{"id":11209,"date":"2019-10-09T19:11:25","date_gmt":"2019-10-09T12:11:25","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=11209"},"modified":"2019-10-09T19:11:25","modified_gmt":"2019-10-09T12:11:25","slug":"kek-singosari-tercepat-lakukan-groundbreaking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/kek-singosari-tercepat-lakukan-groundbreaking\/","title":{"rendered":"KEK Singosari Tercepat Lakukan Groundbreaking"},"content":{"rendered":"<p><strong>MALANG, ITN<\/strong>&#8211; KAWASAN Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tercatat sebagai KEK tercepat di Indonesia dalam melakukan <em>groundbreaking<\/em> atau peletakan batu pertama untuk memulai proyek pembangunan.<\/p>\n<p>\u201cKEK Singosari tercepat dalam melakukan <em>groundbreaking.<\/em> Begitu keluar Peraturan Pemerintah (PP) langsung melakukan <em>groundbreaking<\/em>, sementara KEK di daerah lain sekitar tiga tahun,\u201d kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Pendopo Museum Singhasari, Kecamatan Singosari, Kabupten Malang, Selasa sore (8\/10\/19).<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, Menpar menyerahkan dokumen PP Nomor 68 Tahun 2019 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari kepada Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa disaksikan Bupati Malang HM Sanusi, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Menko Perekonomi Mohammad Rudy Salahuddin, dan Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama Singosari (IGT) selaku pengelola SITC (Singhasari Intergrated Tourism Center) David Santoso.<\/p>\n<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani PP Nomor 68 Tahun 2019 tenang KEK Singhasari seluas 120,3 hektar, yang rencana pengembangannya akan dibagi dalam beberapa klaster di antaranya klaster pariwisata dan klaster teknologi digital.<\/p>\n<p>Kedua klaster yang merupakan bagian dari ekonomi kreatif tersebut, menurut Menpar Arief Yahya, sangat tepat bagi Indonesia untuk dapat bersaing di tingkat global.<\/p>\n<p>Menpar Arief Yahya menjelaskan, keberadaan KEK Singosari sangat strategis dalam mendukung Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Bromo-Tengger-Semeru yang dikembangkan sebagai \u2018Bali Baru\u2019 dan menjadi ikon pariwisata Jatim.<\/p>\n<p>Destinasi prioritas Bromo-Tengger-Semeru diharapkan menghasilkan satu juta wisatawan mancanegara (wisman) dengan perolehan devisa sekitar 1,2 miliar dolar AS.<\/p>\n<p>\u201cJatim patut bersyukur terpilih di antara 10 DPP yaitu Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai,\u201d kata Arief Yahya.<\/p>\n<p>Dengan ditetapkannya sebagai destinasi pariwisata prioritas pembangunan infrastruktur dan fasilitas dasar jalan, air, listrik, dan internet difokuskan ke Bromo-Tengger-Semeru. Begitu pula dengan ditetapkannya KEK Singosari, maka pemerintah pusat berkewajiban untuk membangun infrastrukur dan fasilitas dasar jalan, air, listrik, dan internet ke kawasan ini.<\/p>\n<p>\u201cKawasan ekonomi khusus memberikan tiga keuntungan yakni deregulasi dengan periizinan sangat cepat atau hanya sat hari untuk izin membangun hotel, infrastruktur dan fasilitas dasar jalan, air, listrik, dan internet dibangun pemerintah pusat, dan insentif fiskal antara lain berupa tax holiday,\u201d ujar Arief Yahya.<\/p>\n<p>Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengharapkan Tim KEK Singosari segera mewujudkan rencana membangun klaster pariwisata dan klaster digital teknologi yang akan membawa Jatim sebagai provinsi yang unggul di bidang digital teknolgi di Tanah Air. \u201cJatim segera take off di bidang digital teknologi,\u201d kata Khofifah.<\/p>\n<p>Ia menyatakan, Menperin Airlangga Hartarto telah mengumumkan bahwa Jatim menjadi salah satu provinsi yang akan dijadikan pilot project di era revolusi industri 4.0. \u201cMalang Raya akan menjadi tumpuannya dengan keberadaan KEK Singosari mempunyai klaster digital IT,\u201d ungkap Gubernur Khofifah.<\/p>\n<p>Hal senada juga disampaikan Bupati Malang HM Sanusi yang mengharapkan keberadaan KEK Singosari akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Malang. \u201dKita harapkan KEK Singosari akan banyak membuka lapangan kerja,\u201d katanya. Ditargetkan KEK Singosari akan menyerap sebanyak 11.500 tenaga kerja.<\/p>\n<p>Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama Singosari (IGT) David Santoso menyatakan, tahap pembangunan KEK Singosari dibagi menjadi tiga tahapan, yakni 0-3 tahun, 3-8 tahun, dan 8-15 tahun. Pada tahap pertama investasi yang masuk sekitar Rp2 triliun dari konsorsium PT IGT dengan ITDC serta investor PMA untuk pembangunan hotel yang dijadwalkan mulai operasional pada 2021.<\/p>\n<p>Sedangkan pada tahap kedua fokus untuk pengembangan digital atau technopark yang baru pertama ada di Indonesia. \u201cTahap awal investasi yang digelontorkan untuk pengembangan KEK Singosari antara Rp3 triliun\u2013Rp5 triliun. Kalau total sampai selesai diperkirakan bisa mencapai Rp 30 triliun,\u201d kata David Santoso.<\/p>\n<p>Menpar Arief Yahya bersama Gubernur Kofifah pada kesempatan itu melakukan peletakan batu pertama pembangunan Alun-alun Singhasari kemudian menyaksikan penandatanganan MoU antara pengelola KEK Singhasari dengan PLN, Telkom, dan PDAM. (*\/evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALANG, ITN&#8211; KAWASAN Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tercatat sebagai KEK tercepat di Indonesia dalam melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk memulai proyek pembangunan. \u201cKEK Singosari tercepat dalam melakukan groundbreaking. Begitu keluar Peraturan Pemerintah (PP) langsung melakukan groundbreaking, sementara KEK di daerah lain sekitar tiga tahun,\u201d kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11210,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,124],"tags":[],"class_list":{"0":"post-11209","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/11209","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=11209"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/11209\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/11210"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=11209"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=11209"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=11209"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}