{"id":35514,"date":"2024-10-23T14:59:13","date_gmt":"2024-10-23T07:59:13","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=35514"},"modified":"2024-10-23T20:31:32","modified_gmt":"2024-10-23T13:31:32","slug":"suksesnya-front-row-paris-langkah-menuju-pengakuan-global-fashion-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/gaya-hidup\/fesyen\/suksesnya-front-row-paris-langkah-menuju-pengakuan-global-fashion-indonesia\/","title":{"rendered":"Suksesnya Front Row Paris, Langkah Menuju Pengakuan Global Fashion Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN<\/strong> &#8211; Acara Front Row Paris yang dihelat pada awal September 2024 di La Salle Wagram, Paris, berjalan dengan sukses dan lancar, menjadi langkah signifikan bagi fesyen Indonesia untuk mendapatkan pengakuan di kancah global.<\/p>\n<p>Acara ini dipersembahkan oleh Ditali Cipta Kreatif dan Indonesian Fashion Chamber yang menghadirkan para desainer berbakat Indonesia dengan karya-karya terbaiknya.<\/p>\n<p>Acara yang diselenggarakan setiap tahun ini untuk mengedepankan pemasaran produk fesyen Indonesia ke pasar Eropa yang memegang peran penting terhadap industri fesyen dunia. Front Row Paris ditargetkan sebagai pintu masuk bagi desainer dan jenama fesyen Indonesia untuk menjaring <em>buyer<\/em> mancanegara, khususnya Eropa.<\/p>\n<p>Tahun ini, Front Row Paris menghadirkan 9 desainer dan jenama Indonesia dalam rangkaian kegiatan <em>fashion showcase, exhibition, <\/em>dan<em> business matching. <\/em>Selain menargetkan lebih ramai dikunjungi <em>stakeholder, buyer<\/em>, media, dan <em>influencer <\/em>di Eropa, Front Row Paris ditargetkan pula dapat membuka kerjasama atau transaksi bisnis jangka panjang, baik <em>Business to Business<\/em> (B2B) maupun <em>Business to Consumer <\/em>(B2C), antara desainer dan jenama Indonesia dengan <em>buyer<\/em> internasional, khususnya dari negara-negara Eropa.<\/p>\n<p>\u201cDalam kesempatan yang luar biasa ini, kami dengan bangga mengumumkan kerja sama strategis dengan Printemps Haussmann, salah satu <em>department store<\/em> ternama di Paris. Tahun ini, telah ditandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk mendorong produk fesyen Indonesia agar dapat diterima lebih luas di Eropa, khususnya Prancis. Kerja sama ini membuka peluang besar bagi <em>brand-brand<\/em> Indonesia untuk masuk ke pasar internasional dan bersaing di panggung mode dunia,\u201d papar Ali Charisma, Advisory Board Indonesian Fashion Chamber.<\/p>\n<p>Selain sebagai ajang <em>showcase<\/em>, Front Row Paris menjadi <em>platform<\/em> penting bagi jenama fesyen Indonesia untuk memamerkan kekuatan mereka dalam menerapkan konsep <em>sustainable fashion<\/em>, seperti penggunaan wastra, pengerjaan secara <em>handmade <\/em>(buatan tangan), dan <em>slow fashion<\/em>. Hal ini memperkuat visi untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat mode dunia, yang tidak hanya berfokus pada keindahan desain, tetapi juga nilai budaya dan keberlanjutan.<\/p>\n<p>Front Row Paris bukan hanya sebuah pertunjukan, melainkan awal dari perjalanan baru dalam membawa produk-produk Indonesia ke mata dunia.<\/p>\n<p>\u201cDengan kesuksesan acara ini, cita-cita untuk membawa Indonesia ke peta mode dunia semakin mendekat, melalui produk-produk unggulan yang mencerminkan warisan tradisional dan keahlian tangan para pengrajin lokal. Kami berharap bahwa melalui langkah ini, fesyen Indonesia akan terus berkembang dan dikenal sebagai kekuatan kreatif yang tak terpisahkan dari industri mode global,\u201d jelas Ali Charisma.<\/p>\n<p>Desainer dan jenama fesyen Indonesia yang berpartisipasi untuk mempresentasikan dan memasarkan produknya di Front Row Paris, yaitu Ali Charisma, Deden Siswanto, Lenny Agustin, Gregorius Vici x Lucent Skincare, Sofie, TESTIMO by SB x Jims Honey, dan A3 Studio, jenama asal Paris, serta siswa sekolah mode.