{"id":10466,"date":"2019-07-25T02:37:01","date_gmt":"2019-07-24T19:37:01","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=10466"},"modified":"2019-07-25T02:41:00","modified_gmt":"2019-07-24T19:41:00","slug":"tak-hanya-merasakan-biji-kopi-di-mesastila-bisa-mengenal-kopi-lebih-dekat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/perjalanan-wisata\/tak-hanya-merasakan-biji-kopi-di-mesastila-bisa-mengenal-kopi-lebih-dekat\/","title":{"rendered":"Tak Hanya Merasakan Biji Kopi, di MesaStila Bisa Mengenal Kopi Lebih Dekat"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN- <\/strong>KOPI merupakan salah satu minuman yang populer di seluruh dunia. Tak hanya nikmat, manfaatnya yang mampu membuat orang tetap terjaga membuat kopi hampir selalu dijadikan sebagai solusi bagi mereka yang ingin bekerja hingga larut malam. Selain itu, kopi juga banyak dijadikan sebagai teman untuk menghabiskan waktu berbincang-bincang dengan orang kesayangan.<\/p>\n<p>Sebagai penikmat kopi, selama ini hanya merasakan sensasi minumnya saja, dan kali ini beruntung <strong><em>Indonesiatripnews.com<\/em><\/strong> dapat mengenal lebih dekat tentang kopi dengan mengikuti <em>Coffee Plantation Tour<\/em> di sela acara Media Gathering Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) dan Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata ke Jalan Losari, Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah tepatnya di<em> MesaStila <\/em>Resort &amp; Spa pada 10-12 Juli 2019.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10468\" aria-describedby=\"caption-attachment-10468\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-10468 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/07\/20190711_101133_resized-e1563995949807.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\"><figcaption id=\"caption-attachment-10468\" class=\"wp-caption-text\">Dahulu ini merupakan bangunan stasiun Mayong Jepara yang kemudian dipindahkan ke Losari dan berubah nama menjagi Mayong Losari, dan berubah fungsi sebagai bagian ruang receptionist di MesaStila Resort &amp; Spa.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sejarah MesaStila sendiri telah dimulai sejak masa kolonial. Dimana pada awalnya hanya sebuah perkebunan kopi yang dikelola oleh bangsa Belanda. Namun, dengan berjalannya waktu MesaStila jatuh kepada pengelola yang lebih melihat potensinya sebagai resort ketimbang perkebunan kopi saja.<\/p>\n<p>Sebelumnya, dikenal sebagai Losari Resort and Coffee Plantation. Namun kemudian diubah nama menjadi MesaStila Resort &amp; Spa. \u201cDi depan pintu masuk MesaStila ada bangunan kayu berwarna kuning, itu dulunya stasiun Kereta Api Mayong Jepara, lalu diboyong dan difungsikan kembali oleh MesaStila sebagai lobby penerimaan tamu. Bangunan kayu tersebut dipindahkan ke MesaStila dengan nama Mayong Losari,\u201d ujar Duty Manager MesaStila Resort &amp; Spa, Yoyok menceritakan sejarah awal perkebunan kopi di MesaStila.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10469\" aria-describedby=\"caption-attachment-10469\" style=\"width: 4128px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10469\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/07\/20190711_081114.jpg\" alt=\"\" width=\"4128\" height=\"3096\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/07\/20190711_081114.jpg 4128w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/07\/20190711_081114-300x225.jpg 300w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/07\/20190711_081114-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/07\/20190711_081114-80x60.jpg 80w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/07\/20190711_081114-265x198.jpg 265w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/07\/20190711_081114-696x522.jpg 696w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/07\/20190711_081114-1068x801.jpg 1068w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/07\/20190711_081114-560x420.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 4128px) 100vw, 4128px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10469\" class=\"wp-caption-text\">The Club House merupakan bangunan asli zaman Belanda yang berdiri pada 1928 di MesaStila Resort &amp; Spa.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Lebih lanjut Yoyok menceritakan bangunan stasiun tersebut dipindahkan dengan 41 mobil truk, 90 persen bangunannya masih asli zaman Belanda, hanya sedikit kayu yang diperbaiki serta pintu yang diubah.<\/p>\n<p>\u201cSementara The Club House \u00a0yang dijadikan sebagai lobi utama MesaStila dan berdiri pada tahun 1928 dahulu adalah rumah sekaligus kantor pengelola perkebunan kopi masa kolonial dan hingga kini masih berdiri kokoh, tak banyak yang diubah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10470\" aria-describedby=\"caption-attachment-10470\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10470\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/07\/20190711_085945-e1563996386482.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\"><figcaption id=\"caption-attachment-10470\" class=\"wp-caption-text\">Yoyok memberikan penjelasan tentang perkebunan kopi di MesaStila Resort &amp; Spa.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Bangunan tersebut berdinding batu berwarna putih dan disangga dengan pilar-pilar besar pada sekeliling terasnya. Sedangkan 23 villa yang tersebar pada areal resort dan perkebunan kopi seluas 22 hektar tersebut, dibangun dari memindahkan rumah-rumah kayu berarsitektur tradisional (rumah Joglo)\u00a0 yang tersebar di tanah Jawa.<\/p>\n<p>Segar, sejuk, nyaman, damai, dan romantis dirasakan saat kaki ini sampai di The Club House. \u00a0Banyak pepohonan, puluhan jenis bunga, dan tujuh pemandangan gunung yang terlihat, seperti Telomoyo, Sindoro, Ungaran, Sumbing, Perahu, Merapi, Andong, dan Merbabu.