{"id":17865,"date":"2021-04-01T05:00:40","date_gmt":"2021-03-31T22:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=17865"},"modified":"2021-04-03T05:01:36","modified_gmt":"2021-04-02T22:01:36","slug":"menparekraf-travel-pattern-jadi-strategi-wisata-era-next-normal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/menparekraf-travel-pattern-jadi-strategi-wisata-era-next-normal\/","title":{"rendered":"Menparekraf: Travel Pattern Jadi Strategi Wisata Era Next Normal"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> Membangkitkan kembali sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu strategi dan perencanaan yang jitu dalam mempersiapkan pariwisata dalam negeri.<\/p>\n<p>Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pun tengah menyiapkan strategi jitu teranyar guna dapat melambungkan kembali sektor pariwisata di era\u00a0<em>next nomal<\/em>\u00a0ini. Strategi yang diusung tersebut yakni\u00a0<em>travel pattern<\/em>.<\/p>\n<p>Dan menariknya\u00a0<em>travel pattern<\/em>\u00a0ini dapat ditemui di banyak titik destinasi wisata tanah air. Hal ini dijelaskan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno saat melakukan kunjungan ke Saloka Theme Park, Jawa Tengah, pada hari Kamis (1\/4).<\/p>\n<p>\u201cPengembangan pariwisata di era yang baru ini, after Covid-19, akan mengarah ke perjalanan yang lebih\u00a0<em>personalized<\/em>,\u00a0<em>localized<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>smaller in size<\/em>. Jadi, strategi pariwisata kita harus mengacu pada\u00a0<em>travel pattern<\/em>, seperti Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar). Selain Joglosemar, pariwisata Indonesia masih memiliki\u00a0<em>travel pattern<\/em>\u00a0lainnya seperti Cirebon, Kuningan dan Majalengka serta juga Surabaya, Banyuwangi dan Malang.\u00a0<em>Travel pattern<\/em>\u00a0akan menjadi standar liburan wisatawan di era\u00a0<em>next normal<\/em>,\u201d jelas Menparekraf.<\/p>\n<p><em>Travel pattern<\/em>\u00a0dinilai Menparekraf sesuai dengan kebutuhan wisatawan yang tidak ingin bepergian dalam jumlah besar serta tidak ingin bepergian ke wilayah yang terlalu jauh.<\/p>\n<p>\u201cKebiasaan baru wisatawan saat ini, lebih memprioritaskan perjalanan darat, dengan jumlah yang tidak terlalu besar\/banyak dan mengeksplor destinasi yang jaraknya tidak lebih dari 200 kilometer,\u201d terang Menparekraf.<\/p>\n<p>Salah satu\u00a0<em>travel pattern<\/em>\u00a0yang sudah terbentuk sempurna adalah\u00a0<em>travel pattern<\/em>\u00a0segitiga emas, Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) dengan Candi Borobudur sebagai\u00a0<em>epicentrum<\/em>-nya\/daya tarik utamanya.<\/p>\n<p>\u201cBukan tidak mungkin ke depannya bisa dibuat atraksi wisata balon udara di kawasan Joglosemar ini dengan Candi Borobudur sebagai daya tarik utamanya,\u201d tutup Menparekraf.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- Membangkitkan kembali sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu strategi dan perencanaan yang jitu dalam mempersiapkan pariwisata dalam negeri. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pun tengah menyiapkan strategi jitu teranyar guna dapat melambungkan kembali sektor pariwisata di era\u00a0next nomal\u00a0ini. Strategi yang diusung tersebut yakni\u00a0travel pattern. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17532,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,124],"tags":[],"class_list":{"0":"post-17865","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/17865","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=17865"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/17865\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/17532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=17865"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=17865"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=17865"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}