{"id":40031,"date":"2025-09-20T20:30:37","date_gmt":"2025-09-20T13:30:37","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=40031"},"modified":"2025-09-20T20:37:29","modified_gmt":"2025-09-20T13:37:29","slug":"kemenko-pm-kementerian-ekraf-perkuat-kelas-menengah-melalui-ekonomi-kreatif-dan-digitalisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/kemenko-pm-kementerian-ekraf-perkuat-kelas-menengah-melalui-ekonomi-kreatif-dan-digitalisasi\/","title":{"rendered":"Kemenko PM-Kementerian Ekraf Perkuat Kelas Menengah Melalui Ekonomi Kreatif dan Digitalisasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN<\/strong> \u2013 Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menyepakati kolaborasi strategis untuk mencegah penurunan kelas menengah dan mendongkrak mobilitas sosial masyarakat ke kelas tersebut melalui digitalisasi dan program pelatihan ekonomi kreatif.<\/p>\n<p>Kolaborasi ini tertuang dalam pertemuan antara Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya bersama Menko PM Muhaimin Iskandar di Kantor Kemenko PM, Jakarta, yang salah satunya membahas Program Pemberdayaan Masyarakat. Menko PM Muhaimin Iskandar menyatakan dukungannya terhadap inisiatif yang sudah dikerjakan Kementerian Ekraf.<\/p>\n<figure id=\"attachment_40034\" aria-describedby=\"caption-attachment-40034\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-40034 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2025\/09\/JK1-3-e1758374975485.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\"><figcaption id=\"caption-attachment-40034\" class=\"wp-caption-text\">Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, beraudiensi dengan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, di Kantor Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Kamis (18\/09\/2025).<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cEkonomi kreatif terbukti memberi dampak nyata bagi perekonomian dan kontribusi signifikan terhadap PDB. Kami siap menyelaraskan program dengan standar pertumbuhan nasional, termasuk sinergi bersama UMKM,\u201d ungkap Muhaimin.<\/p>\n<p>Menteri Ekraf menyampaikan pentingnya menjaga stabilitas dan mobilitas kelas menengah yang menjadi motor perekonomian nasional.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin terus memperkuat amanah dari Menko, terutama hasil rapat terakhir. Fokus kami adalah memastikan kelas menengah tidak turun kelas dan mendorong masyarakat yang mendekati kelas menengah agar bisa naik. Ekonomi kreatif dapat menjadi solusi alternatif untuk mewujudkan hal itu,\u201d ujar Menteri Ekraf.<\/p>\n<p>Menteri Ekraf menambahkan bahwa karakter kelas menengah, terutama di wilayah perkotaan, sangat potensial dijangkau melalui program digital.<\/p>\n<p>\u201cBanyak kelompok kelas menengah yang turun kelas. Mereka dapat dijangkau dengan pendekatan digital melalui program-program sederhana berbasis teknologi,\u201d imbuhnya. Pendekatan ini diharapkan mampu membuka peluang kerja baru dan menopang daya beli masyarakat.<\/p>\n<p>Kementerian Ekraf telah menyiapkan serangkaian program akselerasi sumber daya manusia yang dirancang untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan digital. Program Emak-Emak Matic Digital Marketer misalnya, memberikan pelatihan pemasaran digital bagi ibu rumah tangga untuk menjual produk kebutuhan keluarga (FMCG) dan diproyeksikan menciptakan 100.000 lapangan kerja.<\/p>\n<p>Selain itu, program Gen Matic Digital Marketer menyasar generasi muda, khususnya Gen Z, dengan pelatihan pemasaran digital produk gaya hidup. Program ini diperkirakan mampu membuka 100.000 peluang kerja baru.<\/p>\n<p>\u201cOrientasi program ekonomi kreatif memang kami arahkan untuk menciptakan lapangan kerja bagi tenaga muda sekaligus menopang kelas menengah,\u201d tegas Menteri Ekraf.<\/p>\n<p>Kolaborasi lintas kementerian juga menjadi fokus utama. Kementerian Ekraf bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung program prioritas Presiden melalui Koperasi Merah Putih (KMP) Digital Marketer. Dengan 80.000 koperasi di desa dan pelatihan affiliator digital bagi tiga orang per desa, program ini diharapkan dapat menambah sekitar 240.000 lapangan kerja.<\/p>\n<p>Program lain adalah Santri Matic Digital Marketer yang menargetkan 40.000 pesantren dan lima juta santri di seluruh Indonesia. Melalui pelatihan pemasaran digital untuk produk keagamaan, busana modest fashion dan lainnya, diharapkan dua persen dari total santri dapat menciptakan 100.000 lapangan kerja baru.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, Kementerian Ekraf juga mendapat mandat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai tim percepatan paket stimulus ekonomi untuk memperkuat ekosistem gig economy model ekonomi berbasis kerja lepas yang memanfaatkan teknologi digital dalam mempertemukan pekerja dengan konsumen.<\/p>\n<p>Melalui kerja sama strategis ini, Kementerian Ekraf menegaskan perannya sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru. Penguatan kelas menengah melalui pemberdayaan digital dan penciptaan lapangan kerja diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Turut hadir dalam Sekretaris Menko PM Andie Megantara beserta jajaran pejabat Kemenko PM. Menteri Ekraf didampingi oleh Sekretaris Menteri\/Sekretaris Utama Kementerian Ekraf Dessy Ruhati, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Kementerian Ekraf Radi Manggala dan Plt. Kepala Biro Perencanaan Keuangan Kementerian Ekraf Adi Mukhtar Rivai.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN \u2013 Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menyepakati kolaborasi strategis untuk mencegah penurunan kelas menengah dan mendongkrak mobilitas sosial masyarakat ke kelas tersebut melalui digitalisasi dan program pelatihan ekonomi kreatif. Kolaborasi ini tertuang dalam pertemuan antara Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya bersama Menko PM Muhaimin Iskandar di Kantor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":40033,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,88],"tags":[],"class_list":{"0":"post-40031","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-metropolitan"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/40031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=40031"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/40031\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40035,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/40031\/revisions\/40035"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/40033"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=40031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=40031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=40031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}