JAKARTA, ITN- BEGITU besarnya animo masyarakat muslim dewasa ini membuat pangsa pasar untuk produsen jasa pemberangkatan umroh dan haji mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Terbukti penjualan jasa umroh telah menjadi industri baru, industri sektorreligiusitas.

Namun sejalan dengan hal tersebut masyarakat saat ini resah karena munculnya beberapa agen umroh atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) bermasalah yang memanfaatkan kelemahan jemaahnya. Beberapa biro travel semisal First Travel dan Abu Tours telah merugikan jemaah lebih dari Rp1 triliun.

Lalu bagaimana untuk menghindari penipuan?. Indonesiatripnews.com belum lama ini berkesempatan mengikuti Seminar yang diselenggarakan Biro Travel Umroh dan Haji At-Tayibah Al- Multazam Group yang berlangsung di Lorr In Hotel Syariah Solo pada 14 Juli 2018 lalu.

Dalam seminar bertema ““Membedah rahasia sukses dunia akhirat melalui Syiar, Da’wah, dan Ma’isyah” ini tidak hanya membahas bagaimana memililih biro travel umroh dan haji yang baik, namun juga mengenai berbagai hal seperti tentang keutamaan berbisnis dengan berdagang, kunci berbisnis yang sukses, tips, dll.

“Ada lima yang harus dipastikan jemaah yang ingin berangkat umroh atau haji, diantaranya pastikan travel yang berizin, pastikan jadwalnya dan ketika mendaftar minta kode booking, pastikan penerbangan pesawat apa, pastikan hotel, dan pastikan visanya,” ujar Dewan Penasehat dan Pembimbing Tetap At-Tayibah Al- Multazam Group, Ustadz Choliful Hadi membuka seminar.

Al Multazam menurutnya telah memiliki izin resmi menyelenggarakan perjalanan umroh dan haji khusus dari Kemenag RI. Al Multazam menggunakan jasa maskapai 10 besar terbaik dunia, sehingga perjalanan ibadah akan lebih aman, nyaman, dan berkesan.

Fasilitas hotel untuk aktivitas beribadah nyaman dengan hotel berbintang (min 3) yang berlokasi di dekat Masjid Nabawi/Haram. Al Multazam memiliki lisensi sebagai provider Visa, sehingga dapat melakukan koneksi langsung ke Kedubes Saudi untuk pengurusan Visa jemaah yang lebih cepat dan mudah.

“Apabila jemaah atau masyarakat menemukan kecurigaan adanya indikasi travel umroh itu bermasalah, sebagai masyarakat sebaiknya tidak mendaftar dan segera melapor kepada pihak yang berwajib,” ungkapnya.

Dalam Rakornas dan seminar yang diikuti 500 peserta, terdiri atas unsur pimpinan kantor cabang, para mitra, dan calon mitra usaha dari seluruh Indonesia ini ustadz Choliful menegaskan lama seorang calon jemaah umroh dan haji itu menunggu panggilan sejak mendaftar adalah enam bulan. Lebih dari masa waktu tersebut segera melaporkan ke pihak berwajib.

Bicara soal penipuan umroh khususnya di daerah, CEO At-Tayibah Al- Multazam Group, Rizky mengatakan, “Maraknya penipuan itu muncul karena tujuan masyarakat atau kaum muslimin mencari harga murah yang kemudian terjerumus ke dalam lembah penipuan. Sehingga kita harus menyiasati hal tersebut dimana bisa memfasilitasi dengan harga murah namun mereka mendapatkan perusahaan jasa travel yang aman dan nyaman”.

“Sebelum Kemenag mengeluarkan program aplikasi Sistem Informasi Penyelenggaraan Terpadu Umroh dan Haji (Sipatuh) untuk mencegah penipuan jemaah umroh, yang pertama kami terus melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan Kemenag, menggelar seminar edukasi, bahkan tiga tahun yang lalu kami sudah sering mengadakan seminar-seminar edukasi terhadap masyarakat tentang sadar hukum; kesadaran masyarakat ketika dirinya mendapatkan sinyal penipuan untuk segera melaporkan,” terangnya.

Rizky mengungkapkan, “Jarangnya pelaporan tentang penipuan umroh sebelum meledak secara skala nasional itu dikarenakan umroh merupakan ibadah yang memiliki prestise dimana seseorang apabila tidak jadi berangkat ia akan malu dan lebih baik menutupinya. Bahkan banyak juga kaum muslimin yang tidak berangkat hanya sampai Jakarta dan ketika pulang pura-pura seperti baru pulang umroh, ini banyak terjadi di masyarakat bahkan ada salah satu jamaah kami yang mengalami penipuan di tahun 2016, tidak bisa berangkat namun beliau memutuskan untuk silaturahmi ke tempat saudaranya selama satu bulan, ketika kami mengadakan seminar beliau memberanikan diri ikut dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk sadar hukum, walau harus ditertawakan namun ini merupakan realita yang tidak dapat dipungkiri”.

