BENGKULU UTARA, ITN-  DALAM rangka memperkenalkan potensi wisata alam yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dengan leading sektor Dinas Pariwisata Bengkulu Utara menggelar event Jelajah Alam Bengkulu Utara 2018 (Jabu1).

Event yang baru pertama kali diselenggarakan ini digelar selama dua hari Sabtu-Minggu tanggal 1-2 Desember 2018. Diikuti 130 peserta yang merupakan komunitas mobil offroad  dan 450 peserta motor trail se-Sumbagsel (Sumatra Bagian Selatan), jumlah peserta masih akan bertambah Minggu (2/12/18).

“Festival Jabu ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut, hari pertama Adventure Offroad dan hari kedua minggu (2/12/18) campuran Adventure Offroad dan Trail Adventure Offroad,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Utara, Mustarani Abidin, Msi saat ditemui Indonesiatripnew.com di Alun-alun Rajo Malin Paduko, Bengkulu Utara, Sabtu (1/12/18).

Ia mengatakan, “Peserta adventure ini selain di ikuti offroader lokal juga di ikuti offroader luar provinsi Bengkulu, seperti Lampung, Jambi, dan Palembang dengan jarak tempuh 10 Km. Meskipun 10 Km tetapi para peserta juga harus melewati tantangan saat di jalan, seperti menanjak, dll. Berangkat pukul 10.00 WIB bisa balik kembali finish di Alun-alun pukul 03.00 WIB.”

Rute yang dilalui peserta untuk peserta mobil offroad dihari pertama menurutnya dari Alun-alun menuju Desa Sumber Rejo dan Desa Pematang Balam dan kembali finish di Alun-alun Rajo Malin Paduko lagi. “Sedangkan untuk hari kedua, rutenya di tiga kecamatan, diantaranya Kecamatan Argamakmur, Air Besi, dan Kecamatan Arma Jaya,” ungkapnya.

“Khusus peserta mobil offroad ada baiknya saat start tidak usah mandi, karena mereka akan melintasi sungai yang luar biasa bersih dan dingin, berada dibawah kaki gunung,” ungkapnya.

Untuk rute motor trail dimulai dari Alun-alun menujug Desa Talang Denau masuk ke wilayah hutan Gunung Selan, hingga finish kembali ke Alun-alun Rajo Malim Paduko.

“Event seperti ini terlihat dampaknya dari pada hanya berwisata saja, hotel-hotel pun tampak terlihat penuh,” ujarnya Mustarani lebih lanjut.

Untuk kedepannya Bengkulu Utara menurutnya sedang mempromosikan Pulau Enggano, yakni satu-satunya pulau terluar yang ada di Bengkulu dengan obyek wisatanya yang luar biasa. “Di Enggano ada enam desa dan satu kecamatan. Banyak endemik di Enggano. Kayu yang ada di Kalimantan hampir punah di Enggano ada. Ikan air tawarnya khas,” katanya.

Selain itu menurutnya Bengkulu Utara juga memiliki wisata Air Terjun Curug 9 tingkat di Kecamatan Padang Jaya serta wisata habitat gajah. (evi)