<\/p>\n<p><strong>Ali Charisma<\/strong> meluncurkan koleksi terbaru bertema \u201cReimagining Tradition and Embracing the Future\u201d yang menonjolkan keanggunan Batik Yogyakarta dengan sentuhan kontemporer. Dengan menggabungkan bahan daur ulang dan kain berkelanjutan yang bersumber dari berbagai pulau di Indonesia, desain koleksi ini menekankan komitmen terhadap mode ramah lingkungan sekaligus merayakan warisan budaya batik yang kaya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-35519\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/10\/DSC08669-scaled-e1729670237860.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"467\"><\/p>\n<p>Setiap pakaian mencerminkan perpaduan seni tradisional dan kesadaran lingkungan yang berpikiran maju, menghadirkan perspektif baru pada mode global. Warna-warna cerah, bentuk inovatif, dan tekstur koleksi ini ditujukan kepada khalayak global, yang memadukan esensi dinamis kota-kota modern dengan keindahan abadi kerajinan Indonesia. Koleksi ini memperlihatkan narasi tradisi dalam transformasi-menghormati masa lalu sambil menapaki jalan menuju masa depan yang lebih hijau dan lebih bertanggung jawab.<\/p>\n<p>DedenSiswanto mengangkat pesona wastra Nusantara dari Batik Kamuning dan Batik Paseban pada koleksi <em>ready-to-wear deluxe <\/em>dengan <em>cutting<\/em> trapesium pada <em>coat,<\/em> rompi<em>, jacket, blouse<\/em>, apron, celana, dan rok. Koleksi ini bertema \u201cJagad Nalendra\u201d yang berarti baginda alam yang melambangkan kokohnya akar yang digambarkan pada motif batik.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-35515\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/10\/DSC07893-scaled-e1729669367286.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"467\"><\/p>\n<p>Pertama kalinya ditampilkan penggunaan Batik Kamuning dan Batik Paseban kombinasi dengan taffeta, organdi, dan <em>duchess<\/em> ini sebagai upaya memperkenalkan budaya Indonesia.<\/p>\n<p>Batik Kamuning merupakan batik khas Kuningan yang terinspirasi dari ikon Kabupaten Kuningan seperti kuda, ikan dewa, bokor, dan flora seperti akar dan bunga kemuning. Batik Paseban memiliki berbagai macam motif yang terinspirasi dari alam seperti motif akar dan api. Dengan <em>style exotic dramatic, <\/em>koleksi ini memberikan pilihan warn<em>a black, champagne gold, bright gold, <\/em>dan<em> beige. <\/em><\/p>\n<p>Lenny Agustin menampilkan koleksi bertema \u201cDark Romance\u201d yang dimaknai sebagai percintaan rahasia yang misterius dan rasa <em>insecure<\/em>, namun penuh dengan godaan dan harapan yang membuncah. Diwujudkan dalam koleksi padu padan kebaya, kemben, rok, dan celana panjang berbahan renda<em>, brocade<\/em>, sutera, katun, dan polyester.<\/p>\n<p>Didominasi warna hitam untuk menggambarkan sisi misterius yang dipadukan warna cerah motif bebungaan merah, pink, krem, dan hijau dedaunan untuk mengungkapkan hasrat terpendam. Sepatu yang melengkapi penampilan merupakan kerjasama Lenny Agustin dengan <em>brand<\/em> sepatu Tegep Boots.<\/p>\n<p><strong>Gregorius Vici x Lucent Skincare<\/strong> membawa koleksi bertema \u201cUn Jardin\u201d yang terinspirasi keindahan taman bunga di keraton beserta arsitektur dan ornamennya, di mana para wanita bangsawan berkumpul menikmati <em>tea-time<\/em> di taman.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-35516\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/10\/DSC07788-1-scaled-e1729669507461.