JAKARTA, ITN- DI INDONESIA, jumlah orang yang memiliki rekening bank baru mencapai 38% atau masih di angka 95 juta. Sebaliknya, pengguna smartphone di Indonesia sudah mencapai 60% atau sekitar 150 juta. Kesenjangan di antara keduanya menciptakan peluang bisnis bagi perusahaan fintech (financial technology).

Kesenjangan tersebut diisi oleh industri keuangan berbasis teknologi (fintech) yang ditunjukkan dengan semakin menjamurnya perusahaan fintech di Indonesia, di mana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberi lisensi kepada 106 fintech berbasis pinjaman per 5 April 2018.

Melihat hal tersebut, Bank DBS Indonesia sebagai peraih World’s Best Digital Bank 2018 melalui strategi Ecosystem, yaitu strategi menjangkau dan melayani masyarakat melalui kerjasama dengan Home Credit Indonesia, perusahaan pembiayaan berbasis teknologi global dengan lebih dari 3,6 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

“Kami melihat kesenjangan angka unbanked population yang masih mencapai 38% serta terbatasnya akses pinjaman ke institusi finansial, sementara di sisi lain pesatnya industri fintech di Indonesia yang dipicu tingginya pengguna smartphone yang sudah mencapai 60% sebagai kesempatan  untuk melayani masyarakat dengan solusi digital,” ujar , Director Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Wawan Salum di Jakarta, Kamis (9/11/19).

Kiri ke kanan MC, Wawan Salum, dan Jaroslav Gaisler saat jumpa pers kerjasama Bank DBS Indonesia dengan Home Credit.

Wawan mengatakan, “Untuk membesarkan bisnis dan pengguna Digibank sekaligus meningkatkan jumlah orang yang memiliki rekening bank, kami memutuskan berkolaborasi dengan Home Credit Indonesia, melalui joint financing. Nasabah juga dapat membuka rekening bank digibank by DBS secara bersamaan melalui program digibank bundling”.

Joint Financing merupakan bentuk kerja sama antara industri perbankan dengan perusahaan multifinance. Dalam kaitan kerjasama ini, Bank DBS dan Home Credit Indonesia memberikan pembiayaan bersama atas fasilitas kredit yang disalurkan kepada pelanggan Home Credit Indonesia dengan porsi pembiayaan, syarat, dan kondisi yang telah ditentukan dalam menyalurkan pembiayaan kepada end user.

 Selain itu, pada saat mengajukan pembiayaan di Home Credit untuk barang-barang impian seperti gadget, smartphone, furniture, barang-barang elektronik dan laptop, calon pelanggan juga dapat membuka rekening digibank by DBS lewat program bundling yang ditawarkan. Prosesnya pun dilakukan secara bersamaan, dengan proses aplikasi 100% paperless, penandatanganan kontrak secara online serta waktu persetujuan atau penolakan hanya sekitar tiga menit saja. Apabila pengajuan pembiayaan di Home Credit disetujui, maka pelanggan akan memiliki rekening digibank by DBS dan memperoleh cashback senilai Rp100.000 secara otomatis.

Dengan memiliki rekening digibank by DBS pelanggan dapat menikmati seluruh keuntungan dari rekening digibank by DBS seperti transfer gratis ke bank mana saja, tarik tunai Rp 0 di semua ATM, hingga berbagai kemudahan pembelian e-voucher, top up berbagai e-wallet dan pembayaran tagihan bulanan melalui fitur Bayar Beli digibank by DBS.

Kerja sama strategis ini bukan hanya memberikan solusi keuangan yang mudah, cepat dan aman untuk masyarakat yang belum memiliki akses perbankan, namun juga memberikan pengalaman perbankan sederhana untuk pelanggan Home Credit Indonesia melalui digibank by DBS.

Pada kesempatan yang sama CEO PT Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler mengatakan, “Kami senantiasa berkomitmen untuk mengubah cara dunia berbelanja dan menjadikan apa yang diinginkan konsumen dalam jangkauan. Sejak beroperasi di Indonesia tahun 2013, kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan berinovasi guna memenuhi kebutuhan pelanggan”.

“Melalui kemitraan strategis dengan digibank by DBS akan semakin mempermudah akses masyarakat ke perbankan dan memberikan pengalaman belanja yang mudah dan cepat,” tambah Jaroslav Gaisler. (evi)