JAKARTA, ITN- PENDIDIKAN merupakan salah satu hal yang penting bahkan menjadi fondasi bagi setiap orang. Tak ayal, beberapa orang tua bahkan ingin memberikan pendidikan terbaik baik anak-anaknya. Namun, biaya pendidikan di Indonesia dirasa mahal bagi sebagian besar orangtua.

ShopBack, platform cashback rewards dan aggregator e-commerce  yang mendorong masyarakat untuk dapat berbelanja online dengan cermat, hemat dan bijak, menggelar acara bincang-bincang keuangan yang mengangkat topik persiapan dana pendidikan anak pada Sabtu (6/7/19) di Jakarta. Acara ini merupakan acara berkala yang dilakukan ShopBack untuk memberikan pemahaman mendalam serta mengedukasi masyarakat terkait topik-topik yang sedang hangat.

Pada acara ini, ShopBack menggandeng Jouska Indonesia untuk membahas secara mendalam bagaimana mempersiapkan dana pendidikan anak secara bijak.

ShopBack melihat mempersiapkan dana pendidikan masih menjadi polemik bagi sebagian besar orangtua. Apalagi tahun ajaran baru ini datangnya setelah liburan lebaran, dimana beberapa biaya terkuras di sana.

“Jouska sebagai financial adviser terkemuka di Indonesia, dirasa sangat sesuai untuk membahas topik ini kepada komunitas dan juga pengguna ShopBack,” ujar Head of Business Development, ShopBack Indonesia Yolanda Margaretha.

Yolanda menambahkan, ShopBack senantiasa berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat agar dapat mengambil keputusan yang bijak, terutama dalam melakukan transaksi di platform online. ShopBack membantu para orang tua berhemat lebih saat membeli perlengkapan sekolah anak di e-commerce melalui platform ShopBack.

“Dengan sistem cashback rewards yang ShopBack tawarkan, pengguna akan mendapatkan cashback di setiap transaksi yang dilakukan melalui ShopBack. Tidak hanya itu, ShopBack juga menginformasikan promo apa yang sedang berlangsung di platform e-commerce mitra,” ujar Yolanda.

Sementara Co-Founder dan Head of Adviser Jouska Indonesia, Indah Hapsari mengatakan, “Beberapa hal harus menjadi pertimbangan dalam mempersiapkan dana pendidikan anak, seperti sekolah, kurikulum pendidikan, pergaulan hingga social cost”.

Menurut Indah, ada tiga aspek utama yang harus diperhatikan dalam membuat perencanaan keuangan personal,  yakni tujuan, keuangan saat ini, dan juga profil risiko.

“Dalam mengatur dana pendidikan harus diperhatikan terlebih dahulu posisi keuangan yang dimiliki saat ini, misalnya aset, utang, penghasilan bulanan serta penghasilan tahunan atau bonus tahunan yang didapat dari pekerjaan. Setelah itu baru dilihat profil risiko yang dimiliki kemudian tetapkan tujuannya,” tutup Indah.