SLEMAN, ITN- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan pihaknya akan berupaya melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi bagi pelaku ekonomi kreatif di bidang film sebagai salah satu upaya mempercepat pemulihan sektor perfilman tanah air.

“Pertama adalah vaksinasi, kita terus melakukan koordinasi agar para pekerja film ini bisa mendapat prioritas vaksinasi,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau Studio Alam Gamplong di Desa Wisata Gamplong, Sleman, Jumat (2/4/2021).

Kemenparekraf/Baparekraf dikatakannya telah melakukan pendataan para pelaku ekonomi kreatif, termasuk di sektor perfilman sebagai basis data untuk vaksinasi. Hingga saat ini sudah terkumpul data sebanyak 21.558 dari 5 subsektor ekonomi kreatif dan bidang MICE yang nantinya akan dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga lain dan diharapkan dapat segera mendapat jatah alokasi vaksin. Dari jumlah tersebut, khusus untuk pelaku di sektor film, tv dan bioskop, terdata sebanyak 19.811 pelaku.

Menparekraf lebih lanjut menargetkan pelaksanaan vaksinasi tersebut bisa berjalan pada bulan ini, meski sebagian pekerja film saat ini juga sudah ada yang mendapat vaksinasi melalui berbagai program vaksinasi di daerah.

“Itu target yang kami ingin capai untuk dapat diberikan prioritas khusus, karena mereka ini adalah garda depan atau frontliner. Untuk itu kita akan terus berkolaborasi dengan insan perfilman,” tegas Sandiaga.

Bersama berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, pihaknya juga menjalankan gerakan #KembalikeBioskop yang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menonton film tanah air. Sebelumnya Kemenparekraf/Baparekraf telah merilis panduan pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) untuk sektor bioskop. Bersama industri Kemenparekraf/Baparekraf juga telah menjalankan simulasi.

“Gerakan tersebut sudah tereksekusi di beberapa daerah dimana bioskop sudah kembali dibuka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin seperti di Surabaya, Jakarta, Solo. Tapi ke depan akan terus kita tingkatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Menparekraf menambahkan pihaknya tengah mengkaji berbagai stimulus yang dapat diberikan kepada insan perfilman mulai dari sisi produksi, distribusi hingga pemasaran bersama dengan industri agar benar-benar dapat memberikan dorongan yang tepat manfaat dan tepat sasaran. Sebagai catatan, kontribusi sektor industri film terhadap PDB nasional sebesar Rp15 triliun pada 2019. Sektor industri film juga memberikan multiplier effect yang tinggi karena ada lebih dari 2.500 jenis usaha yang terlibat dalam satu film mulai dari produksi hingga distribusi.

“Kita juga ingin ada satgas anti pembajakan. Langkah-langkah ini akan terus kita jalankan berkolaborasi dengan industri karena pemerintah yakin betul bahwa yang lebih tahu akan kebutuhan adalah industri sendiri,” tambah Sandiaga.

Dalam kesempatan tersebut Menparekraf Sandiaga memberikan apresiasinya terhadap kehadiran Studio Alam Gamplong sebagai salah satu wujud inovasi yang tidak hanya membangkitkan sektor perfilman tapi juga mengangkat potensi yang ada di desa wisata tersebut.

Studio Alam Gamplong seluas 2,5 hektare merupakan lokasi produksi deretan film terbaik tanah air, terutama berlatar sejarah seperti “Sultan Agung”, “Sang Pencerah”, “Habibie Ainun”, dan lainnya. Belakangan set-set film tersebut menjadi destinasi favorit bagi wisatawan.

“Saya ingin memberikan apresiasi apa yang sudah dilakukan teman-teman di sini. Beberapa produksi epic film nasional ada di sini, dalam rangka menuju industri perfilman yang mendunia tapi konsepnya desa wisata. Sekarang destinasi Desa Gamplong sudah sangat instagramable, ini berkat sentuhan tangan-tangan insan kreatif,” ujar Sandiaga.

Sutradara Hanung Bramantyo yang merupakan salah satu penggagas Studio Alam Gamplong, mengungkapkan harapan kedepannya pemerintah dapat mendukung pengembangan studio ini menjadi salah satu pusat pengembangan perfilman tanah air.

“Kedepan saya berharap sekali ada studio indoor dan juga ada coworking space di sini. Dan berharap ada bioskop dan sekolah, jadi one stop shopping dalam bidang perfilman. Karena itu sifatnya ekonomi kreatif dan edukasi, kami berharap sekali event kita bersinergi dengan pemerintah,” ungkap Hanung.

Lebih lanjut terkait vaksinasi, ia mendorong insan perfilman di berbagai daerah dapat membantu pemerintah melakukan pendataan agar percepatan pelaksanaan vaksinasi dapat terlaksana.