JAKARTA, ITN- JAPAN Foundation Asia Center yang berada di bawah Japan Foundation baru saja mengumumkan dewan komite (steering committee) yang beranggotakan para ahli di berbagai bidang terutama seni dan budaya. Japan Foundation Asia Center sendiri memiliki dua proyek utama yang berfokus pada pembelajaran Bahasa Jepang (dengan mengirim “Nihongo Partners”) dan pertukaran seni dan budaya dua arah.

Pembelajaran Bahasa Jepang dilakukan dengan mengirim guru-guru asli dari Jepang ke sekolah-sekolah di Asia khususnya ASEAN. Guru-guru asli Jepang ini bertindak sebagai asisten guru dengan membantu siswa belajar bahasa Jepang dan mengenalkan budaya Jepang di tempat mereka mengajar. “Nihongo Partners” bekerja sebagai jembatan penghubung antara Jepang dan Asia.

Pertukaran seni dan budaya dua arah sendiri merupakan proyek dalam bidang seni, film, seni pertunjukan, olahraga, pertukaran intelektual, dan masih banyak lagi. Proyek yang telah dilaksanakan di Indonesia seperti Japanese Film Festival yang diadakan di Jakarta, Makasar, Bandung, Yogyakarta, dan Denpasar serta HANDs! -Hope and Dreams- Project! yaitu promosi dialog dan pertukaran para pemimpin muda dari Jepang dan negara-negara Asia dalam hal pendidikan pencegahan bencana.

Proyek yang dimulai sejak 2014 ini telah membina lebih dari 100 orang peserta dari 9 negara termasuk Indonesia. (*/evi)