{"id":35213,"date":"2024-10-04T07:25:59","date_gmt":"2024-10-04T00:25:59","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=35213"},"modified":"2024-10-05T00:38:24","modified_gmt":"2024-10-04T17:38:24","slug":"jadi-dosen-tamu-di-tashkent-menparekraf-tekankan-pentingnya-pariwisata-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/internasional\/jadi-dosen-tamu-di-tashkent-menparekraf-tekankan-pentingnya-pariwisata-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Jadi Dosen Tamu di Tashkent, Menparekraf Tekankan Pentingnya Pariwisata Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p><strong>TASHKENT, ITN<\/strong> &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif\/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf\/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menjadi dosen tamu dalam \u201cSeminar with Westminster International University of Tashkent\u201d di Uzbekistan.<\/p>\n<p>Pada kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga menekankan pentingnya pariwisata berkelanjutan yang disebutnya sebagai masa depan sektor pariwisata.<\/p>\n<p>Pariwisata berkelanjutan mengusung konsep berwisata yang dapat memberikan dampak jangka panjang, baik terhadap sosial, budaya, maupun bagi ekonomi dan lingkungan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_35215\" aria-describedby=\"caption-attachment-35215\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-35215 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/10\/tamu3-e1728001527545.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"467\"><figcaption id=\"caption-attachment-35215\" class=\"wp-caption-text\">Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, menjadi dosen tamu dalam \u201cSeminar with Westminster International University of Tashkent\u201d di Uzbekistan, (2\/10\/2024).<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cKita membahas masa depan industri pariwisata yang terutama berputar di sekitar pembangunan berkelanjutan dan menjajaki bagaimana kita dapat meningkatkan pertumbuhannya,\u201d kata Menparekraf Sandiaga di Westminster International University of Tashkent, Uzbekistan, Rabu (2\/10\/2024).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, Kemenparekraf\/Baparekraf menghadirkan berbagai program atau kebijakan yang mendorong terwujudnya pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Di antaranya adalah pengurangan emisi karbon, pelestarian sumber daya alam, budaya, serta tradisi lokal.<\/p>\n<p>Menparekraf mengungkapkan, Indonesia mendukung penandatanganan Deklarasi Glasgow pada 2022. Ini menjadi salah satu bukti komitmen Pemerintah Indonesia dalam menyelaraskan kebijakan pariwisata dengan tujuan aksi iklim.<\/p>\n<p>\u201cIni menandakan urgensi untuk mempercepat aksi iklim dalam pariwisata untuk mendukung tujuan global untuk mengurangi separuh emisi pada tahun 2030 dan zero emisi sebelum tahun 2050,\u201d kata Menparekraf.<\/p>\n<p>Kemenparekraf pun memiliki program Carbon Footprint Calculator (CFPC) yang merupakan upaya dalam melakukan pengimbangan nilai emisi yang telah dihasilkan, dengan menyerap jejak karbon demi membantu mencegah dampak buruknya pada iklim.<\/p>\n<p>\u201cKegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif harus intended, bahwa isu-isu lingkungan ini menjadi isu utama kita, sehingga ini dapat meningkatkan nilai reputasi dan kepercayaan publik pada sektor pariwisata, serta menguatkan gerakan pariwista ramah iklim,\u201d kata Menparekraf Sandiaga.<\/p>\n<p>Menparekraf mengatakan, Kemenparekraf juga telah mengimplementasikan program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dalam empat tahun terakhir. Ekosistem yang terbentuk pun dinilai semakin baik dan telah fokus pada nilai-nilai keberlanjutan.<\/p>\n<p>Selain itu, Menparekraf juga sedang mempersiapkan Indonesia Quality Tourism Fund, agar memperkuat sektor pariwisata Indonesia, dengan menyediakan pendanaan untuk proyek-proyek yang berkelanjutan lingkungan dan memiliki potensi tinggi untuk menarik wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di lingkungan destinasi pariwisata.<\/p>\n<p>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/internasional\/hadir-di-wcce-2024-menparekraf-promosikan-hari-batik-sedunia\/\">https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/internasional\/hadir-di-wcce-2024-menparekraf-promosikan-hari-batik-sedunia\/<\/a><\/p>\n<p>\u201cDana tersebut akan disiapkan untuk disalurkan pada tahun 2025 dengan total 131 juta dolar AS atau sekitar Rp2 triliun pada tahun pertama. Dana ini diarahkan untuk penyelenggaraan event berskala besar yang berkelanjutan lingkungan, juga bermanfaat secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal di destinasi pariwisata,\u201d kata Menparekraf Sandiaga.<\/p>\n<p>Menparekraf Sandiaga menyampaikan, dalam melaksanakan program pariwisata yang berkelanjutan ini, fondasi dasar yang dilakukan Pemerintah Indonesia adalah mengembangkan regulasi untuk membangun kerangka kerja yang mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cSaya juga selalu menekankan pentingnya tiga nilai utama, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dalam semua program Kementerian kami,\u201d kata Menparekraf Sandiaga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TASHKENT, ITN &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif\/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf\/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menjadi dosen tamu dalam \u201cSeminar with Westminster International University of Tashkent\u201d di Uzbekistan. Pada kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga menekankan pentingnya pariwisata berkelanjutan yang disebutnya sebagai masa depan sektor pariwisata. Pariwisata berkelanjutan mengusung konsep berwisata yang dapat memberikan dampak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":35214,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[87,84,124],"tags":[],"class_list":{"0":"post-35213","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-internasional","8":"category-berita","9":"category-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/35213","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=35213"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/35213\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35216,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/35213\/revisions\/35216"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/35214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=35213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=35213"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=35213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}