{"id":35504,"date":"2024-10-23T20:48:24","date_gmt":"2024-10-23T13:48:24","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=35504"},"modified":"2024-10-26T07:14:49","modified_gmt":"2024-10-26T00:14:49","slug":"manulife-indonesia-dan-masyakarat-ekonomi-syariah-dorong-ketahanan-umkm-melalui-literasi-keuangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/metropolitan\/manulife-indonesia-dan-masyakarat-ekonomi-syariah-dorong-ketahanan-umkm-melalui-literasi-keuangan\/","title":{"rendered":"Manulife Indonesia dan Masyakarat Ekonomi Syariah Dorong Ketahanan UMKM Melalui Literasi Keuangan"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN <\/strong>\u2013 Usaha Mikro, Kecil dan Mengengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, berkontribusi terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi. Namun, di tengah tantangan ekonomi global, ketahanan UMKM sering kali diuji.<\/p>\n<p>Salah satu faktor utama yang menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM adalah rendahnya tingkat literasi keuangan di Indonesia termasuk pelaku usaha. Menurut data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024 yaitu indeks literasi keuangan penduduk Indonesia sebesar 65,43 persen.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-35506\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/10\/manu2-e1729666929158.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\"><\/p>\n<p>Menyadari masih rendahnya tingkat literasi keuangan dan pentingnya perencanaan keuangan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, Manulife Indonesia dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) meluncurkan program literasi keuangan bertajuk \u201cBerbagi, Bertumbuh, Berdampak, Bersama UMKM\u201d.<\/p>\n<p>Inisiatif ini bertujuan untuk membekali para pelaku UMKM dengan strategi perencanaan keuangan yang penting untuk menghadapi tantangan ekonomi secara efektif. Dengan meningkatkan pengetahuan keuangan mereka, para pemilik UMKM dapat mengambil keputusan yang tepat, membangun ketahanan finansial, mengakses pendanaan dan merencanakan pertumbuhan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Program ini tidak hanya mendukung bisnis individu, tetapi juga mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas di masyarakat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-35507\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/10\/manu5-e1729667005619.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"529\"><\/p>\n<p>Acara yang diselenggarakan pada hari ini 23 Oktober 2024 dihadiri oleh 120 peserta, termasuk para pelaku UMKM dari komunitas disabilitas.<\/p>\n<p>Program ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan juga merupakan upaya Manulife Indonesia dan MES dalam mengimplementasikan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021-2025 serta mendukung Peraturan OJK No. 3 Tahun 2023 tentang peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor jasa keuangan.<\/p>\n<p>Melalui program ini, Manulife Indonesia menekankan pentingnya perlindungan asuransi dan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM. Perusahaan percaya bahwa literasi keuangan yang baik merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Pada acara ini menghadirkan diskusi panel dengan narasumber M. Ibrahim Rachman, Head of Pension Strategy, Transformation, &amp; Marketing Manulife Indonesia, dan Harsa Martana, Sharia Relationship Development Manulife Indonesia serta Rista Zwestika, Certified Financial Planner MES.<\/p>\n<p>Rista Zwestika, Certified Financial Planner dalam program literasi keuangan bersama Manulife Indonesia mengatakan pentingnya perencanaan bagi UMKM mulai dari mengelola arus kas dengan baik, mengurangi risiko bisnis, Menyusun dana darurat, merencanakan untuk pengembangan bisnis, dan mempersiapkan untuk masa pension.<\/p>\n<p>Menurut Rista Zwestika, pemahaman tentang arus kas yang baik akan memudahkan pelaku UMKM dalam memproyeksikan kebutuhan keuangan mereka, sehingga mereka tidak tergantung pada utang atau pinjaman mendadak.<\/p>\n<p>&#8220;Asuransi jiwa dan kesehatan bukan hanya penting untuk perlindungan pribadi pemilik usaha, tetapi juga untuk menjaga stabilitas bisnis jika terjadi hal-hal tak terduga. Dengan asuransi, UMKM dapat mengelola risiko seperti gangguan kesehatan yang dapat berdampak pada operasional bisnis,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Selain itu, perlindungan finansial ini juga memberikan jaminan bagi keluarga pelaku usaha, terutama jika mereka menjadi pencari nafkah utama sehingga dapat melindungi bisnis dan keluarga mereka dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Rista mengatakan, &#8220;Dana darurat sebaiknya minimal mencakup biaya operasional selama tiga hingga enam bulan. Ini adalah langkah proteksi awal yang harus dimiliki setiap pelaku usaha\u201d.<\/p>\n<p>\u201cPerencanaan keuangan yang matang tidak hanya menjaga kelangsungan bisnis saat ini, tetapi juga membuka peluang pengembangan di masa depan,\u201d ujar Rista Zwestika.<\/p>\n<p>Rista menambahkan, &#8220;Pelaku UMKM sering kali menunda perencanaan pensiun karena fokus pada operasional sehari-hari, padahal ini adalah bagian penting untuk menjaga kesejahteraan di masa mendatang\u201d.<\/p>\n<p>Manulife Indonesia berharap para peserta UMKM dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam aktivitas bisnis sehari-hari, memahami cara mengelola keuangan, memahami risiko keuangan, dan pentingnya memiliki perlindungan asuransi sebagai persiapan rencana masa depan yang lebih baik dan lebih sejahtera. sehingga mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak. (sasha)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN \u2013 Usaha Mikro, Kecil dan Mengengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, berkontribusi terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi. Namun, di tengah tantangan ekonomi global, ketahanan UMKM sering kali diuji. Salah satu faktor utama yang menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM adalah rendahnya tingkat literasi keuangan di Indonesia termasuk pelaku usaha. Menurut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":35505,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88],"tags":[],"class_list":{"0":"post-35504","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-metropolitan"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/35504","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=35504"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/35504\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35576,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/35504\/revisions\/35576"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/35505"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=35504"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=35504"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=35504"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}