{"id":24032,"date":"2022-06-08T15:48:27","date_gmt":"2022-06-08T08:48:27","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=24032"},"modified":"2022-06-08T16:58:27","modified_gmt":"2022-06-08T09:58:27","slug":"chamilan-endes-cemilan-kekinian-yang-bisa-dinikmati-sekeluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/perjalanan-wisata\/kuliner\/chamilan-endes-cemilan-kekinian-yang-bisa-dinikmati-sekeluarga\/","title":{"rendered":"Chamilan Endes Cemilan Kekinian yang Bisa Dinikmati Sekeluarga"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> Indonesia merupakan negara dengan tingkat konsumsi cemilan yang tinggi. Pesatnya perkembangan snack terjadi karena konsumsi\u00a0 camilan merupakan salah satu bagian dari gaya hidup.<\/p>\n<p>Hampir semua orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa suka yang namanya ngemil. Cemilan biasanya dikonsumsi saat menonton televisi, film, ngumpul bareng teman, keluarga dan sebagainya. Beragam cemilan kekinian mulai muncul dimana-mana.<\/p>\n<p>Peluang usaha inilah yang ditangkap oleh Annisa Ahlush Shuffah atau yang biasa disapa Icha. Awalnya, dara manis ini kerap melihat kebiasaan teman-teman kantornya yang suka konsumsi cemilan pedas.<\/p>\n<p>Saat itu, makaroni menjadi cemilan yang lagi hits. Icha pun mulai mencoba bisnis makaroni. Pada 2017 lahirlah Makaroni Endes. Ciri khas dari Makaroni Endes, tidak berminyak, meski proses pembuatannya digoreng.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-24033 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2022\/06\/f1408c96-0a6b-4aa4-9ce6-f836f1275974-e1654674272423.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"504\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2022\/06\/f1408c96-0a6b-4aa4-9ce6-f836f1275974-e1654674272423.jpg 700w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2022\/06\/f1408c96-0a6b-4aa4-9ce6-f836f1275974-e1654674272423-300x216.jpg 300w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2022\/06\/f1408c96-0a6b-4aa4-9ce6-f836f1275974-e1654674272423-696x501.jpg 696w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2022\/06\/f1408c96-0a6b-4aa4-9ce6-f836f1275974-e1654674272423-583x420.jpg 583w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>\u201cCemilan makaroni ala Makaroni Endes tidak berminyak meski proses pembuatan digoreng. Makaroninya seperti di oven karena tidak berminyak sama sekali. Kami punya teknik sendiri dan ini yang membedakan makaroni dari brand lain,\u201d kata Icha bersemangat.<\/p>\n<p>Icha tak hanya terpaku pada kesuksesan usahanya lewat Makaroni Endes. Atas saran dari teman-temannya, anak kedua dari tiga bersaudara ini mencoba cemilan lain seperti kripik slondok ebi, kerupuk kulit ebi, kurma cokelat almond, dan kurma cokelat keju.<\/p>\n<p>Di Bulan Juli nanti akan mengeluarkan produk barunya yaitu donat sereal dan biji kopi cookies. Alhasil, brand Makaroni Endes berubah menjadi Chamilan Endes sebab cemilan yang dijual saat ini, tidak hanya makaroni saja.<\/p>\n<p>\u201cAku ingin produk cemilan dari satu brand bisa dinikmati oleh satu keluarga. Misalnya slondok, cemilan untuk ibu, biji kopi cookies dipilih ayah untuk teman ngopi dan donat sereal untuk anak,\u201d ujar alumnus dari Management Transportasi Laut, STMT Trisakti yang merupakan salah satu alumnus yangg mendapatkan beasiswa penuh selama kuliah dan lulus dengan predikat cumlaude.<\/p>\n<p>Produk Chamilan Endes dipasarkan mulai dari Rp10.000 hingga Rp55.000. Tertarik untuk mengetahui dan mencoba berbagai cemilan dari Chamilan Endes, serta ingin punya uang tambahan dari bisnis cemilan?<\/p>\n<p>Bila berminat, bisa bergabung menjadi reseller dari chamilan endes. Bisa mendapatkan keuntungan tanpa harus mengeluarkan modal, dan secara langsung akan di coaching oleh Icha selaku owner.<\/p>\n<p>Bisa follow instagram @chamilan.endes dan instagram Icha @ahlushuffah untuk mendapatkan informasi seputar menjadi reseller. Rencananya, pada Juli mendatang, produk-produk Chamilan Endes sudah bisa diperoleh di Shopee dan Tokopedia.<\/p>\n<p><strong>Membuka lapangan kerja<\/strong><\/p>\n<p>Selain bergerak dibisnis cemilan, Icha yang lahir di Jakarta, 4 Desember 1994 ini juga mengembangkan usaha dicatering hingga wedding organizer (WO).<\/p>\n<p>CHAMEAL Catering merupakan brand catering Icha, hadir dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Dalam mengelola usaha catering ini, Icha memberdayakan ibu-ibu yang tinggal di sekitar rumahnya.