{"id":10678,"date":"2019-08-20T05:55:36","date_gmt":"2019-08-19T22:55:36","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=10678"},"modified":"2019-08-23T11:14:42","modified_gmt":"2019-08-23T04:14:42","slug":"festival-danau-kelimutu-magnet-wisata-ende","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/festival-danau-kelimutu-magnet-wisata-ende\/","title":{"rendered":"Festival Danau Kelimutu Magnet Wisata Ende"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN<\/strong>&#8211; FESTIVAL Danau Kelimutu menjadi pemicu majunya pengembangan pariwisata di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, saat penutupan Festival Danau Kelimutu 2019 di Kawasan Taman Nasional Kelimutu, Ende, Rabu (14\/8) lau mengatakan keberadaan festival yang masuk tahun ke-9 itu bisa menjadi magnet wisata serta pengembangan kehidupan masyarakat adat hingga pengakuan negara akan eksistensi adat budaya setempat.<\/p>\n<p>\u201cPariwisata tidak bisa dipisahkan baik dari alam dan budaya. Untuk itu, butuh pembenahan disetiap destinasi, ini masih kotor puntung rokok dan sampah plastik dimana-mana. Pariwisata itu, kalau bersih, indah, pasti menarik wisatawan.\u201d kata Viktor Laiskodat.<\/p>\n<p>Gubernur juga mengatakan, sektor pariwisata di NTT menjadi kekuatan. Meskipun ada beberapa kendala seperti harga tiket pesawat ke NTT khususnya Ende masih tinggi.<\/p>\n<p>\u201cTahun 2022 setelah Bandara Komodo rampung, pesawat dari Singapura akan masuk sehingga akan mempermudah wisatawan yang akan ke Ende menikmati Kelimutu,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selain Gubernur NTT hadir pula Wakil Bupati Ende, Djafar Achmad, Wakil Ketua DPRD Ende Erikos E Reda, Kasubbib Area II A Regional III Pemasaran I Kemenpar Sudaryana, pengelola TNK, dan para mosalaki (tokoh adat).<\/p>\n<p>Djafar Achmad mengatakan, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Ende di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dalam lima tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni dari 13.000 pada 2013, naik menjadi 93 ribu wisatawan pada 2018.<\/p>\n<p>Menurut dia, kegiatan pariwisata yang menonjolkan wisata sejarah, alam, dan budaya ini sudah terbukti menarik minat kunjungan karena selalu diramaikan kalangan wisatawan domestik hingga mancanegara.<\/p>\n<p>Salah satu keunggulan objek wisata yang dimiliki daerah setempat yakni Taman Nasional Kelimutu (TNK) yang sudah mendunia.<\/p>\n<p>\u201c<em>Branding<\/em> wisata alam dan juga wisata sejarah, budaya, ini terus kami tonjolkan untuk menarik kunjungan wisatawan, di sisi lain kami juga benahi objek-objek wisata penyanggah di sekitarnya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar, Muh. Ricky Fauziani menambahkan seperti halnya destinasi wisata alam lainnya, Danau Kelimutu merupakan anugerah luar biasa yang diberikan Tuhan untuk Indonesia. Karena ini pula, NTT khususnya Kabupaten Ende dikenal banyak orang.<\/p>\n<p>\u201cKelimutu sudah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992. Namun lebih lengkap lagi bila Kelimutu mendapat pengkauan dari UNESCO Global Geopark, agar lebih mudah dipromosikan ke dunia,\u201d katanya. (*\/evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN&#8211; FESTIVAL Danau Kelimutu menjadi pemicu majunya pengembangan pariwisata di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, saat penutupan Festival Danau Kelimutu 2019 di Kawasan Taman Nasional Kelimutu, Ende, Rabu (14\/8) lau mengatakan keberadaan festival yang masuk tahun ke-9 itu bisa menjadi magnet wisata serta pengembangan kehidupan masyarakat adat hingga pengakuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10679,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,124],"tags":[],"class_list":{"0":"post-10678","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/10678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=10678"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/10678\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/10679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=10678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=10678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=10678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}