{"id":14434,"date":"2020-07-18T10:59:27","date_gmt":"2020-07-18T03:59:27","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=14434"},"modified":"2020-07-18T10:59:27","modified_gmt":"2020-07-18T03:59:27","slug":"kemasan-iklan-kreatif-jadi-kunci-sukses-promosi-di-tengah-pandemi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/ulasan-menarik\/kemasan-iklan-kreatif-jadi-kunci-sukses-promosi-di-tengah-pandemi\/","title":{"rendered":"Kemasan Iklan Kreatif Jadi Kunci Sukses Promosi di Tengah Pandemi"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN &#8211;<\/strong> Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif\/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf\/Baparekraf) menggelar Webinar Talkshow &#8220;Reklame\u201d bagi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk mengembangkan usahanya di masa pandemi.<\/p>\n<p>Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf\/Baparekraf, Frans Teguh dalam virtual talk show \u201cReklame\u201d Rembug Kreatif Periklanan Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru, menjelaskan para pelaku ekraf mendapatkan pengetahuan tentang tips dan trik dalam mempromosikan produk atau jasa melalui berbagai teknik periklanan, mulai dari foto, video hingga pengemasan suatu produk.<\/p>\n<p>\u201cAcara ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi para pelaku usaha dan pelaku ekraf untuk tetap produktif dan tetap berkarya di masa adaptasi kebiasaan baru,\u201d ujar Frans Teguh, Kamis (16\/7\/2020).<\/p>\n<p>Virtual talk show \u201cReklame\u201d Rembug Kreatif Periklanan Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru, turut menghadirkan Ketua Asosiasi P3I Janoe Arijanto, Fotografer profesional dan Asesor Fotografi Denny Herliyanso, Ceo &amp; Founder Panenmaya Group Pikukuh Tutuko, Pelukis dan Desainer Interior Andri Wintarso, serta Rita Dwi Kartika Utami sebagai moderator, dan diikuti sebanyak 274 peserta.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-14436 aligncenter\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/07\/media_1594976228_gambar_7.jpeg\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"310\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/07\/media_1594976228_gambar_7.jpeg 1024w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/07\/media_1594976228_gambar_7-300x169.jpeg 300w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/07\/media_1594976228_gambar_7-696x392.jpeg 696w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/07\/media_1594976228_gambar_7-747x420.jpeg 747w\" sizes=\"(max-width: 550px) 100vw, 550px\" \/>Ketua Asosiasi P3I, Janoe Arijanto menjelaskan pandemi COVID-19 mengubah banyak hal dalam proses pemasaran produk. Mulai dari cara mengakses informasi suatu produk atau merek, flow decision making, sampai model distribusi. Nantinya akan selalu ada titik\u2013titik Customer Experience yang baru atau sesuatu yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam lingkaran proses pemasaran.<\/p>\n<p>\u201cUntuk itu, perlu penerapan beberapa skenario perencanaan komunikasi dalam merespon ketidakpastian. Baik dari pemilihan media maupun flow komunikasi produk yang akan diiklankan,\u201d jelas Janoe.<\/p>\n<p>Fotografer profesional dan Asesor Fotografi, Denny Herliyanso mengungkapkan di era digital ini, siapapun bisa menjadi \u2018jurnalis\u2019 maupun \u2018fotografer\u2019. Bahkan hanya dengan bermodalkan ponsel atau kamera saku, tanpa harus memakai kamera profesional.<\/p>\n<p>Gadget yang dilengkapi dengan teknologi canggih saat ini, juga sudah bisa menyampaikan foto-foto indah sebagai salah satu cara membranding diri.<\/p>\n<p>\u201cSebab, fotografi adalah seni melukis dengan cahaya, yang \u2018membungkus\u2019 visi, misi, inspirasi, dan spirit seseorang. Tapi untuk membuat foto yang bagus dan menarik menurut saya, diperlukan suatu konsep,\u201d ungkap Denny.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-14437 aligncenter\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/07\/media_1594976277_gambar_5.jpeg\" alt=\"\" width=\"554\" height=\"312\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/07\/media_1594976277_gambar_5.jpeg 1024w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/07\/media_1594976277_gambar_5-300x169.jpeg 300w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/07\/media_1594976277_gambar_5-696x392.jpeg 696w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/07\/media_1594976277_gambar_5-747x420.jpeg 747w\" sizes=\"(max-width: 554px) 100vw, 554px\" \/>Ceo &amp; Founder Panenmaya Group, Pikukuh Tutuko menambahkan dalam konten yang bagus bisa menarik perhatian orang lain dan menjadi sumber pendapatan di saat pandemi. Itu sekaligus menjadi kunci yang bagus bagi pemilik produk untuk membranding produknya.<\/p>\n<p>\u201cAda peribahasa mengatakan \u2018Content is the king, marketing is the queen\u2019. Kalau konten kita tidak menarik, orang akan tidak tertarik atau akan melewatinya. Namun perlu kita tahu, bahwa konten dan marketing saling berkesinambungan,\u201d tambah Pikukuh.<\/p>\n<p>Sebagai gerakan mendukung bersama, di acara ini juga ditampilkan web berkah yang dikhususkan untuk membantu para seniman dan juga musisi jalanan dalam menggerakkan perekonomian di masa pandemi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN &#8211; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif\/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf\/Baparekraf) menggelar Webinar Talkshow &#8220;Reklame\u201d bagi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk mengembangkan usahanya di masa pandemi. Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf\/Baparekraf, Frans Teguh dalam virtual talk show \u201cReklame\u201d Rembug Kreatif Periklanan Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru, menjelaskan para pelaku ekraf [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14435,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":{"0":"post-14434","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ulasan-menarik"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/14434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=14434"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/14434\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/14435"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=14434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=14434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=14434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}