JAKARTA, ITN- Mengisi liburan akhir tahun 2020 yang sudah di depan mata di tengah pandemi Covid-19 menjadi sedikit berubah. Euforia liburan akhir tahun biasanya sudah mulai menggema jauh-jauh hari sebelum waktunya tiba.  

Pandemi juga berpengaruh terhadap gaya hidup masyarakat, salah satunya dalam hal traveling. Berdasarkan latar belakang tersebut, Pegipegi melakukan survei untuk mengetahui perilaku traveling akhir tahun masyarakat Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 9 – 16 November 2020 dengan lebih dari 1.490 responden yang tersebar di seluruh Indonesia.

Berdasarkan survei tersebut, Pegipegi berhasil mengetahui 5 fakta menarik, diantaranya adalah:

  • 75% Masyarakat Indonesia Berencana untuk Liburan Akhir Tahun 2020

Sebanyak 75% masyarakat Indonesia berencana untuk melakukan traveling pada akhir tahun 2020. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar masyarakat berkeinginan untuk kembali bepergian bertepatan dengan momen liburan akhir tahun yang mempunyai tanggal merah dari tanggal 24 Desember 2020 – 1 Januari 2021.

Menilik data internal Pegipegi, pada periode libur panjang akhir Oktober lalu, terjadi peningkatan pemesanan hotel dan tiket pesawat hingga dua kali lipat dibandingkan periode new normal pada hari biasa. Data tersebut sejalan dengan hasil survei keinginan masyarakat untuk traveling pada periode akhir tahun 2020 ini.

Pegipegi memprediksi pada periode libur akhir tahun nanti, tren traveling akan kembali meningkat secara signifikan.

  • Hal-hal yang Membuat Masyarakat Yakin untuk Traveling Kembali

Dalam survei diketahui bahwa ada beberapa faktor yang membuat masyarakat yakin untuk melakukan traveling kembali, di antaranya adalah patuh akan protokol kesehatan (66%), percaya tempat yang akan dikunjungi telah menerapkan protokol kesehatan (65%), merasa dalam keadaan sehat (31%).

Beberapa di antara responden juga mengatakan bahwa mereka membutuhkan refreshing setelah dalam periode waktu yang lama menjalani karantina mandiri.

  • Jenis Traveling yang Dilakukan

Bagi masyarakat yang berencana untuk traveling pada periode akhir tahun, sebanyak 45% memilih untuk bepergian keluar kota menggunakan mobil atau kendaraan pribadi lainnya. Disusul oleh bepergian ke luar kota menggunakan pesawat terbang (30%), staycation di hotel dalam kota (11%), ke luar kota menggunakan kereta (10%), dan ke luar kota menggunakan bus atau travel (4%).

Berdasarkan data tersebut, dapat diprediksi bahwa destinasi yang dekat dengan kota domisili akan menjadi favorit pada liburan akhir tahun nanti.

  • Pemesanan Tiket Perjalanan

Untuk pemesanan tiket perjalanan, sebagian besar responden yaitu sebanyak 60% memilih melakukan pemesanan tiket perjalanan pulang pergi sekaligus. Sedangkan 40% responden memilih untuk memesan tiket satu rute saja. Terdapat perbedaan yang tidak terlalu jauh di antara kedua pilihan tersebut. Berdasarkan data internal Pegipegi pada long weekend akhir Oktober lalu, sebagian besar masyarakat lebih memilih last minute booking atau rata-rata di bawah satu minggu sebelum hari H keberangkatan. Hal ini kemungkinan besar memengaruhi rencana pemesanan tiket pesawat untuk satu rute terlebih dahulu, mengingat periode libur akhir tahun yang mencapai total sembilan hari.

Jakarta, Medan, Makassar, Surabaya, dan Bali menjadi 5 rute terfavorit pada periode long weekend Oktober 2020 lalu. Pada periode libur akhir tahun nanti, Pegipegi memprediksi bahwa destinasi wisata domestik di kota-kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, dan Bali akan diminati oleh masyarakat Indonesia.

  • Bagi Mereka yang Belum Berencana Traveling Pada Akhir Tahun 2020

Hanya 25% responden mengaku belum berencana untuk bepergian pada periode akhir tahun 2020 nanti. Ada sebanyak 44% responden mengaku belum tahu kapan akan traveling kembali, 32% berencana akan traveling pada pertengahan tahun 2021, 15% akan traveling pada awal kuartal pertama tahun 2021, dan 9% berencana traveling pada akhir tahun 2021.

Masih adanya rasa khawatir akan keamanan dan keselamatan ketika bepergian diprediksi menjadi alasan utama masyarakat untuk menunda perjalanan mereka pada periode akhir tahun nanti.

Busyra Oryza selaku Corporate Communications Manager Pegipegi mengatakan, “Dari survei ini kita bisa melihat bahwa kepercayaan diri masyarakat untuk kembali bepergian sudah mulai meningkat. Hal ini ditunjang dengan infrastruktur di destinasi wisata yang sudah menyediakan dan menerapkan protokol kesehatan hingga membuat masyarakat merasa lebih aman dan nyaman”.

Selain itu, menurutnya untuk semakin memudahkan kebutuhan masyarakat ketika bepergian, Pegipegi menghadirkan fitur Clean & Safe Stay. Hadirnya fitur ini bertujuan untuk membantu setiap pelanggan memilih hotel yang telah menerapkan standar kebersihan tinggi, demi memastikan pengalaman yang aman dan nyaman selama menginap.

“Saat ini, pelanggan dapat menggunakan fitur Clean & Safe Stay pada aplikasi Pegipegi dengan melakukan filter di pencarian hotel berlabel ‘Clean & Safe’. Dengan beberapa faktor di atas, masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan lebih aman dan tenang,” ungkapnya.