JAKARTA, ITN– ​SUN Business Network Indonesia (SBN Indonesia) dan Innovation Factory, menetapkan 10 finalis SUN Pitch Competition 2019.  Kompetisi yang bertemakan “Inovasi Desain Makanan dengan Fokus Mengatasi Anemia dan Malnutrisi” merupakan kolaborasi antara delapan perusahaan, yang tergabung dalam SBN Indonesia. Kedelapan perusahaan tersebut adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Nutrifood Indonesia, PT Otsuka Indonesia, PT Tirta Investama, PT BASF Indonesia, PT Cargill Indonesia. dan PT East West Seed Indonesia.

SUN Pitch Competition 2019 ini bertujuan untuk menghasilkan solusi baru dalam           mengembangkan produk makanan yang terjangkau dan bergizi tinggi. Yang kaya akan  zat besi, vitamin C, serta protein hewani dan nabati, untuk membantu mengatasi permasalahan anemia dan malnutrisi yang menjadi dua tantangan terbesar di Indonesia.

Di antara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang jumlah penderita anemianya cukup banya.

Menurut data RISKESDAS 2013, lebih dari 1 dari 5 perempuan Indonesia berusia 15 tahun ke atas mengalami anemia, sementara angka untuk pria adalah 1 dari 6. Angka tersebut lebih tinggi lagi di kalangan wanita hamil sebanyak 1 dari 3. Hal ini membuat janin berisiko lebih tinggi mengalami gangguan seperti berat bayi lahir rendah (BBLR), yakni lahir dengan berat badan kurang dari 2.5 Kg, rentan terkena penyakit dan meninggal pada usia dini. Anemia juga dapat diturunkan dari ibu ke anak,  meningkatkan risiko morbiditas dan penurunan kecerdasan.

Anemia berhubungan dengan hemaglobin yang rendah. Perlu diketahui, salah satu fungsi hemaglobin adalah membawa oksigen ke seluruh tibuh termasuk ke otak. Maka anemia bisa berpengaruh pada berkurangnya kecepatan berfikir seseorang.

“Kalau anemia terjadi pada ibu hamil risiko pendarahan dan meninggal lalu bayinya mengalami hambatan pertumbuhan, risiko stunting karena bayi lahir dengan berat badan rendah, itu semua bisa terjadi juga,” kata Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof dr Endang L Achadi, MPH, DrPH pada acara Final SUN Pitch Competition di Block71, Gedung Ariobimo Sentral, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/19).

Tak hanya itu, menurutnya anemia dapat menyebabkan irama jantung menjadi tidak beraturan akibat kurangnya darah yang ada di dalam tubuh. Jika ini dibiarkan berlarut-larut, jantung penderita akan membesar dan menikatkan risiko gagal jantung.

Mulai dari kelelahan hingga kematian, itulah dampak bahaya yang dapat ditimbulkan anemia pada penderitanya.

“​SBN Indonesia mengajak UMKM lokal menjadi bagian dari solusi masalah anemia dan     malnutrisi melalui inovasi produknya. Kami merasa senang melihat antusiasme dan          kreativitas dari pelaku bisnis, industri, UMKM dan wirausahawan dalam kompetisi ini,” Indonesia,” ujar ​Axton Salim, Co-Chair SBN Global Advisory Group dan Koordinator SBN Indonesia yang juga Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Hal ini menurutnya menunjukan adanya semangat berkolaborasi untuk mempercepat pengentasan permasalahan anemia dan gizi yang ada di Indonesia.

Final pitch merupakan puncak penilaian dari SUN Pitch Competition 2019 yang dimulai pada awal November lalu. 10 finalis mempresentasikan solusi desain makanan yang telah mereka kembangkan di hadapan  para dewan juri yang terdiri dari anggota SBN Indonesia, Co-Chair dari SBN Global Advisory Group, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Accelerice dan Innovation Factory.

Berdasarkan keputusan dewan juri, ​CV. Rizano Bersaudara (​Bale Sehat)​, keluar sebagai juara pertama, disusul oleh ​Morimom sebagai juara kedua, dan ​Calty Farm (Calty Yoghurt) sebagai juara ketiga. Ketiga pemenang akan mendapatkan total pendanaan sebesar Rp225 juta dan ​mentoring eksklusif dari SBN Indonesia dan para ahli lainnya.

Selain itu, pemenang pertama akan dikirim ke Global SUN pitch Competition dalam Food Industry Asia 2020 di Singapura. (evi)