{"id":37210,"date":"2025-02-17T15:33:21","date_gmt":"2025-02-17T08:33:21","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=37210"},"modified":"2025-02-18T04:52:30","modified_gmt":"2025-02-17T21:52:30","slug":"remys-seaside-bistro-restoran-dengan-pemandangan-laut-indah-dan-pasir-putih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/perjalanan-wisata\/kuliner\/remys-seaside-bistro-restoran-dengan-pemandangan-laut-indah-dan-pasir-putih\/","title":{"rendered":"Remy\u2019s Seaside\u00a0 Bistro, Restoran dengan Pemandangan Laut Indah dan Pasir Putih"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> Hujan lebat yang mengguyur kawasan pasir putih Pantai Indah Kapuk (PIK)-2, di perbatasan Tangerang, Banten dan DKI Jakarta siang itu benar-benar membuat suasana menjadi\u00a0 basah dan dingin.<\/p>\n<p>Tapi tidak demikian dengan suasana\u00a0 di dalam Remy\u2019s Seaside Bistro PIK-2 yang terasa hangat dan nyaman. Kehangatan dan kenyamanan yang berpadu dengan suasana romantis itu terasa begitu\u00a0 menenteramkan hati dengan terdengarnya lagu-lagu berbahasa Prancis yang lembut.<\/p>\n<p>Pendiri dan pemilik Remy\u2019s Seaside Bistro, Riana Harsono beserta staf berusaha sekuat tenaga agar suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu terus tercipta. Salah satu caranya\u00a0 dengan\u00a0 menyambut tamu yang datang di tempat yang menawan di tepi laut itu. Senyum, keramahan, dan rasa hormat dari seluruh staf di bistro itu wajib dinomorsatukan untuk menyambut para tamu atau pelanggan.<\/p>\n<p>Hamparan pasir putih, gelombang air laut, lalu-lalang perahu-perahu nelayan, dan puluhan burung berbulu putih yang mencari makan; menjadi pemandangan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.<\/p>\n<figure id=\"attachment_37212\" aria-describedby=\"caption-attachment-37212\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-37212\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-17-at-11.19.26-AM-e1739780483383.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"1052\"><figcaption id=\"caption-attachment-37212\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu ruangan yang menjadi favorit tamu atau pelanggan adalah ruang <em>glass house<\/em> atau rumah kaca yang tepat berada di bibir laut. Dari ruangan VVIP yang mampu memuat 50 orang itu, pengunjung atau tamu bisa melihat langsung laut dan lingkungan yang terjaga bersih dan asri.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pada malam hari suasanapun berubah. Di kegelapan malam, kecantikan lingkungan\u00a0 makin menawan karena terhiasi oleh kerlap-kerlip lampu dari bagan-bagan di tengah laut. Jembatan penghubung antara Provinsi Banten dengan DKI Jakarta yang dihiasi lampu-lampu warna-warni di tepiannya juga menciptakan pemandangan indah yang bisa dinikmati langsung dari dalam Remy\u2019s Seaside Bistro. Di bagian luar, taburan bintang yang menghiasi langit juga terlihat pada malam hari.<\/p>\n<p>\u201cSaya ingin menciptakan sesuatu yang belum ada di Jakarta. Dan inilah wujudnya,\u201d ucap Riana Harsono dengan penuh senyum. Yang penting apa yang dilakukan bisa bermanfaat untuk orang lain, tambahnya.<\/p>\n<p>Untuk menjalankan bisnisnya itu, wanita cantik itu harus mau \u201cbercapek ria\u201d. Itu yang harus <em>dilakoni<\/em>. Tapi di situlah kepuasan batin diperolehnya. Bagaimana tidak harus capek? Riana yang didukung para staf harus memberikan pelayanan prima kepada setiap pengunjung atau tamu-tamu yang ingin menikmati hidangan, makanan, dan minuman sehat dan\u00a0 lezat yang disuguhkan Remy\u2019s.<\/p>\n<p>Selain lezat, kesemuanya harus higienis. Selain itu,\u00a0 perlengkapan makan dan minum di Remy\u2019s Seaside Bistro disetarakan dengan perlengkapan makan dan minum hotel bintang lima. Kaca-kaca yang melingkupi seluruh bangunan pun sudah dipasang lapisan anti-bakteri seperti yang diterapkan di rumah sakit-rumah sakit bertaraf nasional. Hal-hal seperti itu yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.<\/p>\n<p>Remy\u2019s Seaside Bistro dengan alamat di Land\u2019s End Jl Yos Sudarso PIK-2, Pasir Putih, Kabupaten Tangerang, Banten meski baru berdiri sekitar satu tahun ini, tapi telah banyak dikenal oleh banyak kalangan. Karena itu tidaklah mengherankan jika berkunjung ke tempat itu, kita bisa bersua dengan tokoh-tokoh terkemuka. Tempat itu juga telah menjadi restoran\u00a0 nyaman tempat berkumpulnya keluarga.