{"id":12479,"date":"2020-02-29T03:50:39","date_gmt":"2020-02-28T20:50:39","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=12479"},"modified":"2020-02-29T03:50:39","modified_gmt":"2020-02-28T20:50:39","slug":"menparekraf-ingin-pelaku-ekonomi-kreatif-pahami-sepenuhnya-ekosistem-industri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/menparekraf-ingin-pelaku-ekonomi-kreatif-pahami-sepenuhnya-ekosistem-industri\/","title":{"rendered":"Menparekraf Ingin Pelaku Ekonomi Kreatif Pahami Sepenuhnya Ekosistem Industri"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN<\/strong>&#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menginginkan para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) memahami sepenuhnya ekosistem yang ada sehingga dapat menciptakan peluang-peluang baru serta keseimbangan antara pemain lokal dan asing di pasar tanah air.<\/p>\n<p>&#8220;Selain regulasi untuk melindungi hak kekayaan intelektual, pemahaman ekosistem ekonomi kreatif menjadi tantangan ke depan bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Tantangan ekonomi kreatif ke depan adalah memahami ekosistem ekraf itu sendiri. Bukan lagi memikirkan bagaimana mendesain, memproduksi, mengemas, memasarkan dan sebagainya,\u201dujar Wishnutama saat menghadiri Grand Launching Vokraf di Auditorium Soekarman, Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Jumat (28\/2\/2020)<\/p>\n<p>Dalam Grand Launching Vokraf tersebut juga berlangsung konferensi bertema \u201c2045: Colaboration to Ingnite Craetive Industry\u201d yang dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Ketua Indonesia Creative City Network (ICCN) Fiki Satari, dan CEO Vokraf Fina Silmi.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignleft size-large wp-image-12481\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/02\/IMG-20200229-WA0008-1024x682.jpg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"464\">Lebih lanjut Wishnutama mengatakan, bicara soal ekonomi kreatif adalah bagaimana para pelaku berkreasi menciptakan suatu konsep atau ide. Kemudian memproduksi, memasarkan, mendistribusikannya hingga mempelajari dan memahami perilaku konsumen.<\/p>\n<p>Indonesia merupakan pasar yang sangat besar bagi produk-produk ekonomi kreatif. Bahkan di tahun 2045, Indonesia diprediksi menjadi negara dengan ekonomi nomor empat terbesar di dunia. Untuk itu, kata Wishnutama, penting bagi pelaku ekonomi kreatif untuk benar-benar memahami ekosistem yang ada.<\/p>\n<p>\u201cSaya tahu di <em>e-commerce<\/em> komponen produk ekonomi kreatif itu bisa 60 sampai 70 persen. Tetapi produk buatan Indonesia hanya 10 persen dari produk ekonomi kreatif yang dijual di <em>e-commerce,<\/em>\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah pada kesempatan yang sama juga menjelaskan, di era revolusi industri 4.0, manusia tidak lagi menjadi satu-satunya penggerak utama. Sebab, perkembangan teknologi dan informasi memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ketenagakerjaan.<\/p>\n<p>Ia menilai, yang paling cerdas berinovasilah yang unggul di masyarakat. Dan yang paling responsif terhadap perubahan yang akan bertahan.<\/p>\n<p>&#8220;Karakter industri pun berubah tidak lagi berbasis pada sumber daya alam (SDA) melainkan berbasis pengetahuan, inovasi, SDM. Jadi, beranilah bersaing,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, CEO Vokraf Fina Silmi menjelaskan vokraf merupakan platform edukasi online yang berfokus untuk meningkatkan talenta muda sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan oleh industri kreatif.<\/p>\n<p>\u201cAda empat bidang kreatif yang menjadi fokus saat ini, yaitu copywriter, 3D animator, graphic designer, dan Youtube content creator. Nantinya para pengguna akan mendapat pelatihan secara langsung dari para expert yang bekerja di perusahaan ternama,\u201d ujar Fina Silmi. (*\/evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN&#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menginginkan para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) memahami sepenuhnya ekosistem yang ada sehingga dapat menciptakan peluang-peluang baru serta keseimbangan antara pemain lokal dan asing di pasar tanah air. &#8220;Selain regulasi untuk melindungi hak kekayaan intelektual, pemahaman ekosistem ekonomi kreatif menjadi tantangan ke depan bagi pelaku ekonomi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12480,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,124],"tags":[],"class_list":{"0":"post-12479","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/12479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=12479"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/12479\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/12480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=12479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=12479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=12479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}