{"id":38673,"date":"2025-06-13T17:41:06","date_gmt":"2025-06-13T10:41:06","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=38673"},"modified":"2025-06-13T17:58:09","modified_gmt":"2025-06-13T10:58:09","slug":"menteri-pariwisata-ungkap-tantangan-pembangunan-infrastruktur-pariwisata-di-ici-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/menteri-pariwisata-ungkap-tantangan-pembangunan-infrastruktur-pariwisata-di-ici-2025\/","title":{"rendered":"Menteri Pariwisata Ungkap Tantangan Pembangunan Infrastruktur Pariwisata di ICI 2025"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN<\/strong> &#8211; Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkap sejumlah tantangan dalam membangun infrastruktur pariwisata Indonesia saat menyampaikan pidato kunci dalam International Conference on Infrastructure 2025 (ICI 2025) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12\/6\/2025).<\/p>\n<figure id=\"attachment_38675\" aria-describedby=\"caption-attachment-38675\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-38675 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2025\/06\/KL1-1-e1749811057586.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\"><figcaption id=\"caption-attachment-38675\" class=\"wp-caption-text\">Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat menyampaikan keynote speech dalam International Conference on Infrastructure 2025 (ICI 2025) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12\/6\/2025).<\/figcaption><\/figure>\n<p>Menteri Pariwisata Widiyanti menjelaskan bahwa pariwisata tidak hanya bergantung pada infrastruktur besar seperti jalan, listrik, dan bandara, tapi pariwisata juga bergantung pada fasilitas publik dan pusat informasi.<\/p>\n<p>\u201cKami menyadari pembangunan infrastruktur memiliki tantangannya sendiri, salah satunya melekat pada kondisi geografis Indonesia dengan begitu banyak daerah terpencil dan masih sulit diakses,\u201d kata Menteri Pariwisata Widiyanti.<\/p>\n<p>Tantangan selanjutnya ialah pembangunan infrastruktur yang masih berlapis dan saling bergantung. Menteri mencontohkan pembangunan sanitasi yang masih mengandalkan akses air bersih.<\/p>\n<p>&#8220;Dan ini tetap menjadi tantangan di beberapa destinasi tertentu,&#8221; kata Menpar.<\/p>\n<p>Kesiapan masyarakat dalam menjaga aset pembangunan serta pemahaman untuk mewujudkan destinasi wisata yang berkelanjutan juga menjadi tantangan dalam pembangunan infrastruktur pariwisata.<\/p>\n<p>Menteri Widiyanti menjelaskan, infrastruktur akan memberikan dampak yang positif pada pertumbuhan ekonomi di suatu daerah apabila masyarakat lokal siap untuk memeliharanya.<\/p>\n<p>Tantangan berikutnya adalah investasi. Banyak investor yang ragu berinvestasi dalam jangka panjang akibat kondisi iklim yang tidak menentu.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-38676\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2025\/06\/KL7-scaled-e1749811231116.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"249\"><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Wisata Kesehatan dan Kebugaran<\/strong><\/p>\n<p>Saat ini pembangunan infrastruktur terus dilakukan hingga menyentuh wisata tematik yang potensial mencakup wisata kesehatan dan kebugaran. Pemerintah salah satunya sedang mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan dan Pariwisata Internasional Batam.<\/p>\n<p>Zona Ekonomi Khusus ini dirancang untuk menyediakan layanan kesehatan terintegrasi di lingkungan pariwisata.<\/p>\n<p>\u201cJika dikembangkan dengan baik, mereka dapat membantu mempertahankan pengeluaran domestik sekaligus menarik pengunjung internasional yang menghargai pengalaman kesehatan,\u201d ujar Menteri.<\/p>\n<p>Widiyanti mengungkapkan, Indonesia memiliki kekayaan alam, budaya, dan tradisi penyembuhan yang potensial bisa bersaing dalam wisata kesehatan.<\/p>\n<p>Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan pun telah menginisiasi kerja sama untuk memajukan wisata kesehatan, dimulai dengan Pedoman Wisata Kesehatan Indonesia pada tahun 2022.<br \/>\nMenpar juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk percepatan pembangunan infrastruktur pariwisata kesehatan dan kebugaran.<\/p>\n<p>\u201cKami membutuhkan kemitraan publik-swasta, skema pembiayaan yang inovatif, dan model yang dipimpin masyarakat yang menyatukan inovasi, akuntabilitas, dan tujuan bersama,\u201d kata Menpar Widiyanti.<\/p>\n<p>Pada kesempatan ini Menpar Widiyanti juga mengajak pemangku kepentingan untuk berinvestasi di sektor pariwisata Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cBergabunglah dengan kami dalam membangun infrastruktur untuk pariwisata yang lebih maju dan kemakmuran bersama,\u201d kata Menpar.<\/p>\n<p>Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa terdapat potensi Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 84 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.362 triliun) dari pariwisata kesehatan di Indonesia, sehingga menjadi peluang bagi investor yang mau berinvestasi.<\/p>\n<p>\u201cApabila warga negara Indonesia sendiri lebih tertarik melakukan belanja kesehatannya di Tanah Air, warga negara asing akan ikut berdatangan. Mari kita maju bersama-sama dengan menyatukan layanan kesehatan dan pariwisata, kita bisa membangun negara ini lebih kuat, lebih sehat, dan lebih maju,&#8221; kata Budi.<\/p>\n<p>Turut hadir mendampingi Menteri Pariwisata, Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kemenpar Itok Parikesit.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN &#8211; Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkap sejumlah tantangan dalam membangun infrastruktur pariwisata Indonesia saat menyampaikan pidato kunci dalam International Conference on Infrastructure 2025 (ICI 2025) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12\/6\/2025). Menteri Pariwisata Widiyanti menjelaskan bahwa pariwisata tidak hanya bergantung pada infrastruktur besar seperti jalan, listrik, dan bandara, tapi pariwisata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38674,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,123],"tags":[],"class_list":{"0":"post-38673","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-nasional"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/38673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=38673"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/38673\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38677,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/38673\/revisions\/38677"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/38674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=38673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=38673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=38673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}