{"id":15485,"date":"2020-11-06T09:11:08","date_gmt":"2020-11-06T02:11:08","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=15485"},"modified":"2020-11-06T09:23:10","modified_gmt":"2020-11-06T02:23:10","slug":"5-000-apoteker-ikuti-pit-virtual-ikatan-apoteker-indonesia-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/5-000-apoteker-ikuti-pit-virtual-ikatan-apoteker-indonesia-2020\/","title":{"rendered":"5.000 Apoteker Ikuti PIT Virtual Ikatan Apoteker Indonesia 2020"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> Tidak kurang dari 5.000 apoteker dari seluruh Indonesia mengikuti Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) 2020 yang diselenggarakan secara virtual pada 5 \u2013 7 November 2020. PIT Virtual IAI 2020 yang digelar atas kerjasama PP IAI dan PD IAI Bali kali ini mengambil tema \u201cAchieving Health for All: Pharmacy optimising primary health care through digital technology\u201d. Bersamaan dengan PIT digelar pula rakernas pada 1 \u2013 4 November 2020.\u00a0 Rakernas yang juga diselenggarakan secara virtual ini diikuti Pengurus Daerah dari seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>\u2018\u2019Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) setiap tahunnya dengan tema berfokus pada peningkatan kapasitas dan wawasan apoteker dalam melakukan praktik kefarmasian. Semula, PIT 2020 akan diselenggarakan di Bali tanggal 1-3 April 2020 namun ditunda semenjak pandemi Covid-19 merebak,&#8221; ungkap Ketua Umum PP IAI, apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang, menjelang dilangsungkannya PIT dan Rakernas PP IAI di Jakarta kemarin.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, &#8220;Selama masa pembatasan sosial berskala besar karena pandemi, IAI mengalihkan semua kegiatan CPD tatap muka langsung menjadi CPD daring (webinar). Saat ini, IAI telah berhasil menyelenggarakan 50 kali webinar\/seminar <em>online<\/em> dan <em>video on demand<\/em>, yang dihadiri oleh lebih 10.000 peserta setiap kali penyelenggaraan. Keberhasilan ini mendasari IAI untuk melaksanakan PIT 2020 secara virtual&#8221;.<\/p>\n<p>Menurutnya, PIT merupakan sarana peningkatan kapasitas dan wawasan apoteker untuk menjalankan praktik kefarmasian secara bertanggung jawab dengan mengoptimalkan teknologi digital, utamanya di fasilitas pelayanan kesehatan primer. PIT juga menjadi sarana aktualisasi gagasan, kemampuan dan pengalaman anggota IAI dari berbagai bidang kefarmasian.<\/p>\n<p>Mengutip pernyataan WHO (World Health Organization), apt Lilik Yusuf Indrajaya, S.Si, SE, MM, MBA, ketua Panitia PIT mengatakan, tren global dan nasional menunjukkan, tantangan kesehatan masyarakat akan semakin kompleks. Usia harapan hidup masyarakat yang semakin panjang, pengelolaan penyakit kronis, serta kompleksitas pengobatan obat dan farmakoterapi, menjadi tantangan yang harus diatasi. Deklarasi Astana menegaskan bahwa penguatan pelayanan kesehatan primer merupakan pendekatan paling inklusif, efektif, dan efisien untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, dan merupakan bentuk pemenuhan hak azasi manusia (WHO, 2018). Keberhasilan penguatan pelayanan kesehatan primer akan dicapai melalui penggunaan teknologi (WHO, 2018).<\/p>\n<p>\u2018\u2019Dengan dikukuhkannya Deklarasi Astana, peran apoteker dalam sistem kesehatan menguat. Apoteker memiliki peran kunci dalam pelayanan kesehatan primer \u2013 terutama untuk meningkatkan keselamatan pasien. Pemantauan hasil terapeutik dan pencegahan penyakit primer dapat menjadi peran apoteker untuk mendorong gaya hidup sehat, mencegah penyakit, dan berkontribusi pada hasil terapeutik yang lebih baik. Dalam menjalankan peran tersebut, apoteker perlu memanfaatkan teknologi digital,\u2019\u2019 ungkap Lilik Yusuf yang juga Wakil Sekjen PP IAI.