{"id":21641,"date":"2021-11-05T19:36:28","date_gmt":"2021-11-05T12:36:28","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=21641"},"modified":"2021-11-05T19:39:38","modified_gmt":"2021-11-05T12:39:38","slug":"teras-cempaka-tempat-makan-dan-minum-jempolan-di-kawasan-cempaka-putih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/perjalanan-wisata\/kuliner\/teras-cempaka-tempat-makan-dan-minum-jempolan-di-kawasan-cempaka-putih\/","title":{"rendered":"\u201cTeras Cempaka\u201d Tempat Makan dan Minum  Jempolan di Kawasan Cempaka Putih"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN &#8211;<\/strong> SEJAK beberapa tahun belakangan ini kawasan Jalan Cempaka Putih Raya, Jakarta Pusat tumbuh pesat resto, rumah makan, kafe, dan tempat-tempat makan dengan segala srata. Ada yang \u201cwah\u201d, sedang, dan juga sederhana. Harga makanan dan minuman di kawasan itu juga bervariasi, sesuai dengan tingkatannya. Yang jelas dari waktu ke waktu, kawasan itu semakin ramai dan menjadi tempat tujuan kuliner.<\/p>\n<p>Salah satu tempat yang<em> recommended<\/em> dan jempolan di Jalan Cempaka Putih Raya Nomor 147B Unit 1 tersebut untuk makan-makan dan minum adalah \u201cTeras Cempaka\u201d. Di tempat itu, penyuka makanan dan minuman bisa memilih menu yang sangat menggugah selera untuk semua usia.<\/p>\n<p>Di \u201cTeras Cempaka\u201d ada \u00a0<em>Soto <\/em>\u00a0<em>Ambengan \u201cPak Sadi\u201d (Asli)<\/em>. Selain soto ayam, \u00a0di rumah makan itu juga tersedia menu rujak cingur, \u00a0sate ayam, sate kambing, dan tahu tek. Makanan itu benar-benar selera Jawa Timuran.<\/p>\n<p>Pemilik dan pengelola \u201cTeras Cempaka\u201d adalah seorang wanita Purnawirawan TNI Angkatan Laut dengan pangkat terakhir Laksamana Muda TNI. Dia adalah drg. Andriani, Sp.Ort., F.I.C.D. Dokter gigi dan tentara? Iya, betul. Memang suatu perjalanan hidup yang unik: dokter gigi, jadi tentara, dan pensiun menggeluti bisnis kuliner.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-21643\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2021\/11\/IMG-20211105-WA0029-e1636114750895.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"518\">Dengan perencanaan matang dan<em> nawaitu<\/em> yang penuh keyakinan,\u00a0 Andriani bersama suaminya, Ir. Subagjo H Moeljanto, M.Sc seorang pensiunan pimpinan anak perusahaan Pertamina membuka <em>Soto Ambengan \u201cPak Sadi\u201d (Asli).<\/em> Sebagai sesama \u201c<em>Wong Suroboyo<\/em>\u201d, soto yang menjadi kesukaan Andriani dan Subagjo menjadi pilihan mereka berdua. Setelah memertimbangkan dan memilih-milih <em>franchise<\/em>, maka <em>Soto<\/em><em> Ambengan \u201cPak Sadi\u201d<\/em><em> (Asli)<\/em>, menjadi bisnis awal kulinernya.<\/p>\n<p>Setelah <em>Soto Ambengan \u201cPak Sadi\u201d-<\/em>nya jalan<em>,<\/em> Andriani dan Subagjo mengembangkan \u201clayar\u201d bisnisnya; maka lahirlah \u201c<em>Kopi Lain Hati<\/em>\u201d (2019),\u00a0 \u201c<em>Fish Streat<\/em>\u201d (2020), \u201c<em>Street<\/em><em> Boba<\/em>\u201d (2020), \u201c<em>Gildak<\/em>\u201d (2020), dan \u201c<em>Traffic Bun<\/em>\u201d (2021). Dengan adanya tempat kuliner-kuliner itu, maka komplet sudah. Di situ hadir olahan masakan Jawa, Eropa, Jepang, dan Korea, serta Burger.