{"id":14334,"date":"2020-07-09T15:53:04","date_gmt":"2020-07-09T08:53:04","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=14334"},"modified":"2020-07-09T15:53:04","modified_gmt":"2020-07-09T08:53:04","slug":"kembali-produktif-secara-aman-bersama-jaga-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/ulasan-menarik\/kembali-produktif-secara-aman-bersama-jaga-indonesia\/","title":{"rendered":"Kembali Produktif Secara Aman, Bersama Jaga Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA,ITN &#8211;<\/strong> Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif\/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf\/Baparekraf) meyakini kebijakan dan protokol kesehatan sangat dibutuhkan bagi para pelaku usaha di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) di tanah air untuk dapat melakukan kembali aktivitasnya secara aman sehingga lebih produktif. Hal tersebut seperti yang disampaikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif\/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo dalam sambutannya pada acara bertajuk \u201cSosialisasi Kebijakan &amp; Simulasi Protokol Kesehatan bagi Industri Parekraf di Masa COVID-19\u201d di Hotel JS Luwansa, Jakarta.<\/p>\n<p>Angela Tanoesoedibjo lebih lanjut memaparkan protokol kesehatan dapat dijadikan sebagai acuan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan aktivitas yang produktif dengan cara yang aman serta berdampak positif dalam membangun kembali kepercayaan wisatawan domestik dan mancanegara.<\/p>\n<p>Pandemi Covid-19 telah menyebabkan munculnya era adaptasi kebiasaan baru dimana terjadi perubahan kebiasaan masyarakat, seperti: menggunakan masker, jaga jarak, tidak berjabat tangan, serta menggunakan teknologi untuk menghindari terjadinya kerumunan.<\/p>\n<p>\u201cPandemi Covid-19 juga telah mengubah perilaku konsumen baik dalam menentukan pembelian produk\/jasa kreatif maupun dalam menentukan perjalanan wisata.\u201d jelas Angela Tanoesoedibjo, Rabu (8\/7\/2020).<\/p>\n<p>Turut hadir dalam Acara \u201cSosialisasi Kebijakan &amp; Simulasi Protokol Kesehatan bagi Industri Parekraf di Masa COVID-19\u201d diantaranya; Ahmad Riza Patria selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta; Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo R.M Manuhutu; Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari; Direktur Penyuluhan, Kementerian Keuangan, Hestu Yoga; Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam, BNPB, Yolak Dalimunthe; Pejabat Eselon I dan Staf Ahli di Lingkungan Kemenparekraf\/Baparekraf, Perwakilan Asosiasi, serta sekitar 2.500 peserta yang hadir secara virtual.<\/p>\n<p>Para pembicara yang turut hadir dalam acara tersebut mensosialisasikan kebijakan fiskal yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha di sektor Parekraf, sekaligus mensosialisasikan protokol kesehatan untuk sektor Parekraf bagi seluruh pemangku kepentingan, serta mensimulasikan adaptasi kebiasaan baru terkait operasional hotel di masa Pandemi Covid-19.<\/p>\n<p>Sebelumnya Kemenparekraf\/Baparekraf telah melakukan koordinasi yang intensif dengan Kementerian Kesehatan, sesuai arahan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, yang melibatkan peran serta para asosiasi di sektor Parekraf. Koordinasi tersebut membuahkan hasil yang baik, yang ditandai dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07\/Menkes\/382\/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dimana di dalamnya terdapat protokol yang mengatur kebiasaan baru untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.<\/p>\n<p>Agar dapat berkesinambungan, Angela menambahkan saat ini Kemenparekraf\/Baparekraf sedang berproses menyusun sejumlah panduan teknis sebagai turunan dari Keputusan Menteri Kesehatan tersebut, dalam bentuk handbook, antara lain untuk Hotel, Restoran dan Rumah Makan, Daya Tarik Wisata, Homestay, Spa, Usaha Perjalanan Wisata, Kegiatan Wisata Minat Khusus, MICE dan Event, serta Ekonomi Kreatif.<\/p>\n<p>\u201cPanduan teknis ini dibuat dengan memerhatikan indikator kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.\u201d tambah Wamen Angela.<\/p>\n<p>Dibutuhkan kedisiplinan untuk menjalankan petunjuk yang tercantum dalam protokol dan dibutuhkan kerja sama yang erat dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten\/Kota, dan Asosiasi dalam mengawasi penerapannya agar usaha sektor Parekraf tidak menjadi titik penyebaran Covid-19 yang baru.<\/p>\n<p>Menutup sambutanya, Wamen Angela mengungkapkan harapan dan optimismenya terhadap pemulihan ekonomi nasional khususnya pada sektor Parekraf.<\/p>\n<p>\u201cMari kita Kembali produktif secara aman, kita jaga keselamatan diri, jaga saudara, teman kita, keluarga kita, sesama kita, kita bersama jaga Indonesia\u201d tutup Wamen Angela.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA,ITN &#8211; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif\/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf\/Baparekraf) meyakini kebijakan dan protokol kesehatan sangat dibutuhkan bagi para pelaku usaha di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) di tanah air untuk dapat melakukan kembali aktivitasnya secara aman sehingga lebih produktif. Hal tersebut seperti yang disampaikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif\/Wakil Kepala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14335,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":{"0":"post-14334","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ulasan-menarik"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/14334","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=14334"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/14334\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/14335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=14334"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=14334"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=14334"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}