<\/p>\n<p>Untuk itu, IAI mendorong apoteker menjadi tenaga kesehatan yang adaptif, fleksibel, dan kompeten dalam menghadapi tantangan tersebut. Sejak 2019, IAI bekerja sama dengan FIP meluncurkan <em>Workforce Transformation Programme<\/em> untuk melakukan transformasi apoteker melalui pengembangan praktek apoteker <em>advance<\/em> untuk pengembangan profesi. Memperhatikan hal-hal tersebut, apoteker Indonesia perlu terus mengembangkan kompetensi, kapasitas, dan wawasan.<\/p>\n<p>\u2018\u2019Memperhatikan latar belakang tersebut, apoteker Indonesia perlu terus mengembangkan kompetensi, kapasitas, dan wawasan dalam melakukan praktik kefarmasian yang bertanggungjawab,\u2019\u2019 tambahnya.<\/p>\n<p>Penyelenggaraan PIT Virtual IAI 2020 juga menjadi strategis, karena juga mengantisipasi rencana pemerintah melakukan vaksinasi Covid-19. Hal ini tergolong <em>megaproject<\/em>, mengingat jumlah dosis yang sangat besar (ratusan juta dosis), waktu pemberian yang relatif terbatas, dan kemampuan sistem kesehatan. Oleh karenanya, sebagai bagian dari sistem kesehatan, Apoteker harus berinovasi dalam melakukan pekerjaan kefarmasian terkait pengelolaan vaksin, sejak tahap perencanaan hingga pendistribusian dengan metode <em>cold chain<\/em>.<\/p>\n<p>PIT akan berisi berbagai kegiatan yakni workshop, symposium, pameran Kesehatan, oral dan poster presentation. Sejumlah pembicara antara lain Menteri Kesehatan RI, Kepala Badan POM RI, Dirjen Kefarmasian &amp; Alat Kesehatan Kemenkes RI, Ketua Komite Farmasi Nasional, para pejabat eselon-1 dan eselon-2 di lingkungan Kementerian Kesehatan RI, para pejabat eselon-1 dan eselon-2 di lingkungan Badan POM RI, para pimpinan lembaga non-pemerintahan, para praktisi dan akademisi farmasi yang berasal baik dari dalam negeri maupun luar negeri.<\/p>\n<p>Sementara Sekretaris Jenderal PP IAI, apt Nofendri Roestam, SSi mengatakan, dalam rakernas kali ini, selain membahas program kerja juga akan dibahas berbagai persoalan mengenai peraturan perundang-undangan yang tengah menjadi sorotan masyarakat saat ini. Beberapa hal yang akan dibahas antara lain RUU Kefarmasian, RUU Waspom dan UU Cipta Kerja. Presentasi mengenai hal ini akan diberikan olah para pakar di bidangnya, serta anggota Komisi IX DPR RI, apt Emanueal Melkiades Laka Lena, SH. Persoalan lain yang akan dibahas adalah Potret Praktik Kefarmasian di Pelayanan Kefarmasian serta Peluang Pengembangan UMKM Kefarmasian bagi Apoteker.(*\/evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- Tidak kurang dari 5.000 apoteker dari seluruh Indonesia mengikuti Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) 2020 yang diselenggarakan secara virtual pada 5 \u2013 7 November 2020. PIT Virtual IAI 2020 yang digelar atas kerjasama PP IAI dan PD IAI Bali kali ini mengambil tema \u201cAchieving Health for All: Pharmacy optimising primary health care through digital [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15486,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,123],"tags":[],"class_list":{"0":"post-15485","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-nasional"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/15485","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=15485"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/15485\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/15486"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=15485"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=15485"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=15485"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}