JAKARTA, ITN- PASIEN gagal ginjal memiliki dua pilihan, yakni transplantasi ginjal atau hemodialisa. Karena ketersediaan organ ginjal untuk transplantasi sangat kurang, kebanyakan pasien gagal ginjal memilih perawatan hemodialisa.

Perawatan hemodialisa mengambil alih tugas ginjal untuk membuang kelebihan cairan dan menyaring produk limbah dari darah, mengatur tekanan darah, keseimbangan elektrolit, dan produksi sel darah merah dalam tubuh. Oleh karena itu perawatan homedialisa yang tepat dan berkualitas tinggi sangat penting untuk kelangsungan kesehatan pasien.

Memenuhi kebutuhan perawatan bagi pasien gagal ginjal di Indonesia, kini hadir RenalTeam Clinic dengan 22 ruang perawatan, serta teknologi dan sumber daya manusia yang terlatih untuk memberikan perawatan terbaik bagi pasien di Indonesia.

Dr Okki Ramadian Sp.PD (tengah) dan Chan Wai Chuen (kanan) berbincang dengan salah seorang pasien dalam pembukaan Klinik Hemodialisa RenalTeam di Pondok Indah, Jakarta. RenalTeam menjadi klinik hemodialisa pertama di Indonesia yang menggunakan Reverse Osmosis (RO) Water System untuk menghasilkan air berkualitas yang mendukung hasil maksimal proses cuci darah pasiennya.

Klinik yang berlokasi di Jalan Sekolah Kencana Kav 4A, TN BA Pondok Indah, Jakarta Selatan ini memiliki 22 mesin. “Kami senang hadir disini untuk melayani pasien di Indonesia, karena pasien kami yang berasal dari Jakarta berkunjung di klinik Singapura dan Malaysia adakah klinik ini buka di Jakarta, untuk itulah kami hadir disini di Indonesia,” ujar Presiden Direktur RenalTeam Clinic, Chan Wai Chuen saat ditemui Indonesiatripnews.com, Selasa (23/10/18).

Pada proses perawatan hemodialisa, menurutnya air adalah faktor utama dan dibutuhkan dalam jumlah yang besar. Oleh sebab itu kualitas air menjadi sangat penting. Renalteam memastikan air yang digunakan berkualitas baik bebas dari kuman,  bakteri ataupun bahan-bahan kimia lainnya.

“Pasien gagal ginjal dengan masalah kesehatan tambahan seperti diabetes, hipertensi atau penyakit kardiovaskular sangat rentan terhadap kualitas air yang buruk,” ungkapnya.

Menurutnya, RenalTeam dengan bangga menjadi klinik hemodialisa pertama di Indonesia yang menggunakan Reverse Osmosis (RO) Water System dari Swedia  untuk memastikan kualitas air yang baik bagi seluruh proses cuci darah di klinik kami. RO water system memiliki membran khusus yang didesain untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi dalam air sehingga menghasilkan perawatan yang lebih baik bagi pasien.

Chan Wai Chuen saat menjelaskan aplikasi mobile khusus pasien RenalView.

“Keselamatan pasien adalah hal utama dalam perawatan hemodialisa berkualitas tinggi. Klinik kami menerapkan langkah-langkah keselamatan pasien yang sama seperti yang diterapkan di semua Klinik RenalTeam di Singapura dan Malaysia. Di Singapura kami memiliki 9 klinik dan 3 di Malaysia. Dengan dibukanya di Jakarta menjadi 13 klinik,” jelas Chan Wai Chuen lebih lanjut.

Perjalanan RenalTeam merawat pasien dengan gagal ginjal dimulai pada tahun 2012 dengan berdirinya klinik cuci darah/dialisis pertama di Singapura. Pada tahun 2014, klinik pertama didirikan di Malaysia.

Chan mengatakan, “Ini termasuk penggunaan mesin hemodialisa individu di setiap ruangan dan ruang isolasi khusus untuk pasien hepatitis .  Infeksi virus hepatitis sering menyerang pasien gagal ginjal, oleh karenanya kami memisahkan tempat perawatan pasien hepatitis sehingga tidak ada peluang untuk terjadi penularan”.

“Biaya setiap kali perawatan Rp2,6 juta –Rp2,8 juta, seminggu pasien menjalani 3 kali perawatan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Dokter Internis Hemodialisis, dr Okki Ramadian Sp.PD menambahkan,”Bagi pasien hemodialisa sangat disarankan agr pasien menjalani perawatan dialisis 3 kali seminggu dan mengubah gaya hidup mereka. Secara keseluruhan, seperti olahraga rutin, diet sehat, berhenti merokok, dan mengelola stres adalah hal-hal yang akan meningkatkan harapan hidup pasien”.

Secara total, RenalTeam Klinik memiliki 160 karyawan, sejumlah 108 nya adalah perawat ginjal bersertifikat. Informasi lebih lanjut tentang Perusahaan dapat ditemukan di www.renalteam.org

“Yang tidak kalah penting, pasien RenalTeam juga didorong untuk memahami dan berpartisipasi aktif dalam kelangsungan kesehatan mereka,” ujarnya.

Melalui aplikasi mobile khusus pasien RenalView, pasien memiliki akses ke informasi diagnosis dan rencana pengobatan mereka, kondisi kesehatan mereka, hasil laboratorium hingga obat-obatan.

RenalView memberikan akses kepada pasien dan pihak keluarga dapat melihat catatan kesehatan mereka kapan saja dan dimana  saja, sehingga diharapkan secara psikologis dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien dan membantu kondisi kesehatan mereka secara keseluruhan. (shi/evi)