Kedua selain melakukan seminar kepada masyarakat mengenai edukasi sadar hukum, menurutnya Al Mutalzam juga mengadakan seminar mengenai harga  umroh yang realistis. Mengajak jemaah berfikir kritis membedah harga umroh yang sebenarnya, mulai berapa biaya tiketnya, dan apa-apa saja komponen-komponennya.

“Yang ketiga agar tidak tertipu maka kita pro aktif dengan pemerintah dan mau peduli. Karena penipuan marak itu bukan karena hebatnya si penipu tetapi maunya orang ditipu. Karena orang tersebut tidak realistis, ia hanya melihat misalnya saudaranya bisa berangkat dengan biaya Rp14 juta dengan travel A tanpa mereka berhitung dan pura-pura tidak tahu biaya apa  yang dikeluarkan. Mereka yang sudah berangkat dengan biaya murah dengan travel tersebut yang kemudian diaminkan oleh Kemenag, adalah orang-orang yang membantu penipuan itu berjalan dengan bagus, karena setelah pulang dengan biaya murah tersebut, ia kemudian akan berbicara dengan teman-teman lainnya, mengenai fasilitas yang didapat sehingga teman-teman yang lainnya terpancing dan terbuai lalu kemudian mereka ikut, ekstrimnya saya katakan membantu program penipuan” ungkapnya.

Untuk itu Rizky menegaskan apabila ada travel-travel yang menjual dengan harga yang tidak realistis maka ia tidak akan keluar dari dua hal, pertama ia ketipu (saya katakan baik, karena dia hanya menganjurkan) dan yang kedua ia membantu program penipuan.

Untuk harga jual umroh yang realistis berkisar Rp20.600.000-an dari Kemenag. ”Apa boleh kira-kira harga jual umroh dibawah harga tersebut? Boleh saja, tetapi banyak syarat-syarat dan perinciannya, selalu ada operasionalnya. Penentuan harga minimun standar ini tidak dibawah dan berlebihan”.

Sementara pada kesempatan yang sama perwakilan dari Kemenag  Sukoharjo, Jawa Tengah Arief  mengatakan, “Biro Travel Al-Multazam terlihat bukan masalah bisnis saja yang dibahas dalam seminar ini, walaupun travel umroh dan haji khusus tapi memiliki misi sosial dan da’wahnya sehingga ada kecenderungan biro travel ini mudah dipercaya bagaimana masyarakat melihat kondisi terakhir untuk travel itu banyak pilihan, tetapi untuk Al Multazam saya lihat banyak sekali orang-orang yang bisa memberikan kepercayaan kepada travel yang mereka pilih”.

“Adapun di acara ini kami juga mendapatkan kesan bahwa peserta yang hadir tidak hanya mendapatkan promosi tetapi  juga mendapatkan ilmu pengetahuan tentang agama dan juga pengetahuan-pengetahuan yang ada kaitannya dengan kehidupan sosialnya,” ungkap Arif lebih lanjut.

Acara seminar yang turut dihadiri Wakil Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) H Yasin Hidayat Lc ini ditutup dengan games berhadiah dengan menjawab pertanyaan dari para pembicara.

Melalui Rakornas dan seminar ini menurut Rizky bertujuan mengembalikan niat awal perusahaan sebagai pembawa syiar dan dakwah. Adapun ma’isyah-nya menjadi urusan belakangan. Dengan demikian tidak saja profit yang berhasil diraih, namun memberi kesempatan seluas-luasnya bagi kaum muslimin mendapatkan bimbingan Islam secara utuh (kaffah).

Rakornas Attayibah Almultazam kali ini juga membawa target khusus, yaitu semakin mempermudah jamaah pergi ke Tanah Suci melalui penerbangan  langsung (direct) menuju Jeddah/Madinah, namun dengan harga paket umrah yang terjangkau masyarakat.

At-Tayibah Al-Multazam yang berkantor pusat di Jalan Slamet Riyadi Kartasura, Solo, Jawa Tengah ini telah memiliki 50 kantor perwakilan di seluruh Indonesia. “Tahun lalu kami memberangkatkan lebih 3.000 jemaah umroh, untuk tahun 2018 kami memberangkatkan 5.000 jemaah umroh,” tutup Rizky. (evi)