{"id":13822,"date":"2020-06-05T19:55:18","date_gmt":"2020-06-05T12:55:18","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=13822"},"modified":"2020-06-05T19:55:18","modified_gmt":"2020-06-05T12:55:18","slug":"industri-pariwisata-bali-siap-jalani-tatanan-kenormalan-baru-pariwisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/ulasan-menarik\/industri-pariwisata-bali-siap-jalani-tatanan-kenormalan-baru-pariwisata\/","title":{"rendered":"Industri Pariwisata Bali Siap Jalani Tatanan Kenormalan Baru Pariwisata"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> Industri pariwisata di Bali menyatakan diri siap untuk menjalani tatanan kenormalan baru pariwisata yang dalam praktiknya nanti akan lebih mengedepankan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan sebagai kebutuhan utama wisatawan.<\/p>\n<p>Ketua Pasar ASEAN dari ASITA Bali, Febrina Budiman dalam kegiatan \u2018<em>International Webinar Tourism in Indonesia<\/em>\u2018 yang diselenggarakan Kemenparekraf untuk pasar Singapura dan Malaysia, mengatakan, ada 400 <em>tour operator<\/em>\u00a0dan<em>\u00a0travel agent<\/em>\u00a0yang tergabung dalam ASITA Bali sudah menyatakan siap untuk menyambut kenormalan baru pariwisata.<\/p>\n<p>\u201cKami sangat optimistis bahwa kami bisa \u2018berteman\u2019 dengan Covid-19 atau dengan kata lain kita harus bisa berteman meski kita tidak bisa berteman selamanya,\u201d kata Febrina Budiman di Jakarta, Kamis (4\/6\/2020).<\/p>\n<p>Optimisme pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali itu bukan tanpa alasan. Dimulai dari situasi yang sangat berat akibat Covid-19 ketika pemerintah menutup akses pintu masuk internasional, khususnya dari China pada Februari 2020. Memasuki Maret 2020, pemerintah kemudian memutuskan untuk menutup semua penerbangan internasional yang berarti wisatawan dari berbagai\u00a0<em>market<\/em>\u00a0potensial juga terhenti.<\/p>\n<p>Namun keberhasilan pemerintah daerah bersama komunitas lokal dalam mengendalikan Covid-19 membuat industri optimistis menatap fase baru pariwisata Bali. Tercatat hingga hari Kamis (4\/6) jumlah kasus positif di Bali mencapai 510 orang dengan 364 orang sembuh dan 5 orang meninggal. Semakin cepat penanganan Covid-19, semakin cepat pula ekonomi akan bangkit.<\/p>\n<p>\u201cKami sangat bersyukur dengan kondisi ini dan berterima kasih dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal,\u201d katanya.<\/p>\n<p>ASITA Bali sendiri sudah merancang protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan dan memastikan nantinya akan diterapkan dengan ketat bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.<\/p>\n<p>Mulai dari pra-kedatangan wisatawan, saat tiba di bandara dan menuju hotel, saat melakukan aktivitas tur, dan kembali ke bandara untuk penerbangan ke negara asal wisatawan. Dengan kata lain industri sepenuhnya siap memberikan rasa nyaman dan aman serta pengalaman baru bagi wisatawan dalam tatanan kenormalan baru pariwisata.<\/p>\n<p>\u201cNamun untuk saat ini dibukanya destinasi tetap bergantung dari keputusan pemerintah,\u201d jelas Febrina.<\/p>\n<p>Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Nia Niscaya di kesempatan yang sama mengatakan, sejak awal pemerintah berkomitmen dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.<\/p>\n<p>Termasuk penyiapan protokol tatanan kenormalan baru pariwisata dan ekonomi kreatif kini dengan program\u00a0<em>Cleanliness, Health, and Safety<\/em>\u00a0(CHS) yang melibatkan industri.<\/p>\n<p>\u201cSebelum membuka destinasi kita perlu membangun rasa percaya diri agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Dan di sini langkah-langkahnya,\u201d terang Nia.<\/p>\n<p>Dalam program tersebut Kemenparekraf membagi dalam dua tahapan yaitu\u00a0<em>Gaining Confidence<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>Appealing<\/em>.<\/p>\n<p><em>Gaining Confidence<\/em>\u00a0dimulai dari penyiapan protokol CHS yang nantinya akan dikemas melalui<em>\u00a0video tutorial<\/em>\u00a0yang menarik dan buku panduan yang mudah dimengerti bagi pemangku kepentingan pariwisata seperti hotel, restoran, pusat perbelanjaan, destinasi wisata, dan lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan\u00a0<em>training<\/em>, simulasi, publikasi, dan kampanye serta aplikasi penerapan CHS.<\/p>\n<p>Sementara dalam tahapan\u00a0<em>Appealing<\/em>, Kemenparekraf akan menjalankan sejumlah program seperti\u00a0<em>Mega Famtrip<\/em>\u00a0dengan melibatkan\u00a0<em>key opinion leader<\/em>\u00a0(KOL),\u00a0<em>media<\/em>\u00a0serta\u00a0<em>travel agent and tour operator<\/em>\u00a0(TA\/TO). Kemudian juga membuat\u00a0<em>joint promotion<\/em>\u00a0dengan membuat paket tur bersama\u00a0<em>airlines<\/em>\u00a0dan TA\/TO. Kemudian juga menyiapkan penyelenggaraan kegiatan MICE dalam skala kecil.<\/p>\n<p>\u201cNamun kami tekankan bahwa pembukaan destinasi bergantung atas keputusan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan pemerintah daerah. Karena setiap destinasi tentu memiliki situasi dan kondisi yang berbeda,\u201d ungkap Nia.<\/p>\n<p>Bali, yakni kawasan Nusa Dua direncanakan akan menjadi <em>pilot project<\/em> penerapan program CHS. Kawasan Nusa Dua dipilih karena lokasinya yang strategis dan merupakan area eksklusif sehingga dapat dengan mudah dilakukan pengawasan. Di Nusa Dua juga lengkap dengan fasilitas pendukung mulai dari akomodasi, amenitas, bahkan rumah sakit berskala internasional.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia, seperti banyak negara, saat ini kita tengah fokus pada penyiapan\u00a0<em>new normal<\/em>\u00a0sebagai persiapan menyambut kembali wisatawan. CHS itulah yang kita siapkan. Kami optimistis bisa menyambut wisatawan dengan pengalaman yang baru dan menarik,\u201d tutupnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- Industri pariwisata di Bali menyatakan diri siap untuk menjalani tatanan kenormalan baru pariwisata yang dalam praktiknya nanti akan lebih mengedepankan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan sebagai kebutuhan utama wisatawan. Ketua Pasar ASEAN dari ASITA Bali, Febrina Budiman dalam kegiatan \u2018International Webinar Tourism in Indonesia\u2018 yang diselenggarakan Kemenparekraf untuk pasar Singapura dan Malaysia, mengatakan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13343,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":{"0":"post-13822","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ulasan-menarik"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/13822","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=13822"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/13822\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/13343"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=13822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=13822"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=13822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}