{"id":21671,"date":"2021-11-07T20:53:32","date_gmt":"2021-11-07T13:53:32","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=21671"},"modified":"2021-11-08T05:18:16","modified_gmt":"2021-11-07T22:18:16","slug":"menteri-sandiaga-uno-mendukung-penjual-jamu-dengan-alat-pemarut-proses-produktif-ekonomi-kuat-indonesia-bangkit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/menteri-sandiaga-uno-mendukung-penjual-jamu-dengan-alat-pemarut-proses-produktif-ekonomi-kuat-indonesia-bangkit\/","title":{"rendered":"Menteri Sandiaga Uno Mendukung Penjual Jamu dengan Alat Pemarut, Proses Produktif, Ekonomi Kuat, Indonesia Bangkit"},"content":{"rendered":"<p><strong>LOMBOK, ITN\u2013<\/strong> Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menemukan adanya penjual jamu yang masih mengerjakan pembuatan Jamu dengan alat-alat yang tradisional. Hal ini ditemukan Sandi saat mengunjungi Desa Wisata Bonjeruk,<br \/>\nKecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.<\/p>\n<p>Sandi kemudian langsung mengobrol dengan penjual jamu yang masih dibuat secara tradisional tersebut. \u201cJamu yang dibuat secara tradisional memang sudah jarang ditemukan, dan ini perlu dilestarikan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurutnya, penjual jamu yang bernama Ibu Lomin atau biasa disapa Ina Ela tersebut adalah penjual jamu satu-satunya di Desa Bonjeruk. Sehingga penjualannya juga lumayan, bahkan ia sudah melakukan satu inovasi yaitu dengan menjual dua jenis jamu yaitu jenis bubuk dan siap minum.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-21673\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2021\/11\/ec3aec4c-4bbb-45d0-aeeb-1ba7eb43afa1-e1636301016849.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\">Menurut Sandi hal tersebut adalah salah satu inovasi yang mengikuti perkembangan, sehingga dengan adanya inovasi maka dia yakin usaha yang dilakukan oleh ibu Lomin bisa terus berkembang. \u201cjadi bisa membangkitkan ekonomi Ibu Lomin dan kalau pesanan berlipat-lipat bisa meminta tolong warga lainnya sehingga bisa menciptakan lapangan kerja baru,\u201d tegas Sandi.<\/p>\n<p>Namun, saat Sandi berbincang dengan Bu Lomin ia mengeluhkan masih harus melakukan pekerjaan dengan sangat tradisional. Oleh karenanya, Sandi langsung memesan alat pemarut di salah satu marketplace untuk ibu Lomin guna meningkatkan produksinya. Diharapkan dengan ini selain peningkatan ekonomi bisa juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Bonjeruk.<\/p>\n<p>Sementara ibu Lomin mengaku, kalau selama ini bahan-bahan jamu yang dijualnya memang harus diparut dan direbus secara manual. Sehingga dirinya memang terkadang keteteran dengan pesanan yang diterimanya. Walaupun saat ini dibantu oleh beberapa orang dalam membungkus jamu hasil buatannya. \u201cKalau yang pesan memang sudah banyak, tapi terkadang kita tidak sanggup menerima pesanan yang kian banyak,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Hingga akhirnya dia mendapatkan alat pemarut jahe dari Mas mentri yang akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memproduksi jamunya. \u201cSaya sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan oleh pak menteri, kalau marut sendiri itu pasti lama, terimakasih atas bantuannya pak menteri\u201d, tukasnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LOMBOK, ITN\u2013 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menemukan adanya penjual jamu yang masih mengerjakan pembuatan Jamu dengan alat-alat yang tradisional. Hal ini ditemukan Sandi saat mengunjungi Desa Wisata Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sandi kemudian langsung mengobrol dengan penjual jamu yang masih dibuat secara tradisional tersebut. \u201cJamu yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21674,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,124],"tags":[],"class_list":{"0":"post-21671","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/21671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=21671"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/21671\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/21674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=21671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=21671"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=21671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}