<\/p>\n<p>Gaya restonyapun\u00a0 disesuaikan dengan makanan dan minuman yang disajikan. Untuk \u201c<em>Fish Streat<\/em>\u201d\u00a0 lebih ke nuansa Angkatan Laut, ada ornamen jangkar dan pelampung-pelampung di dindingnya. Ada yang gaya anak muda masa kini yang gebyar dan tempelan kertas warna-warni pada dindingnya. Untuk <em>Soto Ambengan \u201cPak Sadi\u201d<\/em><em> (Asli)<\/em>, tampilannya lebih ke gaya tradisional Jawa.<\/p>\n<p>Seluruh resto itu saling melengkapi. Bahkan <em>Indonesiatripnews.Com<\/em> dibuat <em>surprise <\/em>oleh Andriani. Ia menunjukkan bahwa antara satu resto dengan resto lainnya saling berhubungan dengan adanya <em>connecting door<\/em>.\u00a0 Resto-resto itu juga melayani\u00a0 kegiatan acara-acara, seperti ulang tahun dan pertemuan-pertemuan.<\/p>\n<p>Satu keuntungan bagi pelanggan, porsi makanan di tempat itu rata-rata <em>gede<\/em> dan harga terjangkau, sehingga bisa disantap ramai-ramai. \u201cJadi kalau satu keluarga dengan berbagai usia makan di \u2018Teras Cempaka\u2019, semuanya bisa memilih makanan atau minuman sesuai selera masing-masing; tapi menikmatinya bisa di satu meja,\u201d jelas Store Supervisor \u201c<em>Fish Streat<\/em>\u201d Cempaka Putih, Dendy Elza Pratama.<\/p>\n<p>Keberadaan \u201cTeras Cempaka\u201d sudah dikenal khalayak ramai. Seperti \u201c<em>Fish Streat<\/em>\u201d, meski baru buka pukul 10.00 WIB, resto yang mengkhususkan diri pada olahan <em>sea food<\/em> dan pasta itu mulai mengalir orderannya. Padahal baru 12 menit dari jam buka. \u201c<em>Alhamdulillah<\/em>, selama pandemi Covid-19 ini pemesanan via <em>online<\/em>terus mengalir,\u201d jelas Andriani saat diwawancara <em>Indonesiatripnews<\/em>.<em>Com.<\/em><\/p>\n<p>Purnawirawan Perwira Tinggi TNI Angkatan Laut yang berparas ayu itu tidak menampik ketika <em>Indonesiatripnews.Com <\/em>mengatakan\u00a0 bahwa orang menjadi pelanggan dan mengorder suatu makanan dan minuman karena beberapa hal, yaitu cita-rasa makanan dan minuman yang enak nan lezat, berkualitas, higienis, pelayanan baik, dan harga terjangkau. Ia mengemukakan bahwa hal-hal seperti itulah yang selalu ditekankan kepada seluruh pekerja yang melayani resto-restonya. Apalagi pada masa pandemi Covid-19, maka selain pelayanan, protokol kesehatan harus dijalankan secara ketat oleh seluruh pekerjanya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-21645\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2021\/11\/IMG-20211105-WA0031.jpg\" alt=\"\" width=\"499\" height=\"652\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2021\/11\/IMG-20211105-WA0031.jpg 640w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2021\/11\/IMG-20211105-WA0031-229x300.jpg 229w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2021\/11\/IMG-20211105-WA0031-321x420.jpg 321w\" sizes=\"(max-width: 499px) 100vw, 499px\" \/>Ditanya sejak kapan dirinya mulai mengarungi bisnis kuliner, drg. Andriani mengakui sejak dirinya pensiun dari TNI tahun 2019. Tapi perencanaan dilakukan tiga tahun sebelumnya. Itupun dilakukan dengan perencanaan matang bersama suaminya yang\u00a0 pensiun dari Pertamina juga tahun 2019.