia menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan dan bernilai tambah. Melalui strategi komunikasi yang menekankan pengalaman, kebersihan, dan tanggung jawab sosial, Kemenpar ingin memastikan promosi pariwisata tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas destinasi dan citra Indonesia di mata dunia. \u201cKe depan, tren pariwisata adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":40868,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,124],"tags":[],"class_list":{"0":"post-40867","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/40867","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=40867"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/40867\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40869,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/40867\/revisions\/40869"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/40868"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=40867"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=40867"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=40867"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}