JAKARTA, ITN- HUBUNGAN diplomatik Indonesia dan India akan memasuki usia 70 tahun pada 2019 mendatang. Secara budaya Indonesia dan India memiliki garis kebudayaan yang serupa, tak heran bila bangsa Eropa menyebut Indonesia dengan sebuatan Hindia, karena kemiripan kultur antara Indonesia dengan India.

Untuk memperingati hubungan diplomatik Indonesia dan India tersebut, Kelompok penari dari negeri Bombay yang terdiri dari mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Indian Cultral Center (ICC) hadir di Indonesia mempertunjukkan karya kreasi seni dan kontemporer di Ruang Balairung Soesilo Soedarman, Kemenpar, Jakarta, kemarin.

Tak hanya tarian saja dan sajian kuliner khas India saja, destinasi pariwisata terbaik India juga dihadirkan lewat brand “Increadible India”.

Tarian enerjik yang ditampilkan terlihat menghipnotis para undangan yang menyaksikannya hingga berdecak kagum. Tampaknya Kedutaan Besar India untuk Indonesia mempersiakan kegiatan ini dengan sangat baik dan berusaha memberikan hiburan sekaligus membawa para undangan yang hadir terutama Menteri Pariwisata Arief Yahya beserta jajarannya untuk merasakan atmosfer India di ruangan tersebut.

“Tahun 2019, kami akan melakukan kegiatan yang menyebarkan misi budaya di Indonesia melalui Konsulat Jendereal atau Kedutaan Besar India di Indonesia, demikian pula bila Indonesia melakukan promosi di India maka pemerintah India siap bekerjasama guna menyukseskan kegiatan yang dilakkan Indonesia,” ujar Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat.

Menurutnya hubungan kedua negara ini harus selalu terjaga dengan baik sehingga ke depannya Indonesia dan India bisa saling bekerjasama untuk menyebarkan budaya dalam rangka mempromosikan pariwisata satu sama lain.

Tarian “Sapphire Dance Creation” selain tampil di Jakarta, juga akan ditampilkan di Yogyakarta guna mengadakan seminar dan festival budaya India, dilanjutkan ke Bali dan Medan.

Menpar Arief Yahya sangat mengapreasiasi pertunjukkan tersebut karena memperkenalkan India ke Indonesia. “Jangan khawatir akan lebih banyak India ke Indonesia karena paling banyak orang kaya di India yang jumlahnya sama besarnya dengan penduduk di Indonesia yaitu sekita 260 juta dimana purchasing power sangat tinggi karena ini terbukti dari pertumbuhan tahun lalu 30 persen menjadi 500 ribu, tahun ini kita proyeksikan 600 ribu atau jumlahnya sama, yakni 30 persen sehingga akan bisa tercapai,” ungkapnya.

Menpar mengatakan, bahwa di Indonesia ada tiga cultural base yang bisa menjadi daya Tarik bagi wisatawan mancanegara (wisman) asal India, sebut saja Bali dan Medan untuk wisata religi dan budaya serta Jakarta untuk keperluan bisnis. Bali, Medan, dan Jakarta selama ini sudah menjadi destinasi yang cukup digemari wisman asal India. (evi)