JAKARTA, ITN- Pandemi kini memaksa seni pertunjukan kembali beradaptasi dengan perubahan yang lebih cepat. Dilarangnya pertemuan tatap muka membuat seni pertunjukan tak bisa ditampilkan selama Covid-19.

Hal itu pun membuat Adhisvara Choir berupaya terus berkarya dan tetap bernyanyi, meski harus lewat ranah virtual.

“Selama pandemi, Adhisvara Choir  melaksanakan latihan di setiap Rabu malam secara virtual, dan aktif sesekali membuat video virtual bernyanyi yang kemudian di unggah pada akun Instagram dan Youtube Adhisvara Choir,” ujar Ketua Adhisvara Choir, Sutji Lantyka pada acara Live IG Asahkebaikan, Sabtu (7/8/2021) bersama host Yeffi Rahmawati.

Sutji Lantyka atau yang biasa disapa Echi ini mengatakan, yang membuat sedih adalah kehilangan kesempatan kumpul-kumpulnya setelah latihan, karena dari awal dibentuknya Adhisvara Choir adalah untuk wadah berkumpul. “Kemudian belakangan kita semakin meningkatkan kualitas secara musikalitas dan kualitas suara. Tidak hanya kumpul-kumpul. Nah, jadi sekarang yang kita lakukan adalah tetap latihan secara virtual setiap Rabu malam,” ungkapnya.

“Jika sebelum pandemi bisa  kumpul bersama dan menyanyi bareng-bareng untuk menyamakan suara, selama pandemi tidak bisa menyanyi bareng karena lewaat zoom suaranya akan delay, jadi latihannya tes sendiri satu-satu bersama pelatih,” ujar Echi.

Mempersiapkan penampilan virtual menurutnya menjadi tantangan tersendiri, dimana saat ini anggota Adhisvara Chori hanya bisa berlatih dan melakukan persiapan rekaman audio, video secara sendiri-sendiri, tidak bisa dilakukan bersama-sama.

Adhisvara Choir, merupakan perkumpulan dari alumni paduan suara Paragita Universitas Indonesia (UI). Dimulai tahun 2009, paduan suara mahasiswa UI Paragita membuat konser reuni 25 tahun Paragita dan mengumpulkan seluruh alumni-alumni anggota paduan suara lalu melakukan konser bersama.

“Setelah konser bersama selesai, beberapa senior alumni paduan suara UI Paragita berkumpul bersama dan mencetuskan untuk membuat paduan suara yang beranggotakan alumni-alumni ini, karena masih banyak beberapa dari alumni yang ingin menyanyi dan yang utama adalah ingin tetap berkumpul bersama mengingat masa masa lalu sebagai mahasiswa. Namun tidak sangka sampai saat ini Adhisvara Choir masih tetap bisa bertahan dan eksis yang mana kini telah memiliki 51 orang anggota,” ungkap Echi.

Adhisvara Choir mengikuti parade HUT Kemerdekaan RI saat berada di Kalamata, Yunani. (dok.ASC)

Lebih lanjut Echi mengatakan, Adhisvara Choir hanya beranggotakan alumni Paragita angkatan 80an hingga 90an, namun kini anggota Adhisvara Choir mulai merambah kepada anggota baru yaitu bagi alumni Paragita yang lebih muda dari tahun 2000 hingga 2010an.

“Hal ini memang keinginan kami untuk bisa berkembang dan meluaskan agar tidak hanya dianggap sebagai paduan suara untuk kalangan orangtua saja, tetapi bisa untuk semua alumni Paragita,” jelas Echi.

Salah satu prestasi yang dimiliki Adhisvara Choir menurut Echi, yakni bisa bertahan sampai sekian lama, dengan anggota yang dari dulu sampai sekarang masih banyak yang bertahan ditambah anggota yang baru. “Diluar itu kita juga pasti punya target supaya latihannya juga semangat kalau ada targetnya,” tegasnya.

Penampilan Adhisvara Choir di Kalamata, Yunani. (dok. ASC)

Selain memiliki kegiatan tetap yaitu konser setiap tahunnya yang biasa disebut Annual Concert, Adhisvara Choir pada 2019 mengikuti kompetisi international di Kalamata, Greece untuk dua kategori. Dua kategori yang diikuti yaitu, kategori Mix Choir yang telah mendapat predikat Runner Up. “Saat itu kita membawakan tiga lagu yaitu, Doa, A Tu Lado dari daerah Basque, dan Pasigin yaitu lagu rakyat negara Philipina,” ungkap Echi.

Kategori kedua yang diikuti yaitu kategori Folklore yang juga mendapat predikat keempat Golden Diploma dengan membawakan lagu daerah yaitu Siksik sibatumanikam dari Tapanuli, Soleram, dan lagu medley yaitu Emambo Simbo /Huhate yang di aransemen oleh Raka yang merupakan salah satu anggota Adhisvara Choir.

“Buat saya musik itu adalah sesuatu yang tidak bisa lepas dari hidup, apapun yang saya lakukan tercermin dari suatu lagu. Hampir di semua aktivitas saya selalu ada musik, misalnya zaman dulu waktu kuliah kalau lagi kepepet otaknya baru kebuka kalau sambil dengerin musik, jadi otak baru cemerlang kalau sambil mendengarkan musilk,” kata Echi.

Salah satu penampilan Adhisvara Choir di Ecology Bistro and Lounge (9/12/18). foto. dok.ASC.

Echi menerangkan, “Sama seperti sekarang kalau kerja kemarin sewaktu belum work from home dikantor pasti temen-teman selalu mendengar alunan musik dari ruangan kerja saya, sekarang dirumah juga waktu WFH sama. Jadi kalau kerja sambil diiringi alunan musik. pokonya kalau dengerin musik otaknya jadi terang saja dan happy”.

“Beberapa lagu yang biasa di nyanyikan Adhisvara Choir yaitu utamanya lagu-lagu choir dan lagu- lagu pop era 1980 an dan 1990an, namun ke depannya tidak menutup kemungkinan untuk merambah menyanyikan lagu lagu masa kini,” tutup Echi mengakhiri perbincangan Live IG Asahkebaikan. (sasha)