<\/p>\n<p>Ia mengakui bahwa seseorang yang baru pensiun dalam masa satu minggu hingga satu bulan merasa <em>enjoy<\/em>. Bebas dan merdeka. Tapi setelah masa itu, berbagai persoalan menggelayutinya. Bahkan ada juga yang bingung. \u201cIbarat lampu yang semula menyala 150 watt, kemudian menjadi 5 watt,\u201d katanya. Karena itu, ia menyarankan agar para Purnawirawan TNI setelah pensiun, terutama Perwira agar\u00a0 memiliki kegiatan sesuai keahlian, hobi, dan ketertarikannya masing-masing. Paling tidak seorang istri Purnawirawan TNI mempunyai kegiatan dan penghasilan, misalnya memiliki satu rumah makan, warung, atau resto. Namun diingatkan agar kegiatannya itu dilandasi dengan <em>nawaitu<\/em> dan dijalani sepenuh hati. Yang penting lagi adalah perencanaan dilakukan secara matang dan tidak mendadak.<\/p>\n<p>Ditanya kenapa bisnis kuliner yang dipilihnya, suami-istri itu mengemukakan bahwa makanan sangat berkaitan erat dengan hajat dan kebutuhan hidup orang banyak secara langsung. Dengan \u201cmelayarkan\u201d bisnis kuliner, banyak mata-ratai yang saling terkait demi kemaslahatan. Karena itu mereka berdua ingin putri bungsunya, Meisya Dianita Atmarina yang kini mulai ikut terjun di \u201cTeras Cempaka\u201d, nantinya bisa menjadi seorang <em>entrepreneur<\/em> yang sukses.<\/p>\n<p>Tapi sebelum menerjuni bisnis kuliner, suami-istri yang berjiwa sosial itu telah mengulurkan tangan kepada lima warung tegal (Warteg) di Jakarta yang lokasinya berdekatan dengan kampus. Warteg-warteg itu hingga kini berkembang dan banyak membantu masyarakat yang berada di sekitarnya. Para mahasiswa yang kos di dekat kampus juga merasa terbantu dengan adanya Warteg-warteg binaan Andriani-Subagjo tersebut. Para mahasiswa bisa menikmati makanan sesuai dengan selera mereka sekaligus terjangkau harganya.<\/p>\n<p>Diakui bahwa tempat bisnisnya di Cempaka Putih saat ini awalnya merupakan bangunan gudang dua lantai milik orang lain yang sudah lama tidak terpakai. Dengan niat yang kuat dan sentuhan-sentuhan sepenuh hati, tempat yang awalnya \u201cdikuasai\u201d preman, oleh Laksda TNI (Purn) Andriani dan suami disewa dan di-\u201dsulap\u201d-nya \u00a0menjadi area kuliner yang nyaman, bersih, aman, tertata rapi, dan tertib.<\/p>\n<p>Berbagai inovasi dilakukan oleh \u201cTeras Cempaka\u201d untuk melayani dan memanjakan pelanggan, misalnya dengan memberikan diskon-diskon khusus atau ongkos kirim gratis untuk pelanggan. \u201cSaya juga ingin bisa ada <em>live music<\/em> lagi,\u201d ucap Dendy.<\/p>\n<p>Sebelum pandemi, \u201cTeras Cempaka\u201d sangat ramai dikunjungi pelanggan. Deretan mobil dan sepeda motor memenuhi tempat parkir dan tepi Jalan Cempaka Putih Raya.<\/p>\n<p><strong>Harga Terjangkau<\/strong><\/p>\n<p>Selain porsinya yang jumbo, harga makanan dan minumannya benar-benar terjangkau pelanggan. Seperti\u00a0 <em>seafood<\/em>\u00a0 berbagai olahan, harganya tidak sampai Rp50.000\/porsi. Bisa dibilang menikmati masakan di \u201cTeras Cempaka\u201d, harga kaki lima, rasa bintang lima.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-21644\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2021\/11\/IMG-20211105-WA0030-899x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"793\"><\/p>\n<p>Harga makanan dan minuman tidak membuat kantong jebol. Misalkan satu porsi <em>sea food<\/em> yang terdiri dari sepotong\u00a0 ikan dori ukuran setelapak tangan orang dewasa dan kentang goreng, atau nasi kari yang ditaburi kismis dipadu dengan kentang goreng, ikan dori, cumi, dan udang juga dibanderol kurang dari Rp50.000\/porsi.