{"id":2980,"date":"2016-10-31T13:48:17","date_gmt":"2016-10-31T06:48:17","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=2980"},"modified":"2016-10-31T13:48:17","modified_gmt":"2016-10-31T06:48:17","slug":"2980","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/perjalanan-wisata\/2980\/","title":{"rendered":"Griya Asri,  Satu Destinasi Wisata Layak Dikunjungi di Kabupaten Ngawi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> LINGKUNGAN yang asri, hidup nyaman dan aman merupakan dambaan setiap manusia; terutama manusia yang memasuki usia lanjut. Polusi udara, kebisingan, kemacetan arus lalu-lintas, dan rasa stres berkepanjangan di kota-kota besar;\u00a0 kian mendorong manusia untuk mencari\u00a0 kawasan yang asri dan nyaman. Pada akhir peKan atau hari-hari libur, tidak sedikit manusia yang harus \u201cmembeli\u201d suasana pedesaan yang asri untuk menghilangkan kejenuhan sehari-hari\u00a0 di perkotaan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2981\" aria-describedby=\"caption-attachment-2981\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-2981 size-medium\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya2mobil-300x225.jpg\" alt=\"griya2mobil\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya2mobil-300x225.jpg 300w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya2mobil-560x420.jpg 560w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya2mobil-80x60.jpg 80w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya2mobil-265x198.jpg 265w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya2mobil.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2981\" class=\"wp-caption-text\">Koleksi mobil antik Griya Asri. Foto dok. griyaasri<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal itulah yang tampaknya menjadi pemikiran dan ide dari Drs H Suntoro Haryono, MM; kelahiran Ngawi, Jawa Timur untuk menjadikan lahan dan rumah peninggalan kedua orang tuanya Bapak Marto Haryono dan Ibu Isminah\u00a0 untuk melahirkan \u201csesuatu\u201d yang bisa dinikmati dan dirasakan oleh masyarakat banyak. Rumah tinggal yang dibangun kedua orang tuanya pada tahun 1921 di Desa Tempuran, Paron, Ngawi, Jawa Timur itu \u201cdisulap\u201d menjadi tempat rekreasi yang asri, lestari, dan nyaman.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2983\" aria-describedby=\"caption-attachment-2983\" style=\"width: 225px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-2983 size-medium\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya4motor-225x300.jpg\" alt=\"griya4motor\" width=\"225\" height=\"300\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2983\" class=\"wp-caption-text\">Koleksi sepeda motor antik Griya Asri. Foto. dok griyaasri<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tempuran adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur.\u00a0 Nama Tempuran, menurut <em>Wikipedia<\/em> mungkin berasal dari kata \u201c<em>tempuk<\/em>\u201d dalam Bahasa Jawa yang berarti \u201cbertemu\u201d; karena memang di desa itu terdapat pertemuan dua aliran sungai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti halnya desa-desa di Ngawi,\u00a0 Desa Tempuran\u00a0 sebagian besar wilayah georafisnya adalah lahan pertanian. Karena itu suasana di rumah tinggal keluarga besar Bapak Marto Haryono dan Ibu Isminah masih memerlihatkan suasana pertanian, perkebunan, dan rumah adat Ngawi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2984\" aria-describedby=\"caption-attachment-2984\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2984\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya3kolam-300x199.jpg\" alt=\"Area pemancingan kolam ikan di halaman belakang. Foto. dok.griyaasri\" width=\"300\" height=\"199\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya3kolam-300x199.jpg 300w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya3kolam-1024x680.jpg 1024w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya3kolam-1536x1020.jpg 1536w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya3kolam-696x462.jpg 696w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya3kolam-1068x709.jpg 1068w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya3kolam-633x420.jpg 633w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griya3kolam.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2984\" class=\"wp-caption-text\">Area pemancingan kolam ikan di halaman belakang. Foto. dok.griyaasri<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan nama \u201cGriya Asri\u201d, suami dari Budi Nastiti ini setahap demi setahap mulai membangun\u00a0 peninggalan orang tuanya . \u201cYa, bertahun-tahun saya membangunnya. Banyak kenangan indah yang saya rasakan bersama orangtua dan saudara-saudara saya di rumah itu, terutama\u00a0 pada masa kecil. Karena itu saya ingin melestarikannya,\u201d kata Suntoro Haryono menjawab pertanyaan <em>indonesiatripnews.com<\/em> di Jakarta, kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Niat yang baik untuk menggarap lahan seluas 9.000 m2 itu akhirnya melahirkan satu museum kampung. Rumah tersebut\u00a0 terakhir direnovasi pada tahun 2010.