{"id":27056,"date":"2023-03-21T22:24:45","date_gmt":"2023-03-21T15:24:45","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=27056"},"modified":"2023-03-21T22:25:52","modified_gmt":"2023-03-21T15:25:52","slug":"bpom-nyatakan-obat-sirop-aman-untuk-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/gaya-hidup\/bpom-nyatakan-obat-sirop-aman-untuk-anak\/","title":{"rendered":"BPOM Nyatakan Obat Sirop Aman untuk Anak"},"content":{"rendered":"<p><strong><b>JAKARTA,<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>ITN-<\/b><\/strong>\u00a0Gagal Ginjal Akut Pada Anak (GGAPA) adalah gangguan yang sudah ada sejak lama, namun belakangan ini semakin ditakuti ketika untuk pertama kalinya dalam sejarah di Indonesia, terjadi lonjakan penderita secara masal selama periode Januari 2022 hingga Oktober 2022.<\/p>\n<p>Semenjak kasus GGAPA yang disebabkan oleh tercemarnya sirop obat diumumkan pada Oktober 2022 lalu, seluruh instansi dan organisasi terkait telah melakukan investigasi dan evaluasi ulang secara menyeluruh dan menyimpulkan bahwa satu-satunya penyebab kasus GGAPA yang terjadi adalah karena adanya cemaran bahan pelarut Propilen Glikol (PG)\/Propilen Etilen Glikol (PEG) yang diganti dengan Etilen Glikol (EG)\/Dietilen Glikol (DEG) oleh satu oknum perusahaan supplier kimia.<\/p>\n<p>Namun hingga saat ini, pemberitaan yang gencar terkait kasus sirop obat ini yang masih meresahkan masyarakat. Hal ini menyebabkan terjadinya konversi bentuk obat dari sirup menjadi resep bentuk puyer, yang secara higienis belum tentu memenuhi persyaratan kualitas obat yang baik.<\/p>\n<p>Melihat pentingnya untuk memberikan informasi yang akurat, pasti dan terpercaya mengenai keamanan penggunaan sirop obat atau yang umumnya disebut obat sirup, kepada orangtua dan Dokter Spesialis Anak, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) bersama dengan Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Pakar Farmakologi menyelenggarakan acara Dialog Interaktif Kesehatan tentang \u201cSirop Obat Aman Untuk Anak\u201d di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Selasa (\u00a021\/3\/2023).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-27069\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2023\/03\/cfc29e2b-6e04-456b-beaa-c0fdae5cc892-e1679412260530.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\">Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Dr Dra Agusdini Banun Saptianingsih, Apt., MARS menjelaskan, \u201cLangkah yang dilakukan Kementrian Kesehatan langsung menyetop sementara peredaran dan penggunaan obat sirup anak, bersama BPOM dengan membuat list sirop yang sudah ataupun belum dinyatakan aman untuk anak\u201d.<\/p>\n<p>\u201cKami dari Kementrian Kesehatan bersama BPOM kedepannya menginginkan setiap pelaku usaha menguji bahan baku secara berkala agar sirup-sirup ini terjamin keamanannya, selanjutnya akan dijelaskan langsung oleh BPOM untuk lebih jelasnya\u201d tambah Dr Dra Agusdini.<\/p>\n<p>Menurut Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M. Pharm selaku Direktur Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor &amp; Zat Adiktif (ONPPZA) dan Plt. Direktur Registrasi Obat, Badan Pengawas Obat dan Makanan menjelaskan bahwa dalam penanganan kasus cemaran EG\/DEG yang ditemukan dalam sirop obat sejak Oktober 2022.<\/p>\n<p>\u201cBPOM telah melakukan langkah-langkah antisipatif, seperti intensifikasi surveilans mutu produk, penelurusan dan pemeriksaan terhadap sarana produksi dan distribusi, hingga pemberian sanksi administratif, termasuk melakukan verifikasi pemastian mutu terhadap sirop obat yang beredar\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Upaya-upaya penindakan juga terus dilakukan terhadap sarana produksi dan distribusi jika terdapat unsur pidana bidang kesehatan. \u201cDaftar produk sirop obat yang aman untuk dikonsumsi selama mengikuti aturan pakai, kini bisa dilihat di website\/sosmed BPOM atau melalui kanal publikasi resmi BPOM lainnya. Masyarakat, pasien, fasilitas layanan kesehatan dan dokter diminta untuk tidak lagi khawatir dan ragu,\u201d tambah Plt Direktur Registrasi Obat, BPOM Dra Tri Asti.