{"id":12405,"date":"2020-02-23T23:41:39","date_gmt":"2020-02-23T16:41:39","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=12405"},"modified":"2020-02-23T23:42:47","modified_gmt":"2020-02-23T16:42:47","slug":"ini-tren-fashion-muslim-di-2021-2022","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/gaya-hidup\/ini-tren-fashion-muslim-di-2021-2022\/","title":{"rendered":"Ini Tren Fashion Muslim di 2021-2022"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> Muslim Fashion Festival\u00a0 (MUFFEST) bukan hanya jadi event untuk memperkenalkan tentang tren hijab saja. Pada gelaran kelima ini juga menyuguhkan terkait dengan pengetahuan seputar hijab, baik di Indonesia maupun di mancanegara. <strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu acara unggulan yang selalu dinanti dari gelaran MUFFEST, yakni hadirnya program <em>Indonesia Trend Forecasting<\/em> (ITF). ITF menjadi agenda penting bagi para pelaku industri yang ingin menciptakan produk yang sesuai dengan tren di pasar dan masyarakat. Kemampuan membaca pasar menjadi hal yang mutlak bagi para pelaku industri kreatif.<\/p>\n<p>Staf Ahli Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Joshua Puji Mulia Simanjuntak, mengatakan bahwa ITF merupakan acara unggulan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebelum Bekraf dilebur ke dalam Kementerian Pariwisata. Ia menyatakan pihaknya akan terus berusaha untuk menghadirkan kegiatan ini untuk mendukung perkembangan industri.<\/p>\n<p>\u201cKegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat berguna bagi para pelaku industri dalam mengembangkan produk,\u201d ujarnya saat membuka sesi <em>talkshow Trend Forecasting<\/em> 2021 \u2013 2022 di JCC, Jakarta, baru-baru ini.<\/p>\n<p>Menurut <em>Fashion Consultant<\/em> ITF Dina Mediani, berbicara mengenai tren tidak hanya berbicara mengenai warna, <em>style<\/em>, detail dan lain-lain, tetapi mengenai apa yang menjadi latar belakang hadirnya tren tersebut. Tren sangat berhubungan erat dengan gaya hidup atau <em>lifestyle.<\/em><\/p>\n<figure id=\"attachment_12407\" aria-describedby=\"caption-attachment-12407\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-12407\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/02\/j0rm1y5ppixr1c93on39_12891.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/02\/j0rm1y5ppixr1c93on39_12891.jpg 500w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/02\/j0rm1y5ppixr1c93on39_12891-150x150.jpg 150w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/02\/j0rm1y5ppixr1c93on39_12891-300x300.jpg 300w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/02\/j0rm1y5ppixr1c93on39_12891-420x420.jpg 420w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12407\" class=\"wp-caption-text\">(Foto : @muslimfashionfestival\/Instagram)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Trend Expert ITF, Isti Dhaniswari menjelaskan, ada banyak faktor yang mendorong terjadinya perubahan hingga menciptakan tren. Beberapa faktor tersebut antara lain faktor lingkungan, teknologi, gender, dan manusia. Saat ini, kepedulian mengenai lingkungan semakin meningkat, termasuk di industri <em>fashion<\/em>. Kepedulian akan lingkungan menciptakan empat kelompok perubahan yang membentuk tren yaitu kelompok <em>essential, spiritual, exploitation, <\/em>dan<em> exploration.<\/em><\/p>\n<p>Berdasarkan pengelompokan ini, beberapa tren yang diprediksi akan banyak muncul di tahun 2021-2022 antara lain desain-desain dengan tema seperti <em>soft minimal, light, clean, fresh &amp; simple, <\/em>serta<em> wavy<\/em>, dan tema-tema <em>urban, retro, authentic\/na\u00efve, casually wacky, <\/em>dan<em> boxy<\/em>. \u201cTren ini terutama untuk kelompok essential melalui penggunaan <em>cutting<\/em> yang <em>loose<\/em> dan <em>simple<\/em> dengan warna-warna <em>soft, pale,<\/em> dan <em>natural<\/em>,\u201d ujar Dina Mediani.