{"id":39979,"date":"2025-09-17T08:30:28","date_gmt":"2025-09-17T01:30:28","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=39979"},"modified":"2025-09-17T08:30:56","modified_gmt":"2025-09-17T01:30:56","slug":"dari-mimpi-ciptakan-lapangan-kerja-hingga-decuts-jadi-salon-pilihan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/ulasan-menarik\/dari-mimpi-ciptakan-lapangan-kerja-hingga-decuts-jadi-salon-pilihan-warga\/","title":{"rendered":"Dari Mimpi Ciptakan Lapangan Kerja, hingga De\u2019cuts jadi Salon Pilihan Warga"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN<\/strong> &#8211; Memiliki bisnis sendiri adalah mimpi banyak orang. Pada kenyataannya, banyak masyarakat Indonesia yang telah mewujudkan mimpi ini menjadi realita. Data BPS di 2024 bahkan menyebutkan bahwa wirausahawan di Indonesia sudah mencapai lebih dari 56 juta. Adi Romansah, pemilik usaha salon De\u2019cuts adalah salah satu wirausahawan yang memulai mimpinya sejak 2016 silam.<\/p>\n<p>Namun, bagi Adi Romansah, impiannya sejak awal lebih besar dari sekadar membuka usaha, ia ingin menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.<\/p>\n<p>Saat menempuh pendidikan di jurusan Informatika, Adi aktif mengikuti berbagai seminar yang menumbuhkan pola pikir kewirausahaannya. Di sanalah muncul tekad: suatu hari, ia ingin membangun usaha yang bisa memberdayakan orang lain.<\/p>\n<p>Selepas kuliah pada tahun 2010, Adi justru memilih arah karier yang berbeda dari latar belakang pendidikannya. Ia bekerja sebagai juru potong rambut (capster) di berbagai salon, mulai dari skala kecil hingga yang ternama di Ibu Kota.<\/p>\n<p>Profesi itu ia jalani selama enam tahun, bukan sekadar sebagai mata pencaharian, tapi sebagai proses belajar. Ia mengumpulkan pengalaman sebagai bekal untuk membuka usaha salon sendiri.<\/p>\n<figure id=\"attachment_39982\" aria-describedby=\"caption-attachment-39982\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-39982 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2025\/09\/DeCuts-Salon-and-DaySpa-1-scaled-e1758072596193.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"357\"><figcaption id=\"caption-attachment-39982\" class=\"wp-caption-text\">Adi Romansah dan tim De&#8217;cuts Salon &amp; DaySpa<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pada akhir 2016, Adi memberanikan diri membuka barbershop di kawasan Jakarta Barat. Sayangnya, barbershop tersebut hanya bertahan beberapa bulan. \u201cSetelah enam bulan berjalan, saya tutup karena pemasukannya lebih kecil dibandingkan saat saya masih bekerja di salon,\u201d ujar Adi. Dari situ, ia menyadari bahwa barbershop dan salon meskipun serupa, memiliki pendekatan bisnis yang berbeda.<\/p>\n<p>Tidak menyerah, Adi mulai merancang ulang strategi bisnisnya. Ia mencari lokasi yang strategis, merekrut karyawan, dan membangun konsep layanan yang lebih matang. \u201cTantangan terbesar adalah sabar. Bisnis itu tidak langsung untung, apalagi besar,\u201d jelasnya. Masih di akhir tahun yang sama, ia resmi membuka De&#8217;cuts Salon &amp; DaySpa di Kalideres, Jakarta Barat.<\/p>\n<p>Dengan pengalaman selama enam tahun, Adi menciptakan layanan yang berbeda dari salon lain di sekitarnya. Ia menawarkan paket perawatan yang lengkap, termasuk layanan Keratin treatment yang menjadi favorit pelanggan. \u201cSaya ingin pelanggan merasa nyaman dan punya banyak pilihan perawatan di satu tempat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p><strong>Berikan kompensasi untuk karyawan, sampai kenyamanan untuk pelanggan<\/strong><\/p>\n<p>Pelanggan De&#8217;cuts didominasi oleh perempuan pekerja kantoran. Untuk mengakomodasi keterbatasan waktu mereka, Adi memperpanjang jam operasional salon dari pukul 9 pagi hingga pukul 9 malam. Ia juga menerapkan biaya tambahan Rp25.000 per kunjungan di atas jam 6 sore sebagai kompensasi untuk karyawan. \u201cKebanyakan pelanggan datang malam hari atau akhir pekan, jadi kami sesuaikan jamnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kenyamanan pelanggan juga terus ia jaga dengan menyediakan metode pembayaran yang beragam. Sadar akan digitalisasi, Adi menyediakan opsi pembayaran nontunai melalui transfer bank dan mesin EDC. Namun, sering kali terjadi kendala teknis seperti dana dari pelanggan yang tidak segera masuk ke rekening salon. \u201cPelanggan sudah bayar, tapi uangnya belum masuk. Kalau mau konfirmasi ke pelanggan, rasanya nggak enak,\u201d kenang Adi.<\/p>\n<p>Situasi ini mendorong Adi mencari solusi pembayaran yang lebih andal. Tahun 2019, ia mendapat notifikasi fitur DANA Bisnis dari aplikasi DANA. \u201cSaya cari tahu dan merasa ini solusi yang pas. QRIS DANA bisa melengkapi sistem pembayaran kami,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Adi pun segera mendaftar dan mulai menggunakan DANA Bisnis. Hasilnya, proses transaksi menjadi lebih ringkas dan tercatat secara real-time. \u201cAplikasi DANA itu gampang dipakai. Karyawan saya pun bisa langsung mengerti cara penggunaannya. Semuanya jadi lebih rapi dan efisien,\u201d ujar Adi.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, selama enam tahun pakai DANA Bisnis, semuanya terbantu dari pencatatan, cashflow, sampai kenyamanan pelanggan. Zaman sekarang kebanyakan pelanggan sudah jarang bawa uang tunai apalagi dompet. Semuanya ada di smartphone,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Kini, DANA Bisnis menjadi metode pembayaran utama di De&#8217;cuts, mencakup sekitar 75% dari total transaksi, disusul EDC (15%) dan uang tunai (10%). Selain itu, proses pencairan dana yang hanya butuh 24 jam sangat membantu menjaga arus kas salon.<\/p>\n<p>Setelah hampir satu dekade beroperasi, Adi kini sedang mempersiapkan ekspansi bisnis melalui sistem franchise. \u201cKami sedang finalisasi internal dulu. Harapannya, De&#8217;cuts bisa jadi salon ternama di Indonesia dan membuka lebih banyak lapangan kerja,\u201d tutupnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN &#8211; Memiliki bisnis sendiri adalah mimpi banyak orang. Pada kenyataannya, banyak masyarakat Indonesia yang telah mewujudkan mimpi ini menjadi realita. Data BPS di 2024 bahkan menyebutkan bahwa wirausahawan di Indonesia sudah mencapai lebih dari 56 juta. Adi Romansah, pemilik usaha salon De\u2019cuts adalah salah satu wirausahawan yang memulai mimpinya sejak 2016 silam. Namun, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39980,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":{"0":"post-39979","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ulasan-menarik"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/39979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=39979"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/39979\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39983,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/39979\/revisions\/39983"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/39980"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=39979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=39979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=39979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}