{"id":13124,"date":"2020-04-22T02:33:51","date_gmt":"2020-04-21T19:33:51","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=13124"},"modified":"2020-04-22T02:33:51","modified_gmt":"2020-04-21T19:33:51","slug":"astindo-minta-refund-tiket-penumpang-dikembalikan-dalam-bentuk-dana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/akomodasi\/transportasi\/astindo-minta-refund-tiket-penumpang-dikembalikan-dalam-bentuk-dana\/","title":{"rendered":"ASTINDO Minta Refund Tiket Penumpang Dikembalikan dalam Bentuk Dana"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> Asosiasi Travel Agent Indonesia ( ASTINDO) minta maskapai penerbangan <em>refund<\/em> tiket berbentuk dana yang ditransfer ke rekening customer\/travel agent, bukan mengembalikannya dalam bentuk voucher ataupun deposit. \u201cDalam kondisi saat ini seluruh industri termasuk travel agent pun sangat membutuhkan dana tunai,&#8221; ujar Sekjen DPP ASTINDO, Pauline Suharno di Jakarta, Selasa (21\/4\/2020).<\/p>\n<p>Selama hampir tiga bulan terjadi pengurangan besar-besaran frekwensi penerbangan sehingga kini terjadi <em>minus billing<\/em> yaitu nominal tiket yang dikembalikan\/dibatalkan lebih besar dari penjualan tiket penerbangan.<\/p>\n<p>\u201cDari data IATA (International Air Transport Association), tercatat\u00a0penurunan volume penjualan tiket penerbangan lebih dari 90% dalam kurun\u00a0waktu hampir 3 bulan (26 Januari-17 April 2020),\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Pengurangan besar-besaran frekwensi penerbangan serta semakin banyaknya negara yang melakukan partial\/entire lockdown mengakibatkan terjadinya minus billing tersebut.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, Industri pariwisata selama ini menjadi pilar yang diandalkan untuk menunjang ekonomi negara\u00a0 sekarang menjadi sektor yang\u00a0paling terpukul dengan merebaknya wabah virus Covid-19 di lebih dari 200\u00a0negara.<\/p>\n<p>\u201cSekarang ini lebih banyak maskapai yang berhutang kepada travel agent. Kondisi ini selain mengganggu cashflow travel agent, juga membahayakan bagi konsumen. Client dan korporasi\/pemerintah yang memiliki tempo kredit dengan travel agent umumnya enggan membayar tiket pesawat yang di-refund, \u201cungkapnya.<\/p>\n<p>Sedangkan travel agent menurutnya harus memproses <em>refund<\/em> kepada maskapai yang memakan waktu kurang\u00a0lebih 2-3 bulan. Maskapai\u00a0memutuskan untuk melakukan pengembalian tiket dengan menggunakan voucher refund (maskapai internasional) atau <em>top up deposit<\/em> (maskapai domestik).<\/p>\n<p>Seluruh maskapai saat ini mengalami kesulitan likuiditas akibat minimnya angka penjualan dan masih terbebani dengan biaya operasional (gaji karyawan, sewa parkir pesawat, maintenance pesawat dan lainnnya).<\/p>\n<p>Lebih lanjut Pauline mengatakan, &#8220;Penggunaan <em>voucher refund <\/em>membantu maskapai untuk menghemat cash yang harus dikeluarkan. Konsumen diharuskan untuk menunda perjalanan dan tidak membatalkan perjalanan. \u201cNamun konsumen bisa saja mengalami masalah dengan usahanya akibat Covid19, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan di kemudian hari&#8221;.<\/p>\n<p>Konsumen yang merencanakan\u00a0bepergian untuk keperluan dinas mungkin saja sudah tidak lagi bekerja di\u00a0perusahaan yang sama atau bisa jadi kegiatan yang akan mereka lakukan akan diadakan di kota lain di mana tidak ada penerbangan dengan maskapai tersebut.<\/p>\n<p>Top up deposit mengendap di rekening bank maskapai dan tidak dapat diuangkan oleh travel agent. Pauline juga menyatakan bahwa ASTINDO sudah menyurati maskapai penerbangan domestik terkait mulai dari Sriwijaya, Lion Air, Air Asia, Citilink, dan Garuda.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak mendapat jawaban positif terkait permohonan travel agent agar dana tersebut ditransfer ke rekening travel agent. Bagaimana jika maskapai tidak sanggup bertahan menghadapi gempuran kesulitan selama pandemic Covid19?. Apakah ada jaminan bagi pemegang\u00a0<em>voucher<\/em> <em>refund<\/em>, maupun bagi pengusaha travel agent, uang tiket akan dikembalikan utuh?,\u201d ujar Pauline.<\/p>\n<p>Dia menggambarkan kondisi yang terjadi sebelumya di beberapa maskapai termasuk maskapai penerbangan domestik seperti Linus Air, Batavia Air, Adam Air ketika mereka berhenti beroperasi.<\/p>\n<p>\u201cSeluruh dana refund konsumen dan top up deposit tidak dikembalikan kepada yang berhak yaitu konsumen &amp; travel agent dan puluhan milyar uang milik konsumen dan travel agent dianggap bagian dari asset mereka karena mengendap di rekening bank mereka,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dalam hal ini,\u00a0 konsumen maupun travel agent menjadi yang paling\u00a0dirugikan. Maskapai penerbangan beroperasi bermodalkan uang\u00a0milik konsumen dan travel agent. Untuk itu pihaknya\u00a0 meminta perhatian kepada seluruh maskapai agar\u00a0mengembalikan refund tiket<\/p>\n<p>\u201dKami minta refund berbentuk dana yang ditransfer ke rekening customer\/travel agent, bukan mengembalikannya dalam bentuk voucher ataupun deposit, karena dalam kondisi saat ini seluruh industri termasuk travel agent pun sangat membutuhkan dana tunai,\u201d tambah Pauline.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- Asosiasi Travel Agent Indonesia ( ASTINDO) minta maskapai penerbangan refund tiket berbentuk dana yang ditransfer ke rekening customer\/travel agent, bukan mengembalikannya dalam bentuk voucher ataupun deposit. \u201cDalam kondisi saat ini seluruh industri termasuk travel agent pun sangat membutuhkan dana tunai,&#8221; ujar Sekjen DPP ASTINDO, Pauline Suharno di Jakarta, Selasa (21\/4\/2020). Selama hampir tiga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13082,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[72],"tags":[],"class_list":{"0":"post-13124","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-transportasi"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/13124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=13124"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/13124\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/13082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=13124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=13124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=13124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}