<\/p>\n<p>Tren untuk kelompok spiritual akan didominasi oleh tema-tema budaya dengan kearifan lokal dan bernuansa alam. Tema tren untuk kelompok <em>exploitation<\/em> terlihat dari desain-desain yang serba maksimal atau bahkan hiperbola. Untuk kelompok <em>exploration<\/em>, tema desain akan banyak dipengaruhi oleh teknologi dan mengesankan desain yang eksentrik, futuristik, radikal, <em>absurd<\/em>, dan <em>dreamy<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cKami senang sekali karena MUFFEST dari tahun ke tahun semakin meningkat kualitasnya dari berbagai penyelenggaraan. Hal ini semakin meningkatkan peran MUFFEST sebagai referensi masyarakat akan tren busana muslim, bukan hanya tahun ini bahkan sampai tahun 2022 mendatang,\u201d ungkap <em>General Manager<\/em> Dyandra Promosindo, Apriani.<\/p>\n<p><strong><em>Sustainable Fashion<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Sesuai dengan tema lingkungan yang mendorong terjadinya perubahan tren di atas, <em>Product Development Division<\/em>, Indonesian Fashion Chamber, Yufie S.S. Kartaatmaja, menjelaskan strategi yang dilakukan industri <em>fashion<\/em> dalam mendukung kelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>Ada lima faktor yang mendukung strategi pelestarian lingkungan oleh kalangan industri <em>fashion<\/em> antara lain dalam hal material, produksi, distribusi, penggunaan oleh konsumen, dan disposal. Dari seluruh faktor ini, beberapa strategi yang menjadi benang merah antara lain penggunaan bahan-bahan yang terbarukan dan mudah diurai, minim atau hemat energi, daur ulang, desain dan bahan baku multi-fungsi, dan lain-lain.<\/p>\n<p>\u201c<em>Sustainable fashion<\/em> adalah sebuah pola pikir bertanggungjawab dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial &amp; ekonomi pada keseluruhan daur hidup produk mulai dari tahap pra-produksi, proses produksi, distribusi dan pasca produksi,\u201d papar Yufie.<\/p>\n<p>Salah satu desainer yang terus berusaha berinovasi menciptakan produk fashion yang lebih ramah lingkungan dari waktu ke <em>waktu<\/em> adalah Rosie Rahmadi. Koleksi ramah lingkungan Rosie Rahmadi berhasil diwujudkan melalui kerjasama dengan Asia Pacific Rayon (APR) yang merupakan produsen <em>viscose rayon<\/em> terintegrasi pertama di Asia.<\/p>\n<p>Melalui kolaborasi dengan APR, Rosie Rahmadi berhasil menciptakan karya yang <em>lesswaste<\/em> dengan menggunakan material berserat natural sehingga bersifat <em>biodegradable<\/em> yang sepenuhnya dapat kembali ke alam. Material yang digunakan diantaranya seperti <em>rayon, linen,<\/em> serta <em>viscose<\/em>. Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi angin segar bagi industri <em>modest fashion<\/em> ke arah yang lebih baik yaitu menampilkan karya karya yang tetap memperhatikan lingkungan dengan pemilihan material yang berkelanjutan bagi bumi.<\/p>\n<p>\u201cPemilihan bahan yang tepat dan selalu menjaga proses produksi adalah <em>concern<\/em> kami terkait <em>sustainable fashion<\/em> untuk ke depannya. Semoga di MUFFEST tahun depan bisa terus menambah produk-produk yang ramah lingkungan dan sudah tidak ada lagi limbah tekstil yang cukup berbahaya\u201d ujar Rosie.<\/p>\n<p>Sementara itu, APR <em>Head of Marketing Communication<\/em>, Sheila Marisa Rachmat, menyatakan bangga bisa ikut serta untuk kedua kalinya dalam MUFFEST.