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Griya Asri memiliki empat bangunan yaitu di bagian depan berupa pendopo, bagian tengah sebagai ruang keluarga, samping sebagai lumbung padi, dan di bagian belakang dijadikan tempat tinggal. Di bagian lain dibuatlah kolam pemancingan, ruang museum mobil-mobil dan sepeda motor-sepeda motor\u00a0 antik yang semuanya masih terawat dengan\u00a0 baik, dan\u00a0 ada dokar. Selain itu juga ada tempat penangkaran rusa totol (<em>Axis axis<\/em>), burung merak (<em>Pavo Cristatus<\/em>), dan kambing. Ada pula sawah dan lahan untuk berkebun.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2985\" aria-describedby=\"caption-attachment-2985\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2985\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griyarusa-300x199.jpg\" alt=\"Area penangkaran rusa. Foto dok. griaasri\" width=\"300\" height=\"199\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2985\" class=\"wp-caption-text\">Area penangkaran rusa. Foto dok. griaasri<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Khusus untuk kolam pemancingan, Suntoro Haryono secara rutin menyelenggarakan lomba memancing dengan berbagai hadiah yang menarik. Pada saat lomba memancing itu puluhan orang yang datang dan pulang dengan hadiah-hadiah yang diraihnya dari hasil memancing ikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menjawab pertanyaan <em>indonesiatripnews.com,<\/em> mengenai harapannya\u00a0 jangka panjang, Suntoro mengatakan,\u00a0 \u201cYa, harapannya Griya Asri bisa jadi tempat rekreasi bagi masyarakat. Karena itu, saya ingin di Griya Asri ini ada beberapa fasilitas yang bisa membuat masyarakat merasa nyaman dan aman. Di bagian belakang saya siapkan untuk<em> jogging<\/em>,\u201d jelas bapak dari tiga anak ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain kolam pemancingan yang bisa dimanfaatkan untuk umum, di bagian bangunan Griya Asri juga terdapat taman bacaan bagi anak-anak. Dengan demikian Griya Asri selain sebagai tempat rekreasi\u00a0 murah dan meriah, juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk jangka panjang alangkah pasnya jika \u00a0Griya Asri dilengkapi\u00a0 rumah makan dan tempat resepsi pernikahan dengan konsep <em>party garden<\/em>, sehingga para pasangan pengantin tidak hanya menyelenggarakan resepsi pernikahannya di gedung-gedung yang terasa monoton.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2986\" aria-describedby=\"caption-attachment-2986\" style=\"width: 225px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2986\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2016\/10\/griyasuntoro-225x300.jpg\" alt=\"Suntoro Haryono foto di bale Griya Asri. Foto. dok griyaasri\" width=\"225\" height=\"300\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2986\" class=\"wp-caption-text\">Suntoro Haryono foto di bale Griya Asri. Foto. dok griyaasri<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengenai cita-citanya waktu kecil, Suntoro Haryono &#8211;bersama keluarganya yang tinggal di Jakarta&#8211; hanya tersenyum. \u201cSaya dulu ingin jadi petani, seperti syair yang dinyanyikan Ebiet G Ade,\u201d ucapnya sederhana.<\/p>\n<p><em>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0 \u00a0 Aku pernah punya cita-cita hidup jadi petani kecil<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tinggal di rumah desa dengan sawah di sekelilingku<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Luas kebunku sehalaman \u2018kan kutanami buah dan sayuran<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dan di kandang belakang rumah kupelihara bermacam-macam peliharaan<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Aku pasti akan hidup tenang, jauh dari bising kota yang kering dan kejam<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syair dan bait lagu Ebiet G Ade itu yang mengantarkan sosok Drs H Suntoro, MM melahirkan Griya Asri di Ngawi<strong>. (ori)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- LINGKUNGAN yang asri, hidup nyaman dan aman merupakan dambaan setiap manusia; terutama manusia yang memasuki usia lanjut. Polusi udara, kebisingan, kemacetan arus lalu-lintas, dan rasa stres berkepanjangan di kota-kota besar;\u00a0 kian mendorong manusia untuk mencari\u00a0 kawasan yang asri dan nyaman. Pada akhir peKan atau hari-hari libur, tidak sedikit manusia yang harus \u201cmembeli\u201d suasana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2982,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-2980","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-cerita-perjalanan","8":"category-perjalanan-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/2980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=2980"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/2980\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/2982"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=2980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=2980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=2980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}