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"467\"><\/p>\n<p>Perpaduan budaya Barat dan Timur dari masa tersebut dituangkan dalam koleksi dengan <em>style modern classic<\/em>. Penggunaan material seperti batik tulis, batik cap, katun, satun, santung, <em>tulle,<\/em> dan satin <em>duchess<\/em> dalam nuansa warna pastel diaplikasikan dengan siluet H dan A dengan detail yang feminin seperti payet dan bordir.<\/p>\n<p><strong>Sofie<\/strong> mempresentasikan koleksi bertema \u201cRebellious Modernism\u201d yang dimaknai sebagai antusiasme gaya <em>street wear<\/em> yang bebas dan ekspresi lepas tanpa batasan dari segala aturan dan tekanan. Koleksi ini melambangkan kebebasan dan ekspresi baru dari era pasca modernisme melalui gava busana yang berubah cepat, dan sikap pemberontakan dari universalisme di mana rasa identitas dan orisinalitas begitu penting.<\/p>\n<p>Koleksi ini mencerminkan pula dampak dari meledaknya genre musik dan seni yang melahirkan aliran baru dalam gaya <em>street wear<\/em> berpadu dengan riasan berkesan <em>gothic <\/em>dan gaya rambut khas rebel.<\/p>\n<p>TESTIMO by SB merupakan <em>brand modest fashion<\/em> Indonesia dengan gabungan <em>style<\/em> modern, elegan, dan glamor yang didirikan oleh desainer Sari Batubara. Tidak hanya fokus pada produk <em>ready-to-wear,<\/em> tetapi juga menyediakan koleksi <em>couture<\/em>, seperti koleksi bertema \u201cTake Me to Paris\u201d yang ditampilkan di Front Row Paris.<\/p>\n<p>Sesuai temanya, koleksi dengan desain baru dan inovatif ini dapat mengingatkan betapa cantik dan romantisnya Paris, dan membuat ingin terbang ke Paris sambil mengenakan busana Testimo yang menawan.<\/p>\n<p>Untuk debut koleksinya di Paris ini, TESTIMO by SB menghadirkan koleksi memukau dengan palet warna pastel yang menawan, menyambut bab yang baru nan <em>sophisticated <\/em>bagi <em>brand<\/em> ini.<\/p>\n<p>Dengan nuansa lavender lembut, biru muda dan <em>baby pink<\/em>, koleksi ini memancarkan keanggunan yang istimewa dari desain <em>couture<\/em> yang apik dan penuh detail. Kini TESTIMO by SB memperluas koleksinya dengan mencakup pakaian sehari-hari yang <em>stylish<\/em> dan tidak lupa mencerminkan detail dan keanggunan yang sama.<\/p>\n<p><strong>Jims Honey<\/strong>, perusahaan <em>fashion accessories,<\/em> dengan bangga ikut serta dalam ajang ini untuk mendukung desainer Indonesia dalam menambah nilai estetika terhadap kreasi busananya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-35518\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/10\/DSC08027-scaled-e1729669925105.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"467\"><\/p>\n<p>Dengan memadukan aksesori berupa tas yang elegan dan berkualitas tinggi yang dirancang khusus untuk memperkuat tema budaya dan konsep <em>sustainable fashion<\/em>, Jims Honey berharap dapat memberikan sentuhan akhir yang sempurna pada setiap karya yang dipertunjukkan, sehingga semakin memperkuat citra fesyen Indonesia di kancah global.<\/p>\n<p>Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta sinergitas yang mampu meningkatkan daya saing produk fesyen Indonesia di Eropa, serta membuka pintu bagi kerjasama bisnis yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Guna memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri fesyen, Front Row Paris mendukung upaya institusi pendidikan mode di Indonesia untuk menetaskan peserta didik yang kompeten dan siap bersaing di industri fesyen nasional hingga internasional, seperti BINUS University dan BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbud RI, yang membawa peserta didik dari SMKN 8 Makassar, SMKN 6 Padang, dan SMKN 1 Kendal, untuk menunjukkan karyanya di Front Row Paris 2024.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-35517\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/10\/DSC08235-scaled-e1729669731762.