JAKARTA, ITN- SECARA global, salah satu hal yang menjadi perhatian terbesar bagi orangtua adalah penglihatan anak-anak mereka, bahkan lebih dari separuh orangtua menyatakan hal ini sebagai suatu kekhawatiran.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan ResearchNow tahun 2017 melalui polling terhadap 8.000 orang dewasa di Tiongkok, Republik Cheko, Prancis, Jerman, Polandia, Spanyol, Swedia, Thailand, Turki, Amerika Serikat, dan Indonesia hampir dua per tiga orangtua khawatir anak mereka akan membutuhkan kacamata di masa depan mengingat hampir setengah dari anak-anak secara global menghabiskan lebih dari tiga jam sehari di depan layar, baik itu ponsel, tablet, komputer, atau tv.

“Masih banyak orangtua yang belum menyadari pentingnya mealukan pemeriksaan mata secara berkala untuk mengantisipasi penglihatan yang kurang menjadi bertambah parah,” ujar dr Rina La Distia Nora, SpM(K), PhD dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) saat ditemui Indonesiatripnews.com di acara peluncuran teknologi Interlaced Optics Philips MyCare LED di Tugu Kunstring Paleis, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/18).

Cahaya yang baik dibutuhkan untuk mendukung kegiatan yang membutuhkan visual, teruma bagi anak-anak. (Foto. dok. FB Philips)

Menurutnya salah satu faktor penting yang dapat mendukung perawatan mata, yaknii pencahayaan berkualitas tinggi. “Cahaya yang baik dibutuhkan untuk mendukung kegiatan yang membutuhkan visual, terutama bagi anak-anak,” ungkap dr Rina.

Dikatakannya, secara global orang dewasa tidak melihat perawatan mata sebagai prioritas teratas dibandingkan kebugaran dan pengurangan berat badan, namun para orangtua khawatir jika anak-nak mereka memerlukan kacamata di masa depan.

“Ada kesamaan dimana orang dewasa dan anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka di depan layar, kekahawatiran ini juga dikemukakan orangtua di Indonesia, 91% setuju bahwa mereka akan membatasi waktu anak-anak mereka di depan layar untuk mencegah rabun jauh. Ini juga didukung oleh laporan dari World Health Organization (WHO), yang menunjukkan bahwa bekerja dengan melihat dekat secara berlebihan dapat meningkatkan risiko miopia dan hal ini dapat ditolong dengan menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan.

Sementara Head of Signify Integrated Communications Indonesia, Lea K Indra mengatakan, para orangtua juga percaya bahwa ada sejumlah faktor lain yang dapat secara signifikan berdampak pada kenyamanan mata anak-anak, misalnya, kualitas pencahayaan. Sebagian besar orangtua (79%) kuatir bahwa belajar di bawah kualitas pencahayaan yang tidak memadai dan berkedip akan melelahkan mata anak-anak mereka.

Menurutnya bohlam Philips MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optics yang terinspirasi dari bunga matahari dipatenkan dapat mengurangi silau- terang berlebih yang ditimbulkan oleh pancaran cahaya tajam dari pusat bohlam hingga 35%, dapat meningkatkan kenyamanan mata, serta memberikan pencahayaan sempurna untuk pekerjaan fungsional, seperti membaca, menulis, dan belajar. (evi)