{"id":38171,"date":"2025-05-09T07:04:25","date_gmt":"2025-05-09T00:04:25","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=38171"},"modified":"2025-05-09T07:05:32","modified_gmt":"2025-05-09T00:05:32","slug":"dmasiv-dan-buya-yahya-bahas-kolaborasi-seni-untuk-dakwah-dan-kemanusiaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/hiburan\/musik\/dmasiv-dan-buya-yahya-bahas-kolaborasi-seni-untuk-dakwah-dan-kemanusiaan\/","title":{"rendered":"D\u2019MASIV dan Buya Yahya Bahas Kolaborasi Seni untuk Dakwah dan Kemanusiaan"},"content":{"rendered":"<p><strong>CIREBON, ITN &#8211; <\/strong>Ada yang istimewa di Pondok Pesantren Al Bahjah, akhir pekan lalu. Vokalis D\u2019MASIV, Rian Ekky Pradipta, terlihat khusyuk berdialog dengan Buya Yahya, ulama kharismatik yang dikenal luas karena ceramah-ceramahnya yang menyejukkan. Bukan tanpa alasan, pertemuan itu lahir dari kerinduan Rian akan sosok ulama yang selama ini hanya ia saksikan dari layar telfon genggam.<\/p>\n<p>\u201cSelama ini saya cuma lihat Buya dari YouTube, dari postingan teman-teman. Kok rasanya pengen banget ketemu langsung. Alhamdulillah hari ini kesampaian,\u201d ungkap Rian dengan antusias.<\/p>\n<figure id=\"attachment_38173\" aria-describedby=\"caption-attachment-38173\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-38173 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2025\/05\/Rian-Ekky-Pradipta-kiri-Buya-Yahya-tengah-dan-Agus-Rosyidi-kanan-1-e1746747687639.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"463\"><figcaption id=\"caption-attachment-38173\" class=\"wp-caption-text\">Rian Ekky Pradipta (kiri), Buya Yahya (tengah), dan Agus Rosyidi (kanan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Namun pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi. Di balik perbincangan hangat, tersimpan kegelisahan dan sekaligus harapan: bagaimana musik bisa menjadi jembatan nilai-nilai spiritual dan sosial. D\u2019MASIV yang dikenal lewat lagu-lagu bertema harapan dan semangat hidup, tengah menapaki fase baru dalam perjalanannya: menjadi band yang bukan hanya didengar, tetapi juga dirasakan dampaknya dalam kehidupan nyata.<\/p>\n<p><strong>Lagu yang Menyembuhkan Luka<\/strong><\/p>\n<p>Satu lagu yang terus hadir dalam kisah inspiratif D\u2019MASIV adalah \u201cJangan Menyerah\u201d. Dirilis tahun 2009, lagu ini melintasi batas genre dan agama, menjadi anthem diam-diam bagi banyak orang yang tengah berjuang dalam hidup.<\/p>\n<p>\u201cWaktu itu saya jalan di mall, ada ibu-ibu lari nyamperin, cuma bilang, \u2018Terima kasih sudah buat lagu itu. Setiap kemoterapi, saya dengarnya lagu itu.\u2019 Itu bikin saya merinding,\u201d kata Rian. Bahkan, lanjutnya, lagu itu pernah dijadikan rujukan oleh pemuka agama di Bali, yang menyebutkan bahwa esensi kitab suci yang dibacanya terasa terangkum dalam lagu itu: sabar dan syukur.<\/p>\n<p>Fenomena ini mendorong D\u2019MASIV membentuk Yayasan Jangan Menyerah, yang mengusung misi kemanusiaan berbasis semangat dari lagu tersebut. \u201cKita bantu musisi yang sedang sakit, olahragawan yang butuh biaya medis, bahkan bangun masjid dan bantu anak-anak sekolah,\u201d jelas Rian.<\/p>\n<p><strong>Soft Power Musik dan Potensi Dakwah Kolaboratif<\/strong><\/p>\n<p>Bagi D\u2019MASIV, musik bukan hanya hiburan. Ia adalah soft power yang mampu menyentuh titik terdalam manusia. Rian menyebut contoh John Lennon yang menggubah lagu <em>War Is Over<\/em> sebagai protes damai terhadap perang. \u201cDulu saya bikin lagu itu (Jangan Menyerah) buat diri sendiri yang lagi susah, tapi ternyata banyak yang jauh lebih berat, dan mereka terangkat karenanya,\u201d ujar Rian.<\/p>\n<p>Tak heran jika kini ia membuka kemungkinan kolaborasi dakwah berbasis seni. Bersama Buya Yahya, D\u2019MASIV berharap bisa menjembatani dunia musik dan pesan spiritual. \u201cMungkin pendekatannya lewat membedah lirik. Gimana lirik bisa mengubah hidup seseorang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Buya Yahya pun menyambut hangat gagasan itu. Menurutnya, setiap pertemuan harus melahirkan manfaat. \u201cKalau orang punya potensi, kami ingin dari potensinya nanti ada buah yang bisa dipetik untuk perjuangan kemanusiaan dan kebaikan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, pertemuan dengan orang-orang seperti D\u2019MASIV bukan sekadar basa-basi, tetapi misi untuk mengajak semakin banyak insan menebar kebermanfaatan lewat jalan yang mereka kuasai\u2014dalam hal ini, musik.