{"id":38233,"date":"2025-05-12T11:31:52","date_gmt":"2025-05-12T04:31:52","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=38233"},"modified":"2025-05-12T11:33:40","modified_gmt":"2025-05-12T04:33:40","slug":"tampil-perdana-di-archid-in-lite-bersama-para-ahli-mengeksplor-pencahayaan-dalam-mengoptimalkan-ruang-dan-struktur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/tampil-perdana-di-archid-in-lite-bersama-para-ahli-mengeksplor-pencahayaan-dalam-mengoptimalkan-ruang-dan-struktur\/","title":{"rendered":"Tampil Perdana di ARCH:ID, in-Lite bersama para Ahli Mengeksplor Pencahayaan dalam Mengoptimalkan Ruang dan Struktur"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN<\/strong> \u2013 Desain interior yang memikat tidak hanya tentang elemen dekoratif yang cantik, tetapi juga tentang pencahayaan yang tepat. Penataan furnitur maupun pemilihan dekorasi yang cermat akan terkesan biasa saja dalam ruangan yang kurang penerangan.<\/p>\n<p>Setiap elemen desain membutuhkan cahaya yang tepat untuk mengungkapkan keindahan sejatinya. Kini, pencahayaan bukan lagi sekadar pertimbangan akhir, melainkan komponen arsitektur yang esensial, membentuk narasi desain dari konsepsi hingga realisasi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_38234\" aria-describedby=\"caption-attachment-38234\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-38234 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2025\/05\/Foto-2-e1747024218688.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\"><figcaption id=\"caption-attachment-38234\" class=\"wp-caption-text\">(Ki-ka) Lighting Design Director Pavilion95, Agust Danang Ismoyo, General Manager Marketing in-Lite, Fransiska Darmawan, Co-Founder Insignio Studio, Adianto Salim, dan Architect mensanaDANteman, Alvar Mensana sedang berfoto bersama pada sesi in-Lite Talk bertajuk \u2018Beyond Illumination: Lighting Through Space &amp; Structure\u2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, pada Sabtu (10\/5). Pada acara ini, para narasumber berbagi inspirasi bahwa pencahayaan bukan lagi sekadar pertimbangan akhir, melainkan berperan dalam membentuk narasi desain, dari konsepsi hingga realisasi.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tampil perdana di ARCH:ID, General Manager Marketing in-Lite, Fransiska Darmawan, mengungkapkan, \u201cKami melihat pencahayaan sebagai elemen fundamental desain, bukan hanya kebutuhan fungsional. Pencahayaan memiliki kekuatan untuk membentuk ruang, menciptakan tekstur, menonjolkan warna, dan mengarahkan fokus visual. Memahami bagaimana memanfaatkan pencahayaan ini adalah kunci untuk menciptakan desain yang benar-benar eksepsional.\u201d Fransiska menyampaikan hal ini dalam acara in-Lite Talk bertajuk \u2018<em>Beyond Illumination: Lighting Through Space &amp; Structure<\/em>\u2019, pada Jumat (10\/5) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD.<\/p>\n<p>Pada acara tersebut, in-Lite bersama Pavilion95 dan Insignio Studio yang merupakan konseptor dan desainer dari in-Lite Pavilion yang bertajuk \u2018<em>A Glowing Light Box<\/em>\u2019, serta mensanaDANteman sebagai perwakilan para arsitek yang menciptakan konsep <em>Performative Archipelago<\/em> dan mewujudkan Jembatan Khatulistiwa, instalasi terbesar di perhelatan ARCH:ID 2025, membagikan bagaimana mereka mengeksplor pencahayaan dalam mengoptimalkan ruang dan mempertegas struktur bangunan.<\/p>\n<p>Pencahayaan memiliki pengaruh yang kuat terhadap <em>mood<\/em> dan atmosfer suatu ruang. Warna cahaya, intensitas, dan distribusinya dapat membangkitkan berbagai emosi dan menciptakan suasana yang berbeda<\/p>\n<p>Lighting Design Director Pavilion95, Agust Danang Ismoyo, mengungkapkan, \u201cPencahayaan adalah bahasa yang <em>subtle<\/em> namun kuat, mempengaruhi emosi, dan mengarahkan persepsi ruang. Melalui warna, intensitas, dan arah cahaya, seorang desainer dapat menciptakan rasa nyaman, membangkitkan energi, atau menghadirkan keheningan yang menenangkan. Lebih dari sekadar elemen teknis, cahaya adalah alat kurasi pengalaman yang menyentuh indera sekaligus jiwa.\u201d<\/p>\n<p>\u201cIn-Lite Pavilion mengajak pengunjung merasakan langsung peran cahaya dalam membentuk persepsi, gerak, dan emosi melalui lima narasi ruang imersif:<em> The Chandeliers, The Room, The Void, The Corridor<\/em>, dan <em>The Garden. <\/em>Setiap ruang dirancang untuk menampilkan bagaimana cahaya-melalui perpaduan terang dan bayangan-membentuk persepsi, gerak, dan emosi,\u201d jelas Danang.<\/p>\n<p>Menggali lebih dalam tentang tujuan desain, gaya yang dipilih, tema yang diangkat, dan pesan yang ingin disampaikan menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang sesuai kebutuhan dan karakter pemilik.