<\/p>\n<p>Untuk memenuhi permintaan pelanggan, jelas Dendy; setiap hari \u201c<em>Fish Streat<\/em>\u201d memerlukan ikan dori segar sebanyak 200 hingga 300 ekor.\u00a0 Kentang goreng yang melengkapi olahan <em>sea food<\/em> dan <em>butter<\/em> juga dipilih yang sangat berkualitas, sehingga seluruh olahan benar-benar <em>yummy<\/em>.<\/p>\n<p>Minumannya, baik kopi maupun minuman yang diberi <em>bubble<\/em> juga <em>enak tenan<\/em> di mulut. Apalagi jenis <em>bubble<\/em>-nya yang bisa \u201cmeletus\u201d di mulut, bisa menumbuhkan sesasi lain bagi yang meminumnya. Benar-benar enak.<\/p>\n<p>Kiprah ibu dari drg. Ayu Diany Widasari, Reza Rahadian, dan Meisya Dianita Atmarina di bisnis kuliner ini banyak diikuti oleh mantan atasan dan kenalannya. Mereka pun mengikuti jejak Andriani dengan membuka bisnis kuliner yang sama di beberapa kota di Indonesia.<\/p>\n<p>Salah satu kunci yang ditrapkan wanita yang berprofesi sebagai dokter gigi dan menjadi Prajurit TNI Angkatan Laut selama 35 tahun dan kini menjadi \u201cnakhoda\u201d bisnis kuliner adalah, <em>pertama,<\/em> mengasah hitung-hitungan agar tidak pikun, karena setiap malam dia mendapat laporan tentang keuangan seluruh restonya. <em>Kedua,<\/em> sebagai ladang untuk amal, mendidik anak muda yang memerlukan pekerjaan, dan mereka dipekerjakan secara profesional. <em>Ketiga,<\/em> memberikan kontribusi pajak untuk pemerintah. <em>Keempat,<\/em> mengurangi pengangguran, terutama pada masa pandemi seperti saat ini. <em>Kelima,<\/em> memudahkan kaum muda\u00a0 mendapatkan produk-produk olahan higienis dengan mengonsumsi makanan hasil \u00a0anak bangsa.<\/p>\n<p>Dari enam restonya, drg. Andriani yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) mempekerjakan 105 orang. \u00a0Seluruh pekerjanya diperlakukan sebagai anggota keluarga, sehingga mereka betah bekerja. Mereka setiap hari memeroleh makan, dan untuk THR diberikan dua kali gaji\/tahun. \u201c<em>Alhamdulillah,<\/em> selama pandemi Covid-19 ini tidak ada satu pekerja yang diberhentikan. Mereka kami perhatikan kesehatannya dan sudah menjalani vaksinasi semuanya. Mereka harus melakukan protokol kesehatan,\u201d kata lulusan FKG Unair tahun 1986 ini. <strong>(ori)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN &#8211; SEJAK beberapa tahun belakangan ini kawasan Jalan Cempaka Putih Raya, Jakarta Pusat tumbuh pesat resto, rumah makan, kafe, dan tempat-tempat makan dengan segala srata. Ada yang \u201cwah\u201d, sedang, dan juga sederhana. Harga makanan dan minuman di kawasan itu juga bervariasi, sesuai dengan tingkatannya. Yang jelas dari waktu ke waktu, kawasan itu semakin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21646,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[65],"tags":[],"class_list":{"0":"post-21641","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kuliner"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/21641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=21641"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/21641\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/21646"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=21641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=21641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=21641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}