<\/p>\n<p>\u201cTema MUFFEST tahun ini sudah sangat sesuai dengan prinsip APR yaitu <em>environment<\/em> <em>friendly<\/em>. Harapannya semoga ke depan MUFFEST bisa merambah dan menambah partner dan terus menunjang konsep <em>sustainable<\/em> ini,\u201d ungkap Sheila.<\/p>\n<p>Untuk itulah pada MUFFEST kali ini APR menggandeng para <em>designer<\/em> yang ramah lingkungan, mulai dari Rosie Rahmadi, Deden Siswanto X Gajah Duduk, Dan Liris (Bateeq), Syukriah Rusdi, serta Eugeneffectes X Gajah Duduk.<\/p>\n<p><strong>Kreativitas <em>Fashion<\/em> dalam Kaidah Agama Islam<\/strong><\/p>\n<p>Keseruan MUFFEST hari kedua semakin terasa bagi para pengunjung dengan acara <em>Talkshow Stay in \u2018Faith\u2019shion<\/em>, yang menghadirkan Summer Albarcha, selebgram <em>fashion<\/em> asal St. Louis, USA.<\/p>\n<p><em>Talkshow<\/em> ini dipadati ratusan perempuan pecinta <em>fashion<\/em> yang ingin bertemu langsung dengan Summer Albarcha, yang hadir bersama selebriti Indonesia, Dewi Sandra dan selebgram Indonesia, Mega Iskanti.<\/p>\n<p>Summer Albarcha pada MUFFEST 2020\u00a0 mengenakan koleksi Brooklyn dan Manhattan yang merupakan rangkaian koleksi terbaru dari Dauky.<\/p>\n<p>\u201c<em>Fashion<\/em> merupakan ekspresi dari diri kita, oleh karena itu orang lain akan melihat kita dari apa yang kita kenakan. Kita bisa sebebas-bebasnya berkreasi dengan <em>fashion<\/em>, mulai dari warna, konsep, dan <em>style<\/em>, namun kita tetap mengedepankan agama kita,\u201d terang Albarcha.<\/p>\n<p>Dewi Sandra lebih memilih warna-warna yang kalem dalam outfit hijabnya. Misalnya saja kostum yang dikenakannya saat mengisi talkshow di Muffest 2020. Dewi tampak anggun memakai gaun bernuansa nude disertai kristal swarovski saat mengisi talk show di Muffest 2020. Hal itu menunjukkan kesan mewah dan elegan dalam penampilannya<\/p>\n<p>Menurut Dewi Sandra <em>fashion<\/em> di Indonesia sangat beragam, sangat menarik, dan sangat berwarna. Ia kembali mengingatkan, para pecinta <em>fashion<\/em> tanah air memang sangat kreatif, namun yang paling penting tetap harus sesuai dengan tuntunan agama Islam. Mega Iskanti pun memiliki pemahaman yang sama.<\/p>\n<p>\u201cYang utama, berpakaian harus sesuai kaidah agama, setelah itu kita boleh bermain kreativitas yang mementingkan kenyamanan. Karena ukuran kenyamanan, tentu berbeda antara satu orang dengan yang lainnya, dan itu yang menjadikan <em>fashion<\/em> semakin beragam dan menarik,\u201d tambah Mega. (evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- Muslim Fashion Festival\u00a0 (MUFFEST) bukan hanya jadi event untuk memperkenalkan tentang tren hijab saja. Pada gelaran kelima ini juga menyuguhkan terkait dengan pengetahuan seputar hijab, baik di Indonesia maupun di mancanegara. Salah satu acara unggulan yang selalu dinanti dari gelaran MUFFEST, yakni hadirnya program Indonesia Trend Forecasting (ITF). ITF menjadi agenda penting bagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12406,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77,73],"tags":[],"class_list":{"0":"post-12405","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-fesyen","8":"category-gaya-hidup"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/12405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=12405"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/12405\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/12406"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=12405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=12405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=12405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}