<\/p>\n<p>\u201cDesain pencahayaan yang efektif berakar pada pemahaman mendalam tentang visi dan konsep dari arsitek atau desainer. Kami menyukai desain yang eksklusif, bermain dengan warna, beragam material dan visual. Cahaya bukan sekadar penerang, melainkan elemen yang membentuk narasi visual dalam ruang. Jadi, bagi kami pencahayaan bukanlah sekadar tambahan, melainkan bagian integral yang harus direncanakan sejak awal untuk memperkuat narasi desain,\u201d kata Co-Founder Insignio Studio, Adianto Salim.<\/p>\n<p>Desain pencahayaan efektif yang dapat mengintegrasikan cahaya adalah sebuah seni dengan sendirinya. Kolaborasi antara in-Lite, Pavilion95, dan Insignio Studio, melahirkan in-Lite Pavilion, sebuah kotak cahaya semi-transparan yang diciptakan dengan semangat <em>\u2018Beyond Illumination\u2019<\/em> untuk menekankan bahwa pencahayaan tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga mampu menghidupkan ruang, membentuk struktur, serta menciptakan cerita.<\/p>\n<p>Keunikan konsep ini juga berhasil menarik perhatian para pengunjung dan juri, menjadikan in-Lite Pavilion terpilih sebagai salah satu pemenang Best Booth di ARCH:ID 2025\u2014sebuah pencapaian yang menegaskan pentingnya pencahayaan sebagai elemen utama dalam arsitektur dan desain interior.<\/p>\n<p>in-Lite juga turut terlibat dalam proses pembuatan Jembatan Khatulistiwa dengan menyediakan semua lampu guna menerangi area jembatan, sekaligus mengoptimalkan estetika daya tarik utama ARCH:ID 2025 tersebut.<\/p>\n<p>Baca:<a href=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/ulasan-menarik\/tampil-perdana-di-archid-2025-in-lite-menghadirkan-pavilion-bertajuk-a-glowing-light-box\/\">https:\/\/indonesiatripnews.com\/ulasan-menarik\/tampil-perdana-di-archid-2025-in-lite-menghadirkan-pavilion-bertajuk-a-glowing-light-box\/<\/a><\/p>\n<p>\u201cJembatan Khatulistiwa adalah instalasi terbesar yang pernah dibangun dalam sejarah ARCH:ID. Ini menjadi bukti nyata bahwa hal luar biasa dapat tercapai dengan dedikasi dan tujuan bersama. Instalasi ini juga mengingatkan kita, bahwa arsitektur performatif bukan hanya tentang tampilan atau fungsi, tapi tidak terlepas dari proses pembuatannya yang melalui kolaborasi serta saling menghargai untuk meningkatkan standar desain arsitektur di Indonesia. Oleh karena itu, saya ingin mengungkapkan apresiasi kepada in-Lite yang menjadi bagian dari proses ini,\u201d ungkap Architect mensanaDANteman, Alvar Mensana<\/p>\n<p>\u201cKami sangat bangga dapat berkolaborasi di ARCH:ID bersama arsitek, desainer dan para mitra dalam mewujudkan in-Lite Pavilion dan mendukung Jembatan Khatulistiwa. Tentu, pencahayaan memiliki peran penting dan terintegrasi sebagai bagian dari karya yang mengagumkan ini. Kami juga merasa sangat beruntung karena in-Lite Pavilion terletak di tengah-tengah Jembatan Khatulistiwa, sehingga memiliki akses yang strategis bagi pengunjung,\u201d kata Fransiska Darmawan.<\/p>\n<p>Fransiska menambahkan, \u201cPartisipasi in-Lite di ARCH:ID 2025 merupakan wujud nyata konsep <em>&#8216;Beyond Illumination&#8217;<\/em>, di mana kami terus ingin membuktikan bahwa cahaya bukan hanya sekedar penerangan, seiring dengan komitmen kami untuk terus #TerangIndonesia.\u201d<\/p>\n<p>in-Lite Pavilion di ARCH:ID mendapat dukungan dari berbagai mitra, termasuk Artisan Rug, Shema Lab, TACO, Sono Living, Mao You Timber, Growandgrow.id, dan Armonia Paint. Dengan produk-produk yang mudah diakses oleh masyarakat, kolaborasi ini membuktikan bahwa keindahan dan kualitas tidak selalu diperoleh dengan harga tinggi, melainkan bisa diraih melalui produk-produk yang mudah diakses masyarakat dan <em>value for money<\/em>.<\/p>\n<p>Partisipasi ini juga menegaskan komitmen in-Lite untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan para pelaku industri kreatif dalam menciptakan ruang yang lebih baik melalui pencahayaan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN \u2013 Desain interior yang memikat tidak hanya tentang elemen dekoratif yang cantik, tetapi juga tentang pencahayaan yang tepat. Penataan furnitur maupun pemilihan dekorasi yang cermat akan terkesan biasa saja dalam ruangan yang kurang penerangan. Setiap elemen desain membutuhkan cahaya yang tepat untuk mengungkapkan keindahan sejatinya. Kini, pencahayaan bukan lagi sekadar pertimbangan akhir, melainkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38235,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,88],"tags":[],"class_list":{"0":"post-38233","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-metropolitan"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/38233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=38233"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/38233\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38236,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/38233\/revisions\/38236"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/38235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=38233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=38233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=38233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}