{"id":22921,"date":"2022-02-20T12:41:44","date_gmt":"2022-02-20T05:41:44","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=22921"},"modified":"2022-02-20T13:15:09","modified_gmt":"2022-02-20T06:15:09","slug":"cegah-food-waste-dan-food-loss-dengan-lima-cara-sederhana-ala-ikea","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/ulasan-menarik\/cegah-food-waste-dan-food-loss-dengan-lima-cara-sederhana-ala-ikea\/","title":{"rendered":"Cegah Food Waste dan Food Loss dengan Lima Cara Sederhana Ala IKEA"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><b>JAKARTA, ITN &#8211; <\/b><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena <\/span><i style=\"font-weight: 400;\">food waste <\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i style=\"font-weight: 400;\">food loss, kini<\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tengah menjadi perhatian khusus bagi banyak orang, karena isu tersebut memberikan dampak bagi lingkungan, seperti pencemaran air, emisi karbon, hingga pemanasan global. <\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><a style=\"font-weight: 400;\" href=\"https:\/\/www.fao.org\/food-loss-and-food-waste\/flw-data)\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/www.fao.org\/food-loss-and-food-waste\/flw-data)&amp;source=gmail&amp;ust=1645371359387000&amp;usg=AOvVaw2715_PcPQrdl7sSZpt-PEa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Food and Agriculture Organization<\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> (FAO), <\/span><i style=\"font-weight: 400;\">food waste<\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mengacu pada penurunan kualitas atau kuantitas pada tingkat ritel, jasa penyedia makanan, dan konsumen.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serupa tapi tak sama, selain <\/span><i style=\"font-weight: 400;\">food waste<\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, terdapat juga <\/span><i style=\"font-weight: 400;\">food loss<\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menurut FAO merupakan makanan yang terbuang akibat penurunan kuantitas atau kualitas. <\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap tahunnya, sepertiga dari seluruh produksi pangan di dunia harus terbuang, dengan rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dari pemborosan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan data Global Hunger Index 2021, tingkat kelaparan Indonesia berada di peringkat ketiga di Asia Tenggara. Dari data tersebut menjadi ironi mengingat fakta bahwa berdasarkan The Economist Intelligence (EIU) tahun 2017, Indonesia menyandang gelar negara kedua penghasil sampah makanan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(food waste and loss)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terbesar di dunia. <\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), yang diperingati setiap tanggal 21 Februari, IKEA Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk mulai lebih bijaksana dalam mengonsumsi makanan dan juga memilah sampah makanan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>Merencanakan menu makanan dengan bijak<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah awal sederhana untuk mencegah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> food waste<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">food loss<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah dengan rutin membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">meal plan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau perencanaan makanan. Seperti contoh, rencanakanlah menu makanan yang mau dimakan atau dimasak selama seminggu ke depan. <\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perhatikan juga kandungan gizi dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">meal plan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, konsumsi bahan makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, protein berkualitas tinggi, dan lemak sehat, sambil membatasi sumber biji-bijian olahan, gula tambahan, dan garam berlebih.<img decoding=\"async\" class=\"wp-image-22926 aligncenter\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2022\/02\/Foto-1-ISTAD-300x266.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"266\"><\/span><\/p>\n<ul>\n<li>Mengorganisir penyimpanan makanan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Setelah berbelanja, tentu akan memerlukan media penyimpanan makanan untuk dikulkas ataupun dapur. Menyimpan makanan harus dilakukan secara tepat dengan menyesuaikan jenis makanannnya.<\/p>\n<p>Untuk itu perlu untuk mencari tahu cara menyimpan makanan seperti daging, sayur, umbi &#8211; umbian dan lainya.<\/p>\n<ol>\n<li>Untuk produk bua dan sayur segar, dapat disimpan dalam kulkas dengan suhu dibawah 4<span style=\"font-family: arial, sans-serif;\">\u00b0C dengan ISTAD yaiitu salah satu produk kantong yang dapat ditutup dari IKEA yang aman digunakan dalam freezer dan tahan hingga suhu\u00a0<\/span><span style=\"font-family: arial, sans-serif;\">50\u00b0C.<\/span><\/li>\n<li>Sedangkan untuk daging mentah, dapat dimasukan pada wadah tertutup yang terpisah dari makanan lain. Simpan makanan segar atau pun sisa makanan dapat dengan menggunakan wadah bening agar terlihat, wadah IKEA 365+ dapat menjadi pilihan. Terbuat dari kaca, wadah IKEA 365+ dapat langsung dimasukan kedalam microwave atau oven.<\/li>\n<li>Memisahkan makanan yang mengeluarkan gas etilena dari makanan lain seperti pisang, alpukat dan tomat. Salah satu stopless dengan penutup berbahan kaca bening dari IKEA, <span style=\"font-family: arial, sans-serif;\"><a href=\"https:\/\/www.ikea.co.id\/in\/collections\/korken\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/www.ikea.co.id\/in\/collections\/korken&amp;source=gmail&amp;ust=1645420089825000&amp;usg=AOvVaw30AnYm6W1QpeVWCuDoIfnc\">KORKEN\u00a0<\/a><\/span>dapat menjadi pilihan dalam menjaga makanan tetap segar lebih lama dan mengurangi foodwaste atau foodloss.