{"id":12637,"date":"2020-03-11T22:21:45","date_gmt":"2020-03-11T15:21:45","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=12637"},"modified":"2020-03-11T22:21:45","modified_gmt":"2020-03-11T15:21:45","slug":"menparekraf-siapkan-prosedur-khusus-keamanan-dan-keselamatan-wisatawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/menparekraf-siapkan-prosedur-khusus-keamanan-dan-keselamatan-wisatawan\/","title":{"rendered":"Menparekraf Siapkan Prosedur Khusus Keamanan dan Keselamatan Wisatawan"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio sedang menyusun dan menyiapkan tata cara atau prosedur khusus untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan wisatawan yang datang ke tanah air.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Menparekraf Wishnutama Kusubandio saat menghadiri <em>Forum Group Discussion<\/em> dengan tema \u2018Sistem Keselamatan dan Keamanan Terpadu Dalam Rangka Menunjang Pariwisata di 5 Destinasi Super Prioritas\u2019 yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (9\/3\/2020).<\/p>\n<p>\u201cKita harus menjaga keselamatan dan kenyamanan kepada siapapun yang berkunjung ke Indonesia. Untuk itu kami sedang menyusun prosedur khusus keamanan dan keselamatan di mana salah satu tujuannya selain meningkatkan rasa aman dan nyaman juga bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 20% -30%,\u201d ungkap Wishnutama.<\/p>\n<p>Wishnutama menjelaskan saat ini status Indonesia dalam <em>travel advisory<\/em> negara-negara tetangga yang lebih sering digambarkan dalam kondisi kuning (hati-hati untuk dikunjungi) dan bukan hijau (aman untuk dikunjungi).<\/p>\n<p>\u201cProsedur keamanan dan keselamatan ini salah satu upaya untuk mengubah dan memberi perhatian lebih kepada wisatawan yang akan berkunjung ke Indonesia,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Presiden Joko Widodo, kata Menparekraf Wishnutama, beberapa waktu lalu secara khusus datang ke Labuan Bajo yang menjadi salah satu destinasi super prioritas untuk melihat langsung dan mengintruksikan kepada TNI, POLRI, BNPB, BASARNAS, dan kementerian lain untuk membentuk organisasi terpadu di destinasi wisata.<\/p>\n<p>\u201cHal itu untuk menunjukkan kehadiran kita secara fisik di destinasi wisata. Bila di destinasi wisata itu terlihat tim patroli hadir secara wujud, tentu membuat perasaan wisatawan itu semakin aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Staf Ahli Bidang Keamanan Kemenparekraf Adi Deriyan pada kesempatan yang sama berharap prosedur khusus keamanan dan keselamatan ini merupakan rintisian awal bagi Indonesia untuk memiliki tata cara atau prosedur keamanan dan kenyamanan. Dengan begitu maka wisatawan tidak ragu untuk merencanakan kunjungannya ke Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cPada 24 April kita akan melakukan skenario <em>planing<\/em>. Sebuah kegiatan dari apa yang sudah kita buat dan kerjakan, akan diwujudkan dan diimplementasikan dalam skenario <em>planing<\/em> yang akan dilakukan dalam tiga tahap di Labuan Bajo,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ketiga tahap itu mengatur bagaimana mengatasi wisatawan yang mengalamai kecelakaan individu seperti sakit jantung dan lainnya saat berada di destinasi wisata. Lalu menangai kasus kapal terbalik hingga bencana alam termasuk misalnya gempa bumi.<\/p>\n<p>\u201cSemoga ini bisa dikembangkan terus-menerus, sehingga bisa menjadi prosedur khusus keamanan dan keselamatan versi Indonesia. Yang nanti akan kita sebarkan dan informasikan ke masyarakat agar semuanya mengetahui hal tersebut termasuk informasi pengaduannya,\u201d ujarnya. (*\/evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio sedang menyusun dan menyiapkan tata cara atau prosedur khusus untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan wisatawan yang datang ke tanah air. Hal itu disampaikan Menparekraf Wishnutama Kusubandio saat menghadiri Forum Group Discussion dengan tema \u2018Sistem Keselamatan dan Keamanan Terpadu Dalam Rangka Menunjang Pariwisata di 5 Destinasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12638,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,124],"tags":[],"class_list":{"0":"post-12637","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/12637","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=12637"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/12637\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/12638"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=12637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=12637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=12637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}