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10471\" aria-describedby=\"caption-attachment-10471\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-10471 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/07\/IMG-20190711-WA0226-e1563996509179.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\"><figcaption id=\"caption-attachment-10471\" class=\"wp-caption-text\">Proses penyangraian biji kopi.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Selain dengan alam, MesaStila yang menyatu dengan tradisi masyarakat memiliki nilai lain saat berada di sini. Bagi tamu asing khususnya konsep ini sangat menarik dan memberi kesan sampai kelak kembali ke negaranya.<\/p>\n<p>Setelah meceritakan sedikit tentang MesaStila Resort &amp; Spa, Yoyok membuka tur dengan menjelaskan beberapa varian kopi yang ditanam di MesaStila.<\/p>\n<p>\u201cDi sini kami memiliki empat jenis tanaman kopi, yakni \u00a0Robusta, Arabica, Jawa, dan Excelsa. Namun, karena sifat tanaman dan ketinggian MesaStila, maka jenis Robusta yang menjadi unggulan kami,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dalam perjalanan Yoyok menunjukkan empat jenis daun yang berasal dari kopi-kopi tersebut, dan menjelaskan cara membedakannya berdasarkan ukuran. Dengan urutan lebar yang terbesar hingga yang paling kecil, yakni Exelsa, Robusta, Jawa, dan Arabica.<\/p>\n<p>Yoyok mengatakan, \u201cJika tumbuh secara liar, tanaman kopi dapat mencapai tinggi sekitar enam hingga tujuh meter. Namun di MesaStila, sengaja menjaga tingginya hingga\u00a0maksimum dua meter saja. Hal itu dilakukan untuk mempermudah proses pemanenan\u201d.<\/p>\n<p>\u201cKami juga bereksperimen dengan menyambungkan pohon kopi robusta dan arabica, di stek. Bawahnya robusta dan atasnya arabica,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10473\" aria-describedby=\"caption-attachment-10473\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10473\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/07\/20190711_092250_resized-e1563996935359.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\"><figcaption id=\"caption-attachment-10473\" class=\"wp-caption-text\">Proses pengeringan biji kopi di perkebunan kopi Mesastila Resort &amp; Spa.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Area perkebunan kopi MesaStila juga ditumbuhi oleh ratusan tanaman peneduh produktif yang melindungi kopi dari paparan langsung sinar matahari. Yang dimaksudkan untuk melindungi biji kopi serta untuk menjaga kualitasnya. \u201cDisini juga ditumbuhi pohon durian, ada 80 pohon durian,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cKami hanya memanen kopi setahun sekali, yang biasanya dilakukan sekitar akhir bulan juli dan September, pada awal musim panas, 97 persen kopi dipanen ketika buah kopi sudah berwarna merah.\u00a0Hal itu menyebabkan kopi yang dihasilkan terasa lebih nendang di lidah, dibandingkan dengan kopi yang dihasilkan oleh perkebunan lain. Karena proses fermentasi alami yang terjadi jauh lebih sempurna,\u201d ujarnya lebih lanjut.<\/p>\n<p>Untuk menghasilkan\u00a0kopi organik berkualitas tinggi, perkebunan kopi ini juga memproduksi sendiri pupuk kompos untuk menjaga kesuburan area perkebunan.<\/p>\n<p>Tak lengkap rasanya mengunjungi kebun kopi jika tak mencicipi hasil panennya. Maka setelah kurang lebih setengah jam berkeliling area kebun kopi MesaStila, sampailah pada sebuah area pemrosesan hasil panen.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10472\" aria-describedby=\"caption-attachment-10472\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10472\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/07\/20190711_092208-e1563996601442.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\"><figcaption id=\"caption-attachment-10472\" class=\"wp-caption-text\">Biji Kopi dari perkebunan kopi MesaStila yang baru di sangrai dan dapat dinikmati dengan gula aren.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Yoyok pun kembali menjelaskan lebih jauh tentang proses pengeringan, pengupasan kulit, penyimpanan di gudang, hingga penyangraian, dan penggilingan biji kopi menjadi bubuknya yang siap seduh.<\/p>\n<p>Rupanya untuk dapat menghasilkan kopi yang sedap dan berkualitas tinggi, diperlukan sebuah perjalanan panjang karena setelah pengeringan diperlukan penyimpanan dalam gudang dengan waktu yang lama untuk mencapai fermentasi yang optimum sebelum penyangraian dan penggilingan.<\/p>\n<p>Perjalanan ke kebun kopi pun berakhir dengan mencicipi rasa biji kopi. \u201cSilahkan dicoba, dikunyah biji kopinya. Kalau pahit bisa dicampur gula aren, tapi menurut saya kopi lebih nikmat tanpa gula,\u201d ujar Yoyok menawarkan biji kopi yang baru saja selesai di sangrai. (evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- KOPI merupakan salah satu minuman yang populer di seluruh dunia. Tak hanya nikmat, manfaatnya yang mampu membuat orang tetap terjaga membuat kopi hampir selalu dijadikan sebagai solusi bagi mereka yang ingin bekerja hingga larut malam. Selain itu, kopi juga banyak dijadikan sebagai teman untuk menghabiskan waktu berbincang-bincang dengan orang kesayangan. Sebagai penikmat kopi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10467,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-10466","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-cerita-perjalanan","8":"category-perjalanan-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/10466","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=10466"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/10466\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/10467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=10466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=10466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=10466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}