<\/p>\n<p>Dalam kaitannya dengan GGAPA, Prof apt. I Ketut Adnyana, Msi., PhD selaku Guru Besar farmakologi \u2013 Farmasi Klinis, Institut Teknologi Bandung, menjelaskan bahwa kasus GGAPA pada tahun lalu terjadi karena adanya intoksikasi obat yang tercemar oleh EG\/DEG yang melebihi ambang batas sehingga berdampak masal.<\/p>\n<p>\u201cNamun perlu diketahui bahwa GGAPA bisa disebabkan oleh berbagai faktor lainnya (multifactorial) seperti status kesehatan pasien (riwayat penyakit), alergi terhadap suatu bahan tertentu, infeksi (termasuk Covid-19), status nutrisi (dehidrasi), obat, makanan, logam berat, toksikan (EG\/DEG dari berbagai sumber), dan lain sebagainya,\u201d\u00a0jelasnya.<\/p>\n<p>dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, \u00a0menyampaikan hal yang hampir sama. \u201cGGAPA sudah ada sejak lama, sehingga perlu investigasi mengenai penyebab GGAPA jika kasus yang terjadi hanya individual,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cFakta sudah berbicara bahwa hasil verifikasi ulang produk sirop obat oleh BPOM per November 2022 lalu sudah aman, sehingga produk sirop obat yang sudah dirilis kembali oleh BPOM, bisa diresepkan kembali oleh dokter dan bisa dikonsumsi masyarakat dengan tenang selama mengikuti aturan pakai\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, apt. Noffrendi Roestram, S.Si mengungkapkan pengalaman apoteker dalam menerima keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses sirop obat yang belum boleh beredar dan panjangnya proses mendapatkan obat puyer, selama periode penarikan sementara sirop obat tahun lalu.<\/p>\n<p>\u201cNamun dengan tidak adanya lagi kasus GGAPA masal sejak dirilisnya produk sirop obat oleh BPOM bulan Desember tahun lalu membuktikan keamanan produk tersebut. Dengan demikian pasien dan orangtua tidak perlu lagi khawatir dan dianjurkan untuk membeli sirop obat di apotek resmi, baik yang berdasarkan resep dokter ataupun untuk pembelian obat bebas,\u201d ujar apt. Neffrendi Roestram.<\/p>\n<p>Tirto Kusnadi selaku Ketua Umum GP Farmasi menutup dengan kesimpulan yang diambil dari hasil Dialog Interaktif Kesehatan. Pertama, ada dua\u00a0faktor penyebab GGAPA. Yang pertama adalah GGAPA individu yang terjadi karena faktor medis individu tersebut dan yang kedua adalah gagal ginjal anak masal yang ditandai dengan terjadinya sejumlah besar kasus secara bersamaan, yang disebabkan karena terjadinya pencemaran.<\/p>\n<p>Yang kedua, dengan sudah dinyatakannya oleh otoritas kesehatan yang berwenang bahwa sirop obat yang sudah melalui verifikasi ulang dan sudah dirilis oleh BPOM adalah sirop obat yang aman, maka Dokter Spesialis Anak tidak perlu ragu lagi untuk meresepkan sirop obat kepada pasien dan masyarakat juga bisa kembali menggunakan sirop obat dengan mengikuti aturan pakai.<\/p>\n<p>Yang terakhir, Tirto Kusnadi kembali mengingatkan kepada anggotanya agar tetap disiplin dalam menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Benar (CPOB) dan Cara Distribusi Obat yang Benar (CDOB).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA,\u00a0ITN-\u00a0Gagal Ginjal Akut Pada Anak (GGAPA) adalah gangguan yang sudah ada sejak lama, namun belakangan ini semakin ditakuti ketika untuk pertama kalinya dalam sejarah di Indonesia, terjadi lonjakan penderita secara masal selama periode Januari 2022 hingga Oktober 2022. Semenjak kasus GGAPA yang disebabkan oleh tercemarnya sirop obat diumumkan pada Oktober 2022 lalu, seluruh instansi dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27068,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[73,74],"tags":[],"class_list":{"0":"post-27056","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-gaya-hidup","8":"category-kesehatan"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/27056","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=27056"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/27056\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/27068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=27056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=27056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=27056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}