JAKARTA, ITN- KABUPATEN Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung kembali menggelar event Toboali City on Fire (TCOF) untuk ketiga kalinya. Event yang pertama kali digelar pada 2016 dan sukses menarik wisatawan ini akan digelar mulai 27 hingga 29 Juli 2018.

Toboali City on Fire dimaknai sebagai sebuah kota yang penuh dengan semangat membara untuk bangkit dan membangun daerahnya. Acara ini merupakan kolaborasi dari beberapa kegiatan, mulai dari seni budaya, olahraga maupun pariwisata.

“Kami terus mendorong Provinsi Bangka Belitung (Babel) agar menjadi bagian dari Unesco Global Geoparks (UGG), salah satunya dengan mempersiapkan atraksi berskala internasional. Kalau Belitung tidak dapat UGG, maka kita tidak juara. Meskipun Belitung terkenal dengan Laskar Pelangi-nya, tetapi itu belum cukup harus dilakukan persiapan,” ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam sambutannya pada acara peluncuran Toboali City on Fire Season III di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenpar, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/18).

Menpar mengatakan, “TCOF merupakan event yang jumlah pertunjukannya paling banyak, totalnya ada 16 event. Semakin banyak event tingkat kebahagiaan daerah tersebut akan bertambah. Daerah yang banyak event akan memunculkan economic value”.

Menpar Arief juga mengapreasiasi provinsi Babel yang selama satu tahun punya 24 event, dua event diantaranya masuk dalam 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia. Lalu ada tiga event minta dukungan, seperti Festival Geopark, International Kayak Marathon, dan Toboali City on Fire (TCOF) Season III.

Penyelenggaraan event TCOF Season III yang berlangsung selama tiga hari ini akan dimeriahkan dengan berbagai acara, antara lain; Toboali Photo Competition, Toboali Fashion Carnival, Festival Tari Kreasi Daerah, Nganggung 1.000 Dulang, Toboali Oriental Mural Festival, Festival Band, Festival Layang-layang, Festival Barongsai, Lomba pembuatan film dokumenter, touring komunitas motor, ritual adat Buang Jung, dan Festival Kuliner yang menyajikan acara bakar ikan dan makan bersama masyarakat setempat.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rusman mengatakan, “Toboali City on Fire merupakan kegiatan yang sangat luar biasa meng-attract orang untuk berkunjung. Berawal untuk meng-attract turis lokal, pada sesi kedua berhasil menarik turis dunia. Mudah-mudahan di sesi ketiga ada tambahan kunjungan baik turis lokal maupun mancanegara”.

Provinsi Babel menurutnya beruntung memiliki dua event daerah yang masuk dalam 100 CoE, yakni Bangka Cultural Wave Festival (Coming Home Celebration) yang telah berlangsung di Sungailiat (25/3/18 – 5/4/18) dan Festival Tanjung Kelayang pada 15-19 November 2018 mendatang.

“Kemajuan pariwisata di Babel berkembang cukup pesat,  yakni pada 2017 yang lalu sebanyak 6.417 wisman dan 324.189 wisnus dengan kenaikan rata-rata di atas 20%,” tuturnya.

Bupati Bangka Selatan, H Justiar Noer menambahkan, “Selama tiga hari, diperkirakan kegiatan ini akan dikunjungi lebih dari 20.000 wisatawan dengan nilai transaksi yang diperoleh para usaha mikro dan UKM diantaranya kuliner dan oleh-oleh akan mencapai Rp360 juta”. (evi)