<\/li>\n<\/ol>\n<p><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-22925 aligncenter\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2022\/02\/Foto-4b-FRAKTA-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"392\" height=\"261\"><\/p>\n<ul>\n<li>Menjadikan sisa makanan sebagai kompos<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya memperhatikan cara menyimpan makanan dan berbelanja dengan bijak, sampah sisa makanan bisa dikurangi dengan diubah menjadi pupuk. <\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memulai membuat kompos bisa dari sisa sayuran, buah, ampas kopi, atau teh. Selain dapat menggunakan sisa-sisa dapur sebagai kompos untuk tanaman, juga bisa menanam kembali sayuran dari sisa-sisa yang akan dibuang. <\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">H\u00c5LLBAR, tempat sampah dengan tutup dari IKEA dapat membantu untuk memilah sampah makanan dengan bijak<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain H\u00c5LLBAR,\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tentu tidak asing lagi dengan FRAKTA, tas berbahan dasar ramah lingkungan yang dapat terurai.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan FR<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">AKTA dapat menjadi pilihan sebagai tempat menanam tanaman atau menyimpan sampah organik untuk dijadikan sebagai pupuk kompos.\u00a0<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li>Memanfaatkan kembali makanan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Food waste dan food loss juga dapat terjadi karena kecenderungan untuk membuang langsung makanan yang tidak habis. Padahal ada banyak makanan yang sebenarnya masih layak untuk dikonsumsi keesokan harinya jika disimpan dahulu dalam kulkas dengan cara yang tepat.<\/p>\n<p>Bahkan banyak juga makanan yang bisa diolah kembali sehingga bisa menjadi hidangan baru yang tak kalah lezatnya. Contohnya, membuat kaldu sayuran dari batang atau kulit sayuran dengan menyaring kembali kaldu sayur dan menyimpannya dalam kulkas sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan masak di kemudian hari.<\/p>\n<ul>\n<li>Membagi makanan berlebih kepada sesama<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagi makanan merupakan salah satu cara terbaik untuk meluaskan dampak positif sekaligus mengurangi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gap <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">konsumsi di Indonesia. <\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberi atau membagikan makanan yang berlebih kepada keluarga, teman, kerabat, atau pun tetangga. Selain dapat mengurangi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">food waste<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dengan cara tersebut dapat juga menjalin solidaritas serta mempererat hubungan kekerabatan.<\/span><\/p>\n<p>Lima langkah sederhana\u00a0<span style=\"font-weight: 400;\">mencegah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">food waste<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">food loss<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari rumah telah diuraikan oleh IKEA. Dengan mengurangi kebiasaan membuang makanan, dapat memberikan banyak dampak positif tidak hanya kepada diri sendiri tetapi juga kepada orang terdekat bahkan lingkungan sekitar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Tak hanya berdampak pada diri, kegiatan mencegah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">food waste<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">food loss<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di atas juga sudah mencakup metode 3R yakni <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reduce, Reuse, Recycle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dapat membantu memulai gaya hidup yang berkelanjutan dari rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Produk-produk rekomendasi dari lima langkah sederhana yang dibagikan IKEA bisa di dapatkan melalui <\/span><a href=\"http:\/\/ikea.co.id\/\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=http:\/\/ikea.co.id\/&amp;source=gmail&amp;ust=1645420089825000&amp;usg=AOvVaw2LK4WCgbjKeXAC7MOH3L0a\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">IKEA.co.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, aplikasi IKEA Indonesia, WhatsApp, maupun secara langsung di seluruh gerai IKEA Indonesia. <\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang ingin segera berkunjung ke toko IKEA, tetap untuk patuhi protokol kesehatan.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none;\"><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN &#8211; Fenomena food waste dan food loss, kini tengah menjadi perhatian khusus bagi banyak orang, karena isu tersebut memberikan dampak bagi lingkungan, seperti pencemaran air, emisi karbon, hingga pemanasan global. Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), food waste mengacu pada penurunan kualitas atau kuantitas pada tingkat ritel, jasa penyedia makanan, dan konsumen. Serupa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22924,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":{"0":"post-22921","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ulasan-menarik"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/22921","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=22921"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/22921\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/22924"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=22921"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=22921"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=22921"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}