<\/p>\n<figure id=\"attachment_37213\" aria-describedby=\"caption-attachment-37213\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-37213\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-17-at-11.17.17-AM-1-e1739780563305.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"930\"><figcaption id=\"caption-attachment-37213\" class=\"wp-caption-text\">Pendiri dan pemilik Remy\u2019s Seaside Bistro, Riana Harsono dengan hidangan laut Lobster jenis Mutiara.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Salah satu ruangan yang menjadi favorit tamu atau pelanggan adalah ruang <em>glass house<\/em> atau rumah kaca yang tepat berada di bibir laut. Dari ruangan VVIP yang mampu memuat 50 orang itu, pengunjung atau tamu bisa melihat langsung laut dan lingkungan yang terjaga bersih dan asri. Tamu atau pengunjung juga bisa menikmati makanan dan minuman di bagian luar dengan hamparan pasir putih yang bisa menjadi tempat bermain anak-anak. Seluruh ruangan dan tempat yang disiapkan di Remy\u2019s Seaside Bistro mampu menampung 168 orang.<\/p>\n<p>\u201cSaya berusaha keras menjaga lingkungan ini terawat, bersih, dan asri; sehingga nyaman untuk keluarga yang berkunjung ke Remy\u2019s,\u201d ujar Riana optimis.<\/p>\n<p>Menjawab pertanyaan mengenai menu yang disiapkan di tempat itu, wanita yang sering melanglang dunia itu menyebutkan puluhan. Demikian juga minuman maupun camilannya. Yang jelas, semuanya sehat dan lezat. \u201cItu terinspirasi oleh masakan Prancis dan Korea Selatan. Karena itu, ada menu-menu yang namanya seperti hidangan <em>ala <\/em>Prancis dan Korea Selatan. Dan semuanya halal. Di sini <em>no pork, no lard<\/em>,\u201d jelas Riana.<\/p>\n<p>Tidak hanya <em>beef<\/em> dari Amerika dan Australia, Remy\u2019s Seaside Bistro juga menyajikan hidangan laut, seperti lobster, salmon, baramudi, dan lain-lain yang diolah dan diracik oleh <em>chef <\/em>yang sudah sangat berpengalaman. \u201cSeperti ini, lobsternya jenis mutiara,\u201d\u00a0 kata Riana Harsono sambil menunjuk hidangan di hadapannya. Mengenai harga, menurutnya tidak akan memberatkan tamu dan pengunjung. \u201cSilakan datang, meski hanya minum kopi,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Remy\u2019s Seaside Bistro yang menyerap sekitar 60 tenaga kerja, tiga <em>shift <\/em>\u00a0dan ada <em>staff back office<\/em>,\u00a0 konsultan pajak, tim sosmed (vendor), dan <em>cleaning<\/em> <em>service<\/em> (vendor) sudah menjadi magnet bagi banyak orang. Tidak hanya dari Jakarta dan Tangerang yang datang, tapi juga tamu-tamu dari Medan, Bandung, Surabaya, Cirebon, Maluku, Timika (Papua),\u00a0 dan banyak turis mancanegara, termasuk dari Timur Tengah sudah menikmati hidangan di tempat yang indah dan nyaman itu.<\/p>\n<p>\u201cSaya merasa bahagia bisa melayani tamu-tamu yang datang. Kehormatan bagi kami untuk bisa menerima dan melayani tamu dari berbagai daerah di Nusantara, selain tamu mancanegara. Kami akan terus berbenah diri, agar para tamu merasa nyaman,\u201d akunya.<\/p>\n<p>Menghadapi bulan Ramadhan mendatang, pihaknya juga sudah merancang suasana yang berbeda dari hari-hari biasa. \u201cNanti di Remy\u2019s akan ada Aladin dan Jinny,\u201d ujarnya. (ori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- Hujan lebat yang mengguyur kawasan pasir putih Pantai Indah Kapuk (PIK)-2, di perbatasan Tangerang, Banten dan DKI Jakarta siang itu benar-benar membuat suasana menjadi\u00a0 basah dan dingin. Tapi tidak demikian dengan suasana\u00a0 di dalam Remy\u2019s Seaside Bistro PIK-2 yang terasa hangat dan nyaman. Kehangatan dan kenyamanan yang berpadu dengan suasana romantis itu terasa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":37211,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[65,1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-37210","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kuliner","8":"category-perjalanan-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/37210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=37210"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/37210\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37215,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/37210\/revisions\/37215"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/37211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=37210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=37210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=37210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}