{"id":34787,"date":"2024-09-09T08:34:33","date_gmt":"2024-09-09T01:34:33","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=34787"},"modified":"2024-09-09T17:40:26","modified_gmt":"2024-09-09T10:40:26","slug":"mengenal-lebih-dekat-karawo-kain-khas-gorontalo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/perjalanan-wisata\/cerita-perjalanan\/mengenal-lebih-dekat-karawo-kain-khas-gorontalo\/","title":{"rendered":"Mengenal Lebih Dekat Karawo, Kain Khas Gorontalo"},"content":{"rendered":"<p><strong>GOTONTALO, ITN- <\/strong>Setiap daerah memiliki keunikan yang dapat dijadikan kenangan, Karawo atau Kerawang merupakan kerajinan yang dapat dijadikan oleh-oleh dari Gorontalo.<\/p>\n<p>Saat memasuki Hotel Aston Gorontalo tempat <em>Indonesiatripnews.com<\/em> bersama peserta rombongan Press Tour Golontaro yang digelar Biro Komunikasi Kemenparekraf pada akhir Agustus lalu, tampak terlihat patung baju pajangan (manekin) dengan pakaian Karawo khas Gorontalo yang dibanderol dengan harga Rp500 ribu-an. Disampingnya terpasang penjelasan Karawo \u201cThe Authentic of Karawo\u201d.<\/p>\n<figure id=\"attachment_34789\" aria-describedby=\"caption-attachment-34789\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-34789 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/09\/20240830_171826-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"2560\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/09\/20240830_171826-scaled.jpg 1920w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/09\/20240830_171826-225x300.jpg 225w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/09\/20240830_171826-768x1024.jpg 768w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/09\/20240830_171826-1152x1536.jpg 1152w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/09\/20240830_171826-1536x2048.jpg 1536w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/09\/20240830_171826-696x928.jpg 696w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/09\/20240830_171826-1068x1424.jpg 1068w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/09\/20240830_171826-315x420.jpg 315w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-34789\" class=\"wp-caption-text\">Manekin pakaian wanita dengan sulam karawo di Lobby Hotel Aston Gorontalo. (Foto. Dok. Indonesiatripnews..com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sejak tahun 1600-an, Karawo telah dikenal sebagai sulaman asli buatan tangan wanita Gorontalo. Proses pengerjaannya disebut Mokarawo. Mokarawo identik dengan wanita Gorontalo.<\/p>\n<p>Baca juga:<a href=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/perjalanan-wisata\/mengunjungi-museum-pendaratan-pesawat-ampibi-bung-karno\/\">https:\/\/indonesiatripnews.com\/perjalanan-wisata\/mengunjungi-museum-pendaratan-pesawat-ampibi-bung-karno\/<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/perjalanan-wisata\/menikmati-keindahan-danau-limboto-dari-benteng-otanaha\/\">https:\/\/indonesiatripnews.com\/perjalanan-wisata\/menikmati-keindahan-danau-limboto-dari-benteng-otanaha\/<\/a><\/p>\n<p>Karawo mulai muncul kembali sekitar akhir tahun 1960-an. Saat itu Karawo belum diperjualbelikan secara bebas. Tetapi, pembeli datang langsung memesan ke penyulam atau datang langsung ke perajin Karawo. Dapat disimpulkan bahwa Karawo merupakan pesanan ekslusif.<\/p>\n<figure id=\"attachment_34790\" aria-describedby=\"caption-attachment-34790\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-34790 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/09\/20240831_154050-scaled-e1725774904858.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\"><figcaption id=\"caption-attachment-34790\" class=\"wp-caption-text\">Para perajin Karawo di Sumber Usaha Karawo milik Karsum Dunda. (Foto Dok, Indonesiatripnews.com).<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tahapan pembuatan sulam Karawo terdiri atas tiga tahap, yakni mengiris dan menarik benang, menyulam, dan proses akhir. Pada proses pengirisan dan penarikan benang, batas ketepatan dan ketelitian saat menghitung benang yang akan diiris menentukan kelancaran pembordiran. Tahap penyulaman dilakukan dengan merajut benang mengikuti jalur sulaman.<\/p>\n<p>Untuk mengenal lebih dekat dan membeli kain Karawo, Sumber Usaha Karawo milik Karsum Dunda yang terletak di Jalan Lasim Panigoro, Desa Mongolato Dusun 4, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo menjadi tujuan.<\/p>\n<p>\u201cKarawo itu sulamannya, untuk proses pengerjaannya disebut Mokarawo. Tahapan awal pengerjaan Karawo mengiris kain sesuai pola dan hitungan yang ada di kain. Tidak bisa kurang dan tidak bisa lebih, karena kalau lebih atau kurang menjadi sulit,\u201d ujar pemilik Sumber Usaha Karawo, Karsum Dunda yang telah memulai usahanya sejak tahun 2004.<\/p>\n<p>Istimewanya pembuatan kain ini dilakukan secara manual, dengan menggunakan tangan. Tak heran jika dalam pembuatannya memakan waktu yang lama. Menurutnya untuk menjadi sebuah kain kecil bisa memakan waktu hingga dua atau tiga hari namun itu tergantung dari motifnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_34792\" aria-describedby=\"caption-attachment-34792\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-34792\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/09\/IMG-20240908-WA0004-e1725776719263.