{"id":27144,"date":"2023-03-30T01:10:43","date_gmt":"2023-03-29T18:10:43","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=27144"},"modified":"2023-03-30T02:56:11","modified_gmt":"2023-03-29T19:56:11","slug":"luxcrime-gandeng-komunitas-difabel-suarakan-kecantikan-dalam-keragaman-dan-kesetaraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/gaya-hidup\/kecantikan\/luxcrime-gandeng-komunitas-difabel-suarakan-kecantikan-dalam-keragaman-dan-kesetaraan\/","title":{"rendered":"Luxcrime Gandeng Komunitas Difabel Suarakan \u201cKecantikan dalam Keragaman dan Kesetaraan\u201d"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>YOGYAKARTA, ITN-<\/strong> Brand kosmetik lokal, Luxcrime mengadakan kegiatan sosial bersama komunitas Unique Project Theater dan Nalitari, komunitas difabel dari Yogyakarta.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pada acara ini, Luxcrime bersama dua komunitas ini mengadakan sebuah pertunjukan seni yang menyuarakan \u201cKecantikan dalam Keragaman dan Kesetaraan\u201d yang digelar di Pendhapa Art Space, Yogyakarta pada Jumat (24\/03) lalu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sosial Luxcrime dalam memperingati Hari Perempuan Internasional. Sebelumnya, Luxcrime mengajak model difabel untuk mengampanyekan Beauty in Diversity &amp; Equity atau Kecantikan dalam Keragaman dan Kesetaraan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/metropolitan\/gandeng-model-disabilitas-luxcrime-suarakan-kampanye-beautydiquity\/\">https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/metropolitan\/gandeng-model-disabilitas-luxcrime-suarakan-kampanye-beautydiquity\/<\/a><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kampanye ini menyuarakan bahwa setiap perempuan di dunia dan di Indonesia khususnya memiliki hak untuk merasa cantik dan menarik dengan kondisi apapun. Walaupun dengan keterbatasan serta keragaman, perempuan itu memiliki kekuatan dan sudah saatnya perempuan percaya akan kapabilitas serta kemampuan yang dimiliki.<\/p>\n<figure id=\"attachment_27146\" aria-describedby=\"caption-attachment-27146\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-27146\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2023\/03\/Foto-2-3-e1680119464983.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\"><figcaption id=\"caption-attachment-27146\" class=\"wp-caption-text\">Kiri ke kanan, Gayatri Putri, Konten Kreator, Ahmad Nurul Fajri, Founder Luxcrime, Esther Lubis, Konten Kreator, serta Nanik Indarti, Pendiri Yayasan Unique Project Theater pada sesi Talkshow Beauty in Diversity &amp; Equity (Kecantikan dalam Keragaman dan Kesetaran).<\/figcaption><\/figure>\n<p dir=\"ltr\">Kampanye sosial ini merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh Luxcrime, sebagai bentuk apresiasi terhadap perempuan di Indonesia. Setiah tahunnya, di bulan Maret, Luxcrime menggandeng komunitas serta lembaga swasembada masyarakat, dengan mengangkat isu-isu terkait perempuan di Indonesia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cSebagai brand kosmetik lokal yang menyasar kaum perempuan, tentunya Luxcrime mencoba untuk mengerti setiap problematika yang dihadapi oleh perempuan, dan menjadi komitmen Luxcrime untuk dapat membantu perempuan Indonesia dalam memancarkan kecantikan yang dimiliki melalui produk yang kami hadirkan dan atau kegiatan-kegiatan sosial seperti ini. Bagi Luxcrime cantik itu universal dan tak terbatas,\u201d ungkap Ahmad Nurul Fajri, Founder Luxcrime.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kegiatan puncak kampanye sosial Luxcrime ini diisi oleh pertunjukan seni dan budaya dari Unique Project dan Nalitari dengan mengangkat cerita \u201cThe Unlimited of Beauty &#8211; Keindahan Tak Terbatas\u201d.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kegiatan puncak kampanye sosial Luxcrime ini diisi oleh pertunjukan seni dan budaya dari kelompok seni disabilitas Unique Project Theatre dan Nalitari. Pertunjukan yang akan dibawakan oleh kelompok Nalitari ini mengangkat cerita berjudul KAKSA dan Unique Project Theatre\u00a0 mengangkat cerita \u201cThe Unlimited of Beauty &#8211; Keindahan Tak Terbatas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKami sangat mengapresiasi Luxcrime atas kepeduliannya terhadap komunitas-komunitas seperti kami dan juga para perempuan di Indonesia. Kami berharap kegiatan sosial ini dapat menjadi salah satu wadah kami dalam menyuarakan isi hati kami, yang selama ini\u00a0 sering mendapatkan diskriminasi dan masih dipandang sebelah mata sebagai objek belas kasihan.\u201d ujar Nanik Indarti Pendiri Komunitas Unique Project Theater.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Nanik mengatakan, \u201cDialog-dialog yang disampaikan para penampil menyuarakan isu-isu kecantikan bagi tubuh perempuan difabel yang mengalami keterbatasan karena tubuhnya tidak memenuhi standar kecantikan yang diidealkan terutama dalam berpenampilan&#8221;.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Pertunjukkan teater ini mengandung pesan, bahwa kecantikan itu tidak terbatas, bukan untuk si tinggi kurus dan putih, tapi untuk semua perempuan di Indonesia,\u201d tambah Nanik, yang juga berperan sebagai\u00a0 sutradara sekaligus penulis naskah dalam pertunjukkan teater \u201cThe Unlimited of Beauty\u201d.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sedangkan penampilan dari kelompok Nalitari yang mengusung cerita \u201cKAKSA\u201d. KAKSA merupakan kayu yang tumbuh tanpa bisa memilih dimana dia akan memulai hidupnya. Kaksa tidak memiliki nafsu dan keinginan, hidup mengikuti peredaran waktu untuk akhirnya akan tumbang dan menjadi sebuah perdu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain pertunjukan seni dan budaya, Luxcrime juga mengadakan sesi make-up class bersama teman-teman difabel. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan keahlian tambahan bagi teman-teman difabel ini, sehingga kelak dapat dimanfaatkan sebagai mata pencaharian tambahan. (*\/evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA, ITN- Brand kosmetik lokal, Luxcrime mengadakan kegiatan sosial bersama komunitas Unique Project Theater dan Nalitari, komunitas difabel dari Yogyakarta. Pada acara ini, Luxcrime bersama dua komunitas ini mengadakan sebuah pertunjukan seni yang menyuarakan \u201cKecantikan dalam Keragaman dan Kesetaraan\u201d yang digelar di Pendhapa Art Space, Yogyakarta pada Jumat (24\/03) lalu. Kegiatan ini merupakan puncak dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27145,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[75,73],"tags":[],"class_list":{"0":"post-27144","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kecantikan","8":"category-gaya-hidup"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/27144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=27144"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/27144\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/27145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=27144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=27144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=27144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}