<\/p>\n<p>\u201cIbu-ibu inilah yang jadi tukang masaknya. Pangsa pasarku banyak yang suka masakan ibu-ibu. Selain kangen dengan masakan ibu, rasanya juga lebih kuat dibumbu,\u201d ujarnya.<br \/>\nKuat dibumbu, free ongkir dan tanpa MSG di setiap makanan menjadi ciri khas dari CHAMEAL Catering.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-24034 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2022\/06\/b9d306e9-65dc-4a08-9d71-1c8ed1148a66-e1654674318900.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\">Ingin mengetahui lebih jauh tentang CHAMEAL Catering, bisa follow Instragram @chameal.catering.<\/p>\n<p>Saat pandemi Covid-19, Icha merasakan juga imbasnya. \u201cSaat pandemi, banyak kantor yang mengharuskan WFH, jadi pesanan ke perkantoran menurun. Begitu pula pesanan buat pesta perkawinan. Kalaupun ada, pesanan nasi box.,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, pandemi tidak menyurutkan semangatnya untuk berusaha. Ia mencoba menjual makanan frozen. Upaya ini dia lakukan agar belasan karyawannya bisa memperoleh penghasilan dan tidak kehilangan pekerjaan.<\/p>\n<p>Ia mengaku bahagia bila melihat orang-orang yang dibantunya bersama keluarga mereka sejahtera. Selain itu bisa membuka lapangan pekerjaan.<\/p>\n<p><strong>Modal Rp0<\/strong><\/p>\n<p>Icha mengatakan, dalam menjalani usaha CHAMEAL Catering dan WO, tak perlu modal besar.<\/p>\n<p>\u201cKunci usaha bukan hanya modal. Bahkan nggak perlu modal besar, tetapi punya niat dan business plan. Aku awal bikin catering dengan modal Rp0. Masak di rumah, alat-alat memasak pakai punya ibu dan uang untuk membeli bahan masakan dari pembeli catering yang sudah transfer di h-2 ,\u201d tutur Icha seorang pebisnis yang juga merupakan seorang karyawati di salah satu perusaaan minyak dan gas multinasional.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-24035 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2022\/06\/e72c729f-98db-486e-a5f8-30d3a8fdce81-e1654674439516.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\">Namun dengan berjalannya waktu, dia membuat PT untuk usahanya tersebut. Menurutnya, dengan adanya PT, cateringnya bisa bekerjasama dengan banyak pihak instansi pemerintahan maupun perusahaan swasta besar.<\/p>\n<p>Masih aktif bekerja tidak menjadi hambatan baginya untuk memiliki usaha cemilan, catering, dan wedding organizer. Manajemen waktu menjadi salah satu kuncinya.<\/p>\n<p>\u201cAku punya tim yang selalu membantu. Bagiku, kerja di kantor itu ada batas usianya. Harapanku, kalau suatu saat aku <em>resign<\/em> dari kantor, bisnisku sudah <em>running,<\/em>\u201d ujarnya.<br \/>\nHal ini juga sesuai dengan motto hidupnya, <em>\u201cSuccess doesn&#8217;t have to wait until old&#8221;<\/em><\/p>\n<p>Ke depannya, perempuan berzodiak sagitarius ini berencana merambah ke bisnis fashion khususnya fashion hijab. Icha juga ingin memiliki restoran yang dilengkapi dengan banyaknya ruang meeting yg bisa dipesan perusahaan untuk meeting.<\/p>\n<p>&#8220;Ada tiga cara agar pekerjaan di kantor dan bisnis dapat berjalan secara beriringan, yakni harus mau capek, bisa membagi waktu dan mengatur waktu dengan bijak, dan terpenting ialah harus konsisten jalani keduanya secara bersamaan,&#8221; tutup Icha. (evi)<\/p>\n<p>(foto. dok. Annisa Ahlush Shuffah)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- Indonesia merupakan negara dengan tingkat konsumsi cemilan yang tinggi. Pesatnya perkembangan snack terjadi karena konsumsi\u00a0 camilan merupakan salah satu bagian dari gaya hidup. Hampir semua orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa suka yang namanya ngemil. Cemilan biasanya dikonsumsi saat menonton televisi, film, ngumpul bareng teman, keluarga dan sebagainya. Beragam cemilan kekinian mulai muncul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24033,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[65,122],"tags":[],"class_list":{"0":"post-24032","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kuliner","8":"category-profil"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/24032","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=24032"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/24032\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/24033"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=24032"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=24032"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=24032"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}