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"467\"><\/p>\n<p><strong>Fashion Program BINUS University <\/strong>membawa karya busana mahasiswanya yang terdiri dari tiga <em>brand<\/em> besutan enam desainer muda yang visioner, yaitu <em>brand<\/em> Dragon\u2019s Reverie buatan Carmela Regina dan Jennifer Marshiela, FLOR \u2013 UNA buatan Cut Sintia dan Gerda Yogi Samudra, serta Whimsy Weave buatan Raisha Zahra dan Yazhira Freja Bellarosa Adam.<\/p>\n<p>Keseluruhan koleksi yang ditampilkan mencerminkan kekayaan warisan budaya Lampung, seperti pola yang terinspirasi dari keberagaman flora dan fauna khas Lampung, serta menggambarkan warna-warni kehidupan dan unsur mistis dari kebudayaan tersebut. Selain itu, siluet koleksinya juga terinspirasi dari potongan pakaian adat Lampung yang mewah dan melukiskan perpaduan warna yang kaya dengan teknik manipulasi kain yang kompleks.<\/p>\n<p>Melalui koleksi ini, BINUS University ingin menunjukkan kepada panggung internasional bahwa Indonesia memiliki potensi budaya yang kaya, sebagaimana tercermin dalam warisan busananya.<\/p>\n<p>BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata membawa peserta didik dari SMKN 8 Makassar, SMKN 6 Padang, dan SMKN 1 Kendal yang akan menampilkan karya bertema \u201cDwipantara\u201d. Konsep koleksi berbasis kenang-kenangan ini menggunakan kain tradisional Indonesia dengan sentuhan modern yang disesuaikan selera pasar Eropa.<\/p>\n<p>Koleksi ini terinspirasi dari keanekaragaman alam Indonesia yang tiada batasnya, termasuk wastra daerah dari tiga pulau besar di Indonesia, yaitu Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Barat.<\/p>\n<p>Koleksi yang didesain untuk pakaian musim semi dan gugur ini menerapkan warna tanah untuk menciptakan perpaduan harmonis dengan alam. Seperti siswa SMKN 6 Padang yang memakai tenun Silungkang motif pucuak rabuang dipadu bahan linen, katun berbis, dan korduroi dalam pilihan warna krem, terakota, marun, dan coklat. Kemudian, siswa SMKN 1 Kendal memakai kain tenun lurik dan kain linen <em>ecoprint <\/em>dengan motif daun Kendal dan bunga dalam varian warna terakota, biru tua, krem, dan coklat.<\/p>\n<p>Sedangkan siswa SMKN 8 Makassar menggunakan kain tenun sarita dengan motif paqsulan sangbua dipadu linen, katun, dan korduroi dalam permainan warna\u00a0 krem, terakota, coklat, putih, dan hitam.<\/p>\n<p>Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris kembali mendukung perhelatan Front Row Paris ini untuk menggaungkan keunggulan fesyen Indonesia ke pasar global melalui Eropa yang memiliki dua kota pusat mode dunia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN &#8211; Acara Front Row Paris yang dihelat pada awal September 2024 di La Salle Wagram, Paris, berjalan dengan sukses dan lancar, menjadi langkah signifikan bagi fesyen Indonesia untuk mendapatkan pengakuan di kancah global. Acara ini dipersembahkan oleh Ditali Cipta Kreatif dan Indonesian Fashion Chamber yang menghadirkan para desainer berbakat Indonesia dengan karya-karya terbaiknya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":35520,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":{"0":"post-35514","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-fesyen"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/35514","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=35514"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/35514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35523,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/35514\/revisions\/35523"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/35520"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=35514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=35514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=35514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}