<\/p>\n<p><strong>D\u2019MASIV: Dari Panggung ke Pelayanan Sosial<\/strong><\/p>\n<p>D\u2019MASIV, yang mulai menapaki ketenaran sejak menjuarai kompetisi A Mild Live Wanted 2007 dan merilis album debut <em>Perubahan<\/em>, kini bukan hanya dikenal lewat lagu-lagunya yang menyentuh, seperti \u201cCinta Ini Membunuhku\u201d dan \u201cDi Antara Kalian\u201d. Band ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial seperti penggalangan dana bencana, donasi penjualan album, hingga kampanye kesehatan dan pendidikan lewat yayasan yang mereka dirikan.<\/p>\n<p>Pertemuan mereka dengan Buya Yahya menjadi penanda bahwa musik tak harus berhenti di telinga. Ia bisa menuntun hati, menyalakan semangat, dan mendorong tindakan nyata. Dan mungkin, seperti yang diyakini Rian, semua itu adalah bagian dari skenario yang lebih besar: bagaimana Allah menggerakkan musik sebagai alat dakwah yang lembut namun mengubah.<\/p>\n<p>\u201cPertemuan yang dibangun karena Allah,\u201d kata Buya Yahya. \u201cBeliau datang ke sini, berarti Insya Allah beliau adalah hamba Allah yang dikirim untuk diajak berbincang tentang kemanusiaan, kemaslahatan, dan kemajuan.\u201d<\/p>\n<p>Pada pertemuan ini hadir pula CEO Jagat Ideascape, Agus Rosyidi. Agus mengapresiasi pertemuan antara Buya Yahya dan D\u2019MASIV. \u201cDari satu pertemuan, tumbuh harapan baru. D\u2019MASIV dan Buya Yahya kini seirama dalam satu misi: menjadikan seni bukan hanya untuk merayakan hidup, tapi juga untuk memuliakannya,\u201d pungkas Agus.<\/p>\n<figure id=\"attachment_38174\" aria-describedby=\"caption-attachment-38174\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-38174 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2025\/05\/Buya-Yahya-Kedua-dari-Kanan-Bersama-Personel-DMASIV-e1746747783930.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"467\"><figcaption id=\"caption-attachment-38174\" class=\"wp-caption-text\">Buya Yahya (Kedua dari Kanan) Bersama Personel D&#8217;MASIV<\/figcaption><\/figure>\n<p>Jagat Ideascape adalah perusahaan content provider yang fokus pada pengembangan ekosistem konten dan <em>Intellectual Property<\/em> (IP) di Indonesia. Dengan menggabungkan kekuatan storytelling, teknologi digital, dan kecerdasan buatan (AI), Jagat Ideascape menciptakan produk-produk konten yang bernilai tinggi, relevan, dan siap berkembang lintas platform.<\/p>\n<p>Dalam pengembangannya, Jagat Ideascape menjalin kolaborasi juga dengan kalangan ulama dan pendakwah, salah satunya Buya Yahya. Hal ini dilakukan untuk menghadirkan konten inspiratif yang otentik, kontekstual, dan menjangkau masyarakat luas melalui format digital yang modern.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CIREBON, ITN &#8211; Ada yang istimewa di Pondok Pesantren Al Bahjah, akhir pekan lalu. Vokalis D\u2019MASIV, Rian Ekky Pradipta, terlihat khusyuk berdialog dengan Buya Yahya, ulama kharismatik yang dikenal luas karena ceramah-ceramahnya yang menyejukkan. Bukan tanpa alasan, pertemuan itu lahir dari kerinduan Rian akan sosok ulama yang selama ini hanya ia saksikan dari layar telfon [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38172,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[81,80],"tags":[],"class_list":{"0":"post-38171","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-musik","8":"category-hiburan"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/38171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=38171"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/38171\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38175,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/38171\/revisions\/38175"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/38172"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=38171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=38171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=38171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}