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"508\"><figcaption id=\"caption-attachment-34792\" class=\"wp-caption-text\">Pemilik Sumber Usaha Karawo, Karsum Dunda. (Foto. dok. ig. sumberusahakarawo)<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cMotif Karawo yang besar dan rumit bisa memakan waktu sebulan lebih, dengan proses dimulai dari pengrusakan kain (mengiris dan mencabut benang dari serat kain yang sudah jadi), lalu disulam dengan jarum dan aneka ragam benang sesuai motif yang diinginkan, bisa juga dengan benang emas. Lanjut mengerawang, dan terakhir finishing,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/wisata\/bermain-dengan-hiu-paus-di-pantai-botubarani-gorontalo\/#google_vignette\">https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/wisata\/bermain-dengan-hiu-paus-di-pantai-botubarani-gorontalo\/#google_vignette<\/a><\/p>\n<p>Selain waktu, pengerjaan kain Karawo juga membutuhkan banyak tenaga. Paling tidak diperlukan tiga orang dengan tugas yang berbeda, yakni ada yang membuat pola, pengiris atau pengurai benang pada kain yang akan dibuat sulaman Karawo yang dilakukan sesuai pola yang diinginkan. Ketiga sebagai penyulam kain yang sudah diurai benangnya.<\/p>\n<p>\u201cSaya memperdayakan 50 perajin Karawo tetap yang sebagian besar ibu Rumah Tangga, dan saya menerima pelajar untuk magang sebagai perajin Karawo. Bagi ibu Rumah Tangga ini bisa menjadi pekerjaan sampingan yang dimulai pukul 11.00-16.00 WITA, \u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Karsum mengatakan, \u201cTak hanya kain, kerajinan Karawo juga bisa menjadi tas, jaket, dan dompet. Untuk sebuah tas harganya bisa mencapai Rp6 juta hingga Rp9 juta. Untuk bahan mentah (kain Karawo) dengan lebar kain 1,5 \u2013 2,5 meter dibanderol Rp2,5 juta\u201d.<\/p>\n<figure id=\"attachment_34791\" aria-describedby=\"caption-attachment-34791\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-34791\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2024\/09\/20240831_153155-scaled-e1725776318565.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\"><figcaption id=\"caption-attachment-34791\" class=\"wp-caption-text\">Tak hanya menjadi sehelai kain, kerajinan karawo juga bisa dibuat tas, baju, kipas, dompet, kerudung, dll. (Foto. Dok. Indonesiatripnews.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cUntuk kain Karawo dengan lebar 5 meter harga Rp2,5 juta sesudah jadi pakaian bisa harga bisa mencapai Rp3,5 juta, tetapi kami juga menawarkan kain Karawo yang kelas menengah, biasanya ini digunakan untuk seragam. Ada yang Rp400 ribu, Rp 920 ribu dengan lebar 3 meter,\u201d ungkap Karsum yang telah mendapatkan banyak dukungan dari Pemerintah Pariwisata Provinsi Gorontalo, Dekranasda, dan Bank Indonesia.<\/p>\n<p>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/kemenparekraf-berkolaborasi-dengan-pemprov-gorontalo-dan-media-publikasikan-pariwisata-berkualitas\/\">https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/kemenparekraf-berkolaborasi-dengan-pemprov-gorontalo-dan-media-publikasikan-pariwisata-berkualitas\/<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/wisata\/dispar-provinsi-gorontalo-gelar-festival-hiu-paus-gorontalo-2024\/\">https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/wisata\/dispar-provinsi-gorontalo-gelar-festival-hiu-paus-gorontalo-2024\/<\/a><\/p>\n<p>Menurut Karsum, jika banyak permintaan misalnya butuh 100 kain Karawo untuk event pameran biasanya ia akan mengerahkan para perajin dari pelosok desa. \u201cKalau wisatawan mancanegara ada yang pesan lewat Bank Indonesia, karena kami binaan Bank Indonesia sejak tahun 2010. Kain Karawo kami sudah ke luar daerah Jakarta dan Jawa Barat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dikesempatan tersebut <em>Indonesiatripnews.com<\/em> membeli tiga kerudung dengan sulaman benang emas, perak, dan benang warna-warni dengan motif kupu-kupu menjadi pilihan untuk dijadikan oleh-oleh. \u00a0<strong>(evi)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GOTONTALO, ITN- Setiap daerah memiliki keunikan yang dapat dijadikan kenangan, Karawo atau Kerawang merupakan kerajinan yang dapat dijadikan oleh-oleh dari Gorontalo. Saat memasuki Hotel Aston Gorontalo tempat Indonesiatripnews.com bersama peserta rombongan Press Tour Golontaro yang digelar Biro Komunikasi Kemenparekraf pada akhir Agustus lalu, tampak terlihat patung baju pajangan (manekin) dengan pakaian Karawo khas Gorontalo yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":34788,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69],"tags":[],"class_list":{"0":"post-34787","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-cerita-perjalanan"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/34787","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=34787"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/34787\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34805,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/34787\/revisions\/34805"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/34788"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=34787"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=34787"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=34787"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}