{"id":15226,"date":"2020-10-01T12:20:43","date_gmt":"2020-10-01T05:20:43","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=15226"},"modified":"2020-10-01T12:24:22","modified_gmt":"2020-10-01T05:24:22","slug":"program-ada-di-warung-bantu-pelaku-ekraf-pasarkan-produknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/program-ada-di-warung-bantu-pelaku-ekraf-pasarkan-produknya\/","title":{"rendered":"Program &#8220;Ada di Warung&#8221; Bantu Pelaku Ekraf Pasarkan Produknya"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong>\u00a0 Pandemi membuat banyak pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) terkena dampaknya. <\/span><span class=\"s1\">Guna mendukung pemasaran produk para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) subsektor kuliner melalui program \u201cAda di Warung\u201d. Program ini diinisiasi oleh Kemenparekraf bekerja sama dengan Tokopandai, Tastemade Indonesia, Shopee Pay, dan Dana untuk membantu para pelaku ekraf memasarkan produknya di tengah pandemi Covid-19.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Hal itu diungkapkan Nia Niscaya, Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)\/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf).<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cKegiatan ini bertujuan untuk membantu para pelaku ekraf subsektor kuliner dalam memasarkan secara fisik produknya lebih dekat lagi dengan konsumen, sekaligus untuk mendorong masyarakat agar memilih berbelanja di warung terdekat sehingga dapat mengurangi cakupan mobilitas demi meminimalisir penyebaran Covid-19,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Menurut Nia, selain memberikan pilihan varian makanan kepada masyarakat, program ini diharapkan dapat membantu pelaku ekonomi kreatif untuk tetap mendapatkan penghasilan, menambah variasi produk di warung kelontong, hingga menambah penghasilan warung kelontong karena adanya sistem bagi hasil.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cHal-hal tersebut diharapkan akan mendorong pergerakan ekonomi kerakyatan, terutama pada masa pandemi Covid-19. Masyarakat yang berbelanja di warung kelontong jaringan Toko Pandai dapat menggunakan pembayaran secara nontunai sehingga turut membantu mengimplementasikan Program Pemerintah Sistem Keuangan Inklusi,\u201d kata Nia Niscaya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><img decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-15228\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/10\/EA6FA828-6A59-43F7-8274-0335F36EE86B-660x330-1.jpeg\" alt=\"\" width=\"492\" height=\"246\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/10\/EA6FA828-6A59-43F7-8274-0335F36EE86B-660x330-1.jpeg 660w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/10\/EA6FA828-6A59-43F7-8274-0335F36EE86B-660x330-1-300x150.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 492px) 100vw, 492px\" \/>Ia berharap, program \u201cAda Di Warung\u201d dapat mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk mau membeli dan menggunakan produk lokal Indonesia, terutama untuk produk makanan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cSelain itu, dengan penerapan digitalisasi warung dan konsep pembayaran nontunai, kita turut membantu warung konvensional menjadi lebih melek teknologi, serta mempermudah proses transaksi dan pembukuan pada masa kini. Dengan demikian, maka ekonomi kerakyatan akan terus berputar,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Sementara menurut Yuana Rochma Astuti, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf\/Baparekraf, program ini melibatkan 150 warung kelontongan yang tersebar di Jabodetabek. Sebanyak 60 warung berada di Jakarta, 50 warung di Bekasi, dan 40 warung di Tangerang.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cMeskipun saat ini program Ada Di Warung baru dilaksanakan di Jabodetabek, apabila apresiasinya baik dari masyarakat, rencananya tahap dua akan kami laksanakan di Malang dengan melibatkan 50 warung. Dan bila program ini mendapat respon yang lebih positif lagi maka tidak menutup kemungkinan kami akan buka di daerah lain,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Program ini diperkuat dengan promosi di kanal media sosial Tastemade Indonesia, berupa video olahan masakan menggunakan produk-produk kuliner kreatif yang didukung dalam program Ada Di Warung.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cDiharapkan dengan adanya promosi tersebut dapat meningkatkan _awareness_ masyarakat terhadap program ini, khususnya produk pelaku kreatif, yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan penjualan,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Produk-produk ekonomi kreatif yang terpilih untuk mengikuti program Ada Di Warung adalah Nicchi Kare, OhMaGrain, Barefood Pota, Makaronian, Early Rise, Kane Food, dan Sikaya Cireng. (*\/evi)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN-\u00a0 Pandemi membuat banyak pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) terkena dampaknya. Guna mendukung pemasaran produk para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) subsektor kuliner melalui program \u201cAda di Warung\u201d. Program ini diinisiasi oleh Kemenparekraf bekerja sama dengan Tokopandai, Tastemade Indonesia, Shopee Pay, dan Dana untuk membantu para pelaku ekraf memasarkan produknya di tengah pandemi Covid-19. Hal itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15227,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,124],"tags":[],"class_list":{"0":"post-15226","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/15226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=15226"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/15226\